Perayaan Idul Adha dan Tata Cara Berkurban
Idul Adha adalah momen penting dalam kehidupuan umat Islam. Pada hari ini, yaitu 10 Zulhijjah 1447 H, umat Islam merayakan Idul Adha yang juga dikenal sebagai Idul Kurban. Pada momen ini, umat Muslim diwajibkan untuk menyembelih hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban biasanya dilakukan setelah Shalat Id. Namun, sebagian masyarakat di Indonesia memilih untuk menyembelih hewan kurban pada tiga hari setelah Shalat Id, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.
Hukum berkurban adalah sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan khususnya bagi umat Islam yang mampu dan berkecukupan. Banyak dalil Alquran yang menjelaskan anjuran berkurban saat momen Idul Adha. Dalam Al-Qur`an surah Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”
Selain itu, dalam surah Al-Kautsar juga jelas perintah Allah untuk berkurban:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (Al-Kautsar: 1-2).
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Sebelum menyembelih hewan kurban, dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Doa tersebut dibacakan dengan harapan agar Allah SWT menerima ibadah kurban yang dilakukan. Berikut doa hendak menyembelih hewan kurban:
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku.”
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban
Tata cara menyembelih hewan kurban sangat penting diperhatikan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Membaca basmalah
- Membaca sholawat nabi (Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad)
- Menghadap ke arah kiblat, baik untuk hewan kurban maupun orang yang akan melakukan penyembelihan (hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri, dan posisi lehernya yang dihadapkan ke kiblat)
- Membaca takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali (Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd)
- Mengucapkan doa (Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm)
- Menggunakan alat yang tajam untuk menyembelih
- Menyembelih hewan kurban dengan tenggorokan, kerongkongan dan dua urat nadi di bagian leher hewan.
Panduan Menyembelih Hewan Kurban
Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. M. Syukron Maksum, berikut ini tata cara penyembelihan hewan kurban:
- Sebaiknya pemilik qurban menyembelih hewan kurbannya sendiri. Apabila pemilik kurban tidak bisa menyembelih sendiri maka sebaiknya dia ikut datang menyaksikan penyembelihannya.
- Memakai alat yang tajam untuk menyembelih.
- Hewan yang disembelih dibaringkan di atas lambung kirinya dan dihadapkan ke kiblat, kemudian pisau ditekan kuat-kuat supaya cepat putus.
- Ketika akan menyembelih disyari’atkan membaca, “Bismillaahi wal-laahu akbar”.
- Setelah itu diikuti bacaan: “Hadza minka wa laka,” (HR. Abu Daud) atau “Hadza minka laka ‘anni / ‘an fulan (disebutkan nama shahibul qurban)”.
- Berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, “Allahumma taqabbal minni / min fulan (disebutkan nama shahibul qurban)”.
Hewan qurban hanya boleh dari kalangan Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak tertentu) yakni onta, sapi, atau kambing dan tidak boleh selain itu. Allah berfirman, “Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezeki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam)”.
Waktu dan Tempat Menyembelih Hewan Qurban
Waktu yang tepat untuk menyembelih hewan qurban adalah pada hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyriq). “Setiap hari taysriq adalah (hari) untuk menyembelih (qurban),” (HR. Ahmad dan Baihaqi). Tidak ada perbedaan waktu siang atau malam, baik siang dan malam sama-sama diperbolehkan. Namun, para ulama sepakat bahwa penyembelihan qurban tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya fajar di hari Idul Adha. “Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat Ied maka sesungguhnya dia menyembelih untuk dirinya sendiri (bukan qurban). Dan barangsiapa yang menyembelih sesudah salat, maka qurbannya sempurna dan dia telah menepati sunahnya kaum muslim,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tempat yang disunahkan untuk menyembelih adalah tanah lapang tempat salat Ied diselenggarakan, namun juga dibolehkan untuk menyembelih qurban di tempat manapun yang disukai, baik di rumah sendiri maupun di tempat lain. “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyembelih kambing dan onta (qurban) di lapangan tempat salat,” (HR. Bukhari).
Tips Memilih Hewan Kurban
Sebelum membeli hewan kurban untuk disembelih, pastikan terlebih dahulu bahwa hewan tersebut telah memenuhi syarat yang disyariatkan dalam Islam. Biasanya Hewan yang biasa dikurbankan adalah sapi, kambing, atau domba. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi SAW.
Dari al-Barra bin Azib RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan Qurban, yaitu: yang (matanya) jelas-jelas buta (picek), yang (fisiknya) jelas-jelas dalam keadaan sakit, yang (kakinya) jelas-jelas pincang, dan yang (badannya) kurus lagi tak berdaging.”(HR. At-Tirmidzi no 1417 dan Abu Dawud no 2420. Hasan sahih).
Berikut tips memilih hewan kurban yang sah sesuai dengan syariat Islam:
Sehat
Ciri-ciri hewan yang sehat ialah harus memiliki bulu bersih dan mengkilat, ukuran tubuhnya gemuk dan lincah, wajahnya tidak menampakkan raut seperti sakit atau lemas. Hewan kurban yang sehat juga harus memiliki nafsu makan yang baik, dan lubang kumlah yang bersih dan normal. Lubang kumlah ialah bagian mulut, mata, hitung, telinga, dan anus hewan kurban. Hewan yang akan dikurbankan pun harus terbebas dari demam dan memiliki suhu badan normal yakni 37 derajat celcius.Hewan Kurban Tidak Cacat
Hewan ternak yang akan dikurban haruslah dalam keadaan baik atau tidak cacat. Pastikan hewan tersebut tidak pincang, tidak buta, dan telinganya tidak rusak (tetapi kesepakatan ulama bahwa bekas Eartag atau penanda lainnya yang bukan suatu kecacatan, bisa digunakan untuk kurban).Hewan Kurban Cukup Umur
Hewan ternak yang akan dikurbankan memiliki batasan umur minimal dan berbeda-beda sesuai jenisnya. Untuk hewan kambing/domba harus berumur lebih dari 1 tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Hewan sapi/kerbau harus berumur lebih dari 2 (dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Hewan ternak jantan tidak dikastrasi/kebiri, dan memiliki testis/buah zakar lengkap (2 buah), serta bentuk dan letaknya simetris.Kepemilikan Hewan Kurban
Hewan ternak yang akan dikurban haruslah milik sendiri, hasil dari ternak sendiri atau melalui transaksi jual beli yang sah. Hewan kurban dianggap tidak sah bila berasal dari hasil yang tercela, misalnya melalui merampok atau mencuri. Pastikan hewan ternak yang anda miliki didapatkan dari hasil yang baik, agar sah dan sesuai dengan syariat Islam.







