Hasil Menonjol Diva Ismayana di FMSCT Thailand Motocross Championship 2026
Dalam gelaran FMSCT Thailand Motocross Championship 2026 Round 7 yang berlangsung di Silver Rock Bike Park, Loei, Thailand, Ducati MX Team Indonesia berhasil meraih hasil yang membanggakan. Salah satu pembalap andalan mereka, Diva Ismayana, mampu menempati posisi ketiga dalam kelas utama MX1. Kemenangan ini membuatnya menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang berhasil naik podium pada balapan kelas utama tersebut.
Balapan yang berlangsung dengan persaingan sengit ini memberikan tantangan besar bagi para pembalap. Meskipun begitu, Diva Ismayana berhasil membuktikan kemampuannya dengan penampilan kompetitif sejak awal hingga akhir balapan.
Diva memulai balapan dari posisi kedua dan langsung menunjukkan kecepatan yang impresif. Ia mampu mempertahankan posisinya sepanjang mayoritas jalannya race. Selama hampir 20 menit, ia terus menempel ketat pemimpin lomba sambil menjaga jarak aman dari pesaing di belakangnya.
Sayangnya, insiden kecil terjadi menjelang akhir balapan. Sekitar tiga hingga empat lap sebelum bendera finis dikibarkan, Diva terjatuh di tikungan kedua. Kesalahan tersebut dimanfaatkan oleh Jiraj Wannalak, pembalap tuan rumah, untuk mengambil alih posisi kedua. Meski demikian, Diva tetap mampu bangkit dan melanjutkan balapan hingga akhirnya mengamankan posisi ketiga.
Hasil ini menjadi penting bagi Ducati MX Team Indonesia karena berhasil menyelamatkan kehormatan Indonesia di tengah dominasi pembalap tuan rumah dan internasional lainnya.
Sementara itu, rekan setim Diva, M Zidane, juga menunjukkan performa menjanjikan pada fase awal balapan. Start yang baik membuatnya mampu berada di kelompok depan dan menguntit tepat di belakang Diva pada beberapa lap awal. Namun, karakter lintasan yang keras serta intensitas balapan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap muda tersebut.
Di pertengahan balapan, M Zidane mulai kehilangan ritme setelah terkuras secara fisik dalam mengendalikan Ducati Desmo450 MX. Hal ini membuatnya kehilangan beberapa posisi sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kedelapan.
Meski tidak mendapatkan podium, hasil ini tetap menjadi modal positif bagi Ducati MX Team Indonesia yang kembali menunjukkan daya saingnya di level internasional. Podium yang diraih Diva Ismayana sekaligus memperkuat konsistensi tim dalam bersaing menghadapi para pembalap terbaik di Asia Tenggara.
Dengan hasil balapan putaran ke-7 kali ini, M Zidane berada di posisi ke-10 klasemen sementara pembalap dengan mengoleksi 46 poin, sedangkan Diva Ismayana berada di posisi ke-12 dengan 30 poin.
Diva Ismayana mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan, orang tua, dan Ducati MX Team Indonesia. “Berkat tim, saya bisa balapan tanpa beban dan tanpa khawatir dengan trouble di sisi teknis motor. Hanya saja ada kesalahan sedikit dari saya di akhir-akhir balapan, yang membuat saya terjatuh di tikungan kedua dan kehilangan posisi kedua.”
M Zidane juga berbagi pengalamannya: “Balapan kali ini benar-benar menguras energi. Di awal-awal balapan, saya berhasil melakukan start yang bagus dan langsung berada di posisi ketiga di belakang Diva. Namun di pertengahan balap ada masalah di bagian suspensi yang membuat energi saya terkuras karena harus menahan liarnya motor. Semoga, kedepannya saya bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi.”
Johny Pranata, Team Manager Ducati MX Team Indonesia, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang dicapai. “Kami bersyukur masih bisa membawa pulang podium melalui Diva Ismayana. Secara performa, Diva menunjukkan kecepatan yang sangat baik sepanjang balapan dan hampir mengamankan posisi kedua. Sayangnya, kesalahan kecil di penghujung race membuatnya kehilangan satu posisi. Meski begitu, hasil podium ini tetap penting karena persaingan di FMSCT Thailand Motocross sangat ketat.”
Ia juga menambahkan bahwa untuk Zidane, start yang bagus membuatnya mampu berada di grup depan pada awal balapan. Namun, karena baru kembali dari kompetisi di Eropa, ia kurang siap dengan karakter trek yang berbeda. “Trek di Eropa rata-rata pasir, sedangkan trek di Thailand memiliki tanah keras. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk menghadapi putaran berikutnya.”






