Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tips memilih warna lipstik nude yang sempurna tanpa wajah terlihat pucat

    13 Juni 2026

    7 Berita Terpopuler: Bentor Hias Sambut PENAS, Festival Makanan Jalan Raya Dibuka, Mantan Wakil Bupati Meninggal Dunia

    13 Juni 2026

    Festival Pengguna Fazzio dan Grand Filano 2026 Digelar di Surabaya

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Tips memilih warna lipstik nude yang sempurna tanpa wajah terlihat pucat
    • 7 Berita Terpopuler: Bentor Hias Sambut PENAS, Festival Makanan Jalan Raya Dibuka, Mantan Wakil Bupati Meninggal Dunia
    • Festival Pengguna Fazzio dan Grand Filano 2026 Digelar di Surabaya
    • Bursa Asia Meledak: Kospi Turun 8,4% Akibat Serangan Rudal Iran
    • Meski Pengasuh Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, 30 Santri Tetap Berada di Mahad Al Anfas Demak
    • 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, Penuh Doa dan Harapan
    • 8 Manfaat Bayam, Sederhana Tapi Luar Biasa!
    • 8 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Mulai dari Pencernaan hingga Otak
    • Tampil Berkilau Setelah Pulang Haji, Suryani Akui Belanja Rp8 Juta di Mekkah
    • Prakiraan Cuaca Sumatra Selatan 8 Juni 2026: Waspada Hujan Petir di OKI dan Banyuasin
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Dave Laksono: Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Bukan Sekadar Simbol

    Dave Laksono: Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Bukan Sekadar Simbol

    adm_imradm_imr10 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Respons Wakil Ketua Komisi I DPR RI terhadap Kebijakan Luar Negeri Indonesia

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan respons terhadap pertemuan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri di Istana Merdeka. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi indikasi kuat mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan.

    Salah satu agenda strategis yang muncul dalam diskusi adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, sebuah forum internasional yang dibentuk untuk mendorong perdamaian dan rekonstruksi Gaza. Dave Laksono menyatakan dukungan penuh terhadap peran aktif Indonesia dalam forum tersebut.

    “Langkah Presiden Prabowo adalah wujud nyata politik luar negeri bebas aktif yang sejak awal menjadi prinsip dasar Indonesia. Bergabung dalam Board of Peace menunjukkan bahwa kita konsisten menjalankan amanat konstitusi untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujarnya pada Sabtu (7/2/2026).

    Legislator Partai Golkar ini menjelaskan bahwa keberadaan Indonesia dalam Board of Peace bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari strategi diplomasi yang menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam mendorong gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Dia menegaskan bahwa langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia di mata dunia Islam sekaligus menunjukkan konsistensi solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

    “Ini bukan sekadar simbol solidaritas, tetapi juga bukti bahwa Indonesia selalu berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Dave.

    Terkait mekanisme keanggotaan Board of Peace, Dave menjelaskan bahwa terdapat alokasi dana rekonstruksi Gaza sebesar US$ 1 miliar. Namun, kontribusi tersebut bersifat tidak wajib. Negara yang membayar akan menjadi anggota tetap, sementara negara yang tidak membayar hanya memiliki masa keanggotaan selama tiga tahun.

    “Saat ini, Indonesia belum membayar,” ungkap Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 tersebut. Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di Board of Peace tidak bersifat permanen. Pemerintah, menurut Dave, tetap memiliki ruang untuk mengevaluasi keterlibatan Indonesia jika arah kebijakan forum tersebut tidak sejalan dengan tujuan utama perdamaian.

    “Sikap adaptif ini adalah bentuk diplomasi yang cerdas dari Presiden Prabowo. Indonesia tetap menjaga kepentingan nasional, namun di sisi lain sekaligus memperkuat peran globalnya,” kata dia.

    “Dengan demikian, langkah ini bukan hanya mempertegas komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai aktor penting dalam upaya perdamaian dunia,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri, akademisi, praktisi hubungan internasional, hingga pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI untuk membahas arah politik luar negeri Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang akan dijadwalkan secara rutin.

    “Yang bisa saya gambarkan bahwa pertemuan berlangsung secara terbuka. Materi-materi dijelaskan secara terbuka. Kemudian terjadi juga diskusi antara dua arah,” ujar Sugiono kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.

    Menurut dia, Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memegang kedaulatan penuh dalam menentukan arah kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Forum tersebut digelar untuk menjelaskan sekaligus mendiskusikan arah kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.

    Sugiono menegaskan, dalam pertemuan tersebut ia tidak melihat adanya pro dan kontra tajam di antara para tokoh yang hadir dengan Prabowo. “Kalau dianggap pro dan kontra, saya tidak melihat pro dan kontra, tetapi tentu saja dari satu hal ada perspektif yang berbeda yang dibicarakan dan pada ujungnya melihat segala sesuatu khususnya tentang politik luar negeri ini sebagai satu hal yang sama,” katanya.

    Ia mengibaratkan dinamika diskusi seperti melihat kubus Rubik dari berbagai sisi. “Kalau kita melihat kubus, rubiks cube ya, kalau dilihat dari berbagai sisi kan warnanya beda-beda. Tetapi setelah semuanya melihat dari situasi yang menyeluruh dan komprehensif, akhirnya sama-sama sepakat bahwa itu adalah benda yang namanya Rubik’s cube,” ujarnya.

    Dalam sesi tanya jawab, Sugiono menyebut diskusi juga menyinggung isu geopolitik global yang memanas, termasuk situasi di Timur Tengah. “Diskusi bagaimana menghentikan kekerasan, bagaimana meredam ketegangan. Karena bukan saja wilayah di Timur Tengah itu juga pengaruh,” katanya.

    Ia menegaskan Indonesia tetap berpedoman pada satu arah kompas dalam kebijakan luar negerinya, terutama terkait isu Palestina. “Bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam damai,” tandasnya.

    Adapun eks menteri dan wakil menteri luar negeri yang hadir di antaranya:

    • Retno Marsudi – Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024
    • Marty Natalegawa – Menteri Luar Negeri RI periode 2009–2014
    • Alwi Shihab – Menteri Luar Negeri RI periode 1999–2001
    • Hassan Wirajuda – Menteri Luar Negeri RI periode 2001–2009
    • Dino Patti Djalal – Wakil Menteri Luar Negeri periode 2014
    • Triyono Wibowo – Wakil Menteri Luar Negeri periode 2008–2011
    • Abdurahman Mohammad Fachir – Wakil Menteri Luar Negeri periode 2014–2019
    • Pahala Mansury – Wakil Menteri Luar Negeri periode 2023–2024


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Iran Serang Israel dengan Rudal, Serangan Beirut Dianggap Melebihi Batas

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    100 Hari Perang AS-Iran: Dekat Damai, Tapi Selalu Gagal di Detik Akhir

    By adm_imr13 Juni 20260 Views

    Rupiah turun ke Rp 18.000, industri waspadai risiko inflasi

    By adm_imr13 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tips memilih warna lipstik nude yang sempurna tanpa wajah terlihat pucat

    13 Juni 2026

    7 Berita Terpopuler: Bentor Hias Sambut PENAS, Festival Makanan Jalan Raya Dibuka, Mantan Wakil Bupati Meninggal Dunia

    13 Juni 2026

    Festival Pengguna Fazzio dan Grand Filano 2026 Digelar di Surabaya

    13 Juni 2026

    Bursa Asia Meledak: Kospi Turun 8,4% Akibat Serangan Rudal Iran

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?