Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir

    5 Maret 2026

    Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama

    5 Maret 2026

    Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda

    5 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 6 Maret 2026
    Trending
    • Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir
    • Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama
    • Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda
    • Tiga Pencuri Motor di Lamandau Terancam Hukuman Baru
    • Tiga Pantai Unik untuk Menyaksikan Sunset Ikonik di Bali
    • Dajjal: Arti Kata dan Kaitannya dengan Serangan Amerika-Israel ke Iran
    • Apa yang Terjadi Jika Manusia Bisa Melihat Gelombang WiFi?
    • Ulasan Lengkap Yamaha Freego S 2026 Magma Black: Teknologi Y Connected dan Desain Mewah
    • Permintaan Maaf Menag Nasaruddin Umar Usai Pernyataan Zakat Viral
    • Mengenal Peran Bea Cukai dalam Ekonomi dan Aturan Barang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Ekonomi Pasca Bencana: Huntap Tanah Datar Jadi Pusat Pertanian dan Pengrajin

    Ekonomi Pasca Bencana: Huntap Tanah Datar Jadi Pusat Pertanian dan Pengrajin

    adm_imradm_imr27 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Program Pemulihan Ekonomi untuk Warga Terdampak Banjir di Tanah Datar

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar tidak hanya fokus pada pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 lalu, tetapi juga menyiapkan berbagai program pemulihan ekonomi. Tujuannya adalah agar warga terdampak dapat kembali mandiri dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

    Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyatakan bahwa membangun rumah saja tidak cukup untuk memulihkan kehidupan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemulihan ekonomi sebagai bagian dari upaya pascabencana.

    “Rumah dibangun, tapi ekonomi juga harus bangkit. Itu yang sedang kita upayakan,” ujar Eka Putra saat diwawancarai oleh Infomalangraya.com di rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026).

    Pembagian Rumah Terdampak dan Skema Relokasi

    Berdasarkan data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, sebanyak 353 rumah terdampak banjir bandang, terdiri dari kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Untuk rumah rusak berat, pemerintah menawarkan pembangunan huntap melalui dua skema, yakni mandiri dan terpadu.

    Pada skema terpadu, sebanyak 80 unit huntap kini mulai dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare. Pembangunan ini menjadi tahap awal relokasi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni. Namun, menurut Eka Putra, relokasi harus dibarengi dengan upaya peningkatan kesejahteraan warga. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan program pemberdayaan di kawasan huntap.

    Kelompok Usaha untuk Meningkatkan Penghasilan

    Pemkab membentuk sejumlah kelompok usaha, di antaranya kelompok penjahit dan kelompok tani. Untuk kelompok penjahit, warga akan mendapatkan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Datar. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk bantuan mesin jahit.

    “Setelah dilatih, mereka bisa langsung bekerja. Mesin jahit kita upayakan bantuannya,” katanya.

    Sementara kelompok tani akan memanfaatkan lahan yang masih tersedia di sekitar lokasi huntap untuk menanam jagung. Kebutuhan jagung di Tanah Datar yang cukup tinggi dinilai menjadi peluang usaha baru bagi warga relokasi.

    “Bibit disiapkan oleh Pemda. Jadi masyarakat yang tinggal di huntap nanti tidak hanya punya rumah, tapi juga punya penghasilan,” ujarnya.

    Selain jagung, pemerintah juga mengusulkan bantuan penanaman pisang serta dukungan sektor pertanian lainnya sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi pascabencana.

    Rehabilitasi Infrastruktur dan Akses Warga

    Di sisi lain, proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terus berjalan. Normalisasi sungai telah dilakukan, sejumlah ruas jalan yang terdampak mulai diperbaiki, serta jembatan darurat di kawasan Malalo dipasang untuk membuka kembali akses masyarakat.

    Eka Putra menegaskan, penanganan pascabencana di Tanah Datar kini memasuki tahap pemulihan menyeluruh, tidak hanya membangun kembali yang rusak, tetapi juga memastikan warga terdampak dapat kembali mandiri secara ekonomi.

    “Fokus kita sekarang bagaimana masyarakat bisa bangkit kembali dan kehidupan mereka berjalan normal,” tutupnya.

