Kecelakaan Beruntun di Batam, Sopir Diperiksa Medis
Penyidik Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di lampu merah Simpang K-Square (Kepri Mall), Kota Batam, Sabtu (4/7/2026) lalu. Dalam peristiwa tersebut, sebuah mobil Mitsubishi Storm bernomor polisi BP 8728 Z yang dikemudikan Hubertus Hendrawanto menabrak sejumlah sepeda motor yang tengah berhenti menunggu lampu lalu lintas berubah hijau.
Selain memeriksa keterangan pengemudi, polisi juga melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi sopir saat mengemudikan kendaraan. Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol M. Afiditya Arief Wibowo, melalui Kanit Gakkum, Iptu Jefri Adil Akbar, mengatakan penyidik telah melakukan tes darah dan tes urine terhadap Hubertus. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika atau tidak. “Hasil pemeriksaan darah dan urine sudah keluar, dan hasilnya negatif,” ujar Jefri, Selasa (7/7/2026).
Penemuan Jasad Bayi di Batam, Ibu Biologis Jalani Pengobatan
Masih di Batam, polisi mengungkap fakta pascapenemuan jasad bayi di kawasan Terowongan Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, beberapa hari lalu. Sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, HYL (23), ibu biologis bayi malang tersebut menjalani sejumlah tindakan medis, termasuk pengangkatan ari-ari bayi yang masih tertinggal di dalam rahimnya. “Setelah ibu bayi kita amankan, kondisinya sangat lemah, dan kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui ari-ari bayi masih tinggal,” kata Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Gihon Lumban Raja, Selasa (7/7/2026). Ia menyebut, usai menjalani serangkaian tindakan medis termasuk dikuret, kini HYL berada dalam masa pemulihan. Pihaknya belum leluasa meminta keterangan perempuan itu, kendati posisi HYL kini sudah dipindahkan ke sel tahanan Polsek Lubuk Baja.
Korban TPPO di Kamboja, Tak Punya Ongkos Pulang ke Indonesia
Harapan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri, justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Rico Hutagalung. Warga Batam itu mengaku menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok penyaluran pekerja migran ke Kamboja. Selama tujuh bulan berada di negara itu, Rico mengaku tidak pernah menerima gaji. Kini ia bersama ribuan PMI (Pekerja Migran Indonesia) lainnya hanya bisa bertahan di penampungan KBRI, sambil menunggu kesempatan dipulangkan ke Indonesia. Dalam curhatnya, Rico mengaku sudah kehabisan cara untuk bisa kembali ke Tanah Air. Ia pun memohon bantuan pemerintah, karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket pesawat. “Pak, mohon bantuannya. Nama saya Rico Hutagalung asal Batam. Saya ingin pulang ke Indonesia, tapi tidak mampu membeli tiket pesawat. Saya merasa ditipu oleh agen yang ada di Batam. Kami sudah tujuh bulan di sini dan belum pernah menerima gaji,” ungkap Rico lewat sambungan seluler kepada Infomalangraya.com, Selasa (7/7/2026). Dalam video yang dikirimkan, tampak aktivitas ratusan pria berkumpul di penampungan. Rico menjelaskan aktivitas para WNI itu. Ia mengatakan, seluruhnya korban judol yang menunggu proses pemulangan.
Lonjakan Kasus Malaria di Bintan
Angka kasus Malaria di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai mencolok. Kasus ini alami perubahan dari bulan ke bulan. Sejak Januari hingga Juni 2026, RSUD Bintan sudah rawat 178 orang. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu yang hanya 14 orang saja. Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mantang dan Teluk Bintan menjadi area dengan kasus terbanyak. Direktur RSUD Bintan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan kelambu. Warga merasa cemas dan meminta pemerintah segera melakukan pengasapan atau fogging.
Sidak BBM di Singkep Lingga
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir, mendorong Pemerintah Kecamatan Singkep melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kios eceran penyalur BBM, Selasa (7/7/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan di lapangan sekaligus mengevaluasi pelayanan kepada masyarakat. Dalam peninjauan itu, Camat Singkep Agustiar mendapati pasokan Pertalite telah kembali masuk ke wilayah Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Sejumlah kios yang memiliki rekomendasi penyaluran hingga 10 ribu liter, juga sudah mulai melayani pembelian BBM bagi masyarakat.