    Larangan Membangun Rumah di Zona Merah

    Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan warga korban banjir bandang akhir November 2025 lalu di tiga kecamatan tidak diperbolehkan kembali membangun rumah di kawasan zona merah atau daerah rawan bencana. Penegasan itu disampaikannya saat diwawancarai Infomalangraya.comdi rumah dinasnya, Kamis (19/2/2026) malam.

    “Tentu tidak boleh. Itu daerah rawan, zona merah. Tidak bisa ditinggali lagi. Nanti ada kajian dari Badan Geologi terkait zona merah ini,” ujar Eka Putra.

    Ia menekankan, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Karena itu, bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat dan berada di kawasan rawan, pemerintah menawarkan relokasi ke hunian tetap (huntap).

    Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati, sebanyak 353 rumah terdampak banjir bandang, terdiri dari rusak berat, sedang, dan ringan. Untuk kategori rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan huntap melalui dua skema, yakni mandiri dan terpadu.

    Untuk skema terpadu, Pemkab Tanah Datar telah menyurati Danantara dan mendapat respons cepat. Saat ini, pembangunan 80 unit huntap tengah berlangsung di atas lahan seluas 1,8 hektare yang diperuntukkan bagi 80 kepala keluarga (KK).

    “Sekarang kita bangun 80 unit dulu. Nanti kita komunikasikan lagi dengan masyarakat, mana yang memilih mandiri dan mana yang terpadu,” jelasnya.

    Sementara menunggu huntap rampung, sebagian warga tinggal di hunian sementara (huntara) dan sebagian lainnya menumpang di rumah keluarga. Tercatat 28 unit huntara bantuan Danantara dan 23 unit bantuan BNPB telah dihuni seluruhnya.

    Adapun warga yang tinggal di rumah sanak saudara di Padang Panjang, Bukittinggi, maupun sekitar Batusangkar, mendapatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang kini tengah diproses pencairannya oleh BNPB.

    Pemulihan Ekonomi dan Infrastruktur

    Eka Putra menyebut, rumah rusak berat paling banyak berada di tiga kecamatan, yakni Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto. Di sisi lain, proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur juga terus berjalan. Normalisasi sungai telah dilakukan dan ditangani oleh Adhi Karya. Sejumlah ruas jalan yang terdampak mulai diperbaiki, termasuk pemasangan jembatan Aramco di kawasan Malalo.

    Sektor pertanian pun mulai menerima bantuan pemulihan. Tak hanya merelokasi warga dari zona rawan, pemerintah daerah juga menyiapkan konsep pemberdayaan ekonomi di kawasan huntap.

    Pemerintah membentuk kelompok usaha bagi warga relokasi, seperti kelompok penjahit dan kelompok tani. Warga akan mendapatkan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Tanah Datar serta bantuan mesin jahit bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian.

    Selain itu, lahan yang masih tersedia di sekitar huntap akan dimanfaatkan untuk menanam jagung, dengan bibit disiapkan oleh pemerintah daerah.

    “Jadi bukan hanya rumah yang kita bangun, tapi bagaimana mereka bisa hidup dan ekonominya meningkat. Itu yang sedang kita siapkan,” katanya.

    Ia menambahkan, pemulihan ekonomi menjadi kebutuhan mendesak dalam penanganan pascabencana di Tanah Datar, termasuk melalui dukungan sektor pertanian seperti penanaman pisang dan komoditas lainnya.

    “Rumah penting, tapi ekonomi juga harus pulih. Itu yang terus kita dorong,” tutup Eka Putra.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengenal Peran Bea Cukai dalam Ekonomi dan Aturan Barang

    By adm_imr5 Maret 20260 Views

    China Hentikan Tarif Pertanian Kanada Usai Kunjungan PM Carney

    By adm_imr5 Maret 20262 Views

    Pajak untuk Parkiran Karyawan: Ini Penjelasannya

    By adm_imr5 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemkab Lamongan Evaluasi Menu MBG, Polemik Emak-Emak Berakhir

    5 Maret 2026

    Cara Baru Anak Muda Berolahraga Sambil Hangout Bersama

    5 Maret 2026

    Gelar Konsolnas 2026, Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Pemda

    5 Maret 2026

    Tiga Pencuri Motor di Lamandau Terancam Hukuman Baru

    5 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?