Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    25 Mei 2026

    Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap

    25 Mei 2026

    Haji: Momentum Menghargai Perbedaan

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game
    • Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap
    • Haji: Momentum Menghargai Perbedaan
    • Penyebaran HIV/AIDS di Kupang, IRT Jadi Penderita Terbanyak Kedua
    • 5 Kuliner Legendaris Boyolali, Rasa Enak Harga Terjangkau
    • Menjelajah dan Berkisah: Perjalanan Ima sebagai Content Creator Travel
    • Seni Menikmati Kesendirian: 9 Kebiasaan yang Membuat Sendiri Terasa Bebas
    • Aliansi Baru Ubah Peta Politik Timur Tengah
    • Rakernis Lalu Lintas 2026 di Auditorium Mutiara PTIK
    • Chery meluas ke Palembang tawarkan mobil listrik dan hybrid hemat bahan bakar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»EMMA 17, Karya Siswa SMPN 17 Bulukumba Tampil di Guangzhou Award 2026

    EMMA 17, Karya Siswa SMPN 17 Bulukumba Tampil di Guangzhou Award 2026

    adm_imradm_imr3 Maret 202610 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Inovasi EMMA 17: Solusi Lingkungan dari Siswa SMPN 17 Bulukumba

    Di sebuah sekolah kecil di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, terjadi perubahan besar yang dimulai dari masalah kecil. Tumpukan sampah organik di sudut pagar sekolah, yang bercampur aroma daun basah dan sisa makanan dari kantin, menjadi awal dari inovasi yang akan mengguncang dunia. Inovasi ini diberi nama EMMA 17.

    EMMA 17 adalah produk mikroorganisme non-kimia yang dikembangkan sebagai dekomposer alami untuk mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi pupuk. Inovasi ini resmi diperkenalkan oleh UPT SPF SMPN 17 Bulukumba pada Rabu, 30 Juli 2025. Produk ini dibuat dari bahan-bahan alami lokal seperti daun-daunan, buah-buahan, serta bahan organik lain yang mudah ditemukan di sekitar sekolah dan desa. Prosesnya melibatkan fermentasi yang menghasilkan koloni mikroorganisme bermanfaat.

    Mikroba yang dikembangkan mencakup jenis-jenis dekomposer alami seperti lactobacillus sp. dan bakteri pelarut fosfor—mikroorganisme yang berperan dalam mempercepat pembusukan bahan organik dan meningkatkan kualitas tanah. Inovasi ini lahir dari semangat kolaborasi dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Pendampingan dari Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) sangat penting dalam proses perencanaan hingga produksi EMMA 17.

    KSPS telah mempromosikan sistem pertanian alami di Desa Salassae sejak 2011, dikenal aktif mengembangkan pertanian tanpa bahan kimia sintetis. Dengan EMMA 17, sampah daun yang sebelumnya menjadi masalah kini berubah menjadi bahan baku pupuk organik. Limbah dapur kantin tak lagi sekadar dibuang, tetapi difermentasi menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan kembali untuk kebun sekolah dan lahan pertanian warga.

    Pendidikan Lingkungan yang Nyata, Bukan Hanya Teori

    Program ini berangkat dari persoalan konkret: tumpukan sampah daun, bau limbah organik, dan rendahnya pemahaman tentang pengelolaan sampah. Alih-alih sekadar membersihkan, sekolah memilih menjadikannya laboratorium hidup. Melalui EMMA 17, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan pembuatan mikroorganisme alami dari bahan-bahan lokal.

    Proses pembuatannya mengajarkan tahapan ilmiah: identifikasi masalah, perumusan hipotesis, uji coba fermentasi, pengamatan reaksi, hingga evaluasi hasil. Siswa memahami bahwa mikroorganisme bukan sekadar istilah di buku biologi, melainkan agen kehidupan yang mampu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertanian alami.

    Pendekatan ini sejalan dengan dorongan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta, yang dalam pembukaan Kompetisi Inovasi Panrita 2025 di Gedung Pinisi, Jumat, 29 Agustus 2025, menegaskan bahwa inovasi harus memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. “Dari sekian banyak inovasi, kita harus mapping yang mana bisa memberi manfaat untuk memajukan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Bulukumba kala itu.

    Dalam konteks itu, EMMA 17 bukan hanya solusi pengelolaan sampah sekolah, tetapi juga potensi dukungan bagi pertanian alami desa—mengurangi ketergantungan pada pupuk berbahan kimia sintetis dan menekan biaya produksi petani.

    Dari Desa ke Panggung Global

    Setelah meraih Juara 1 Kompetisi Inovasi Panrita Kabupaten Bulukumba 2025, EMMA 17 kini menjadi salah satu dari 11 inovasi yang didaftarkan Bulukumba ke The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026. Di forum internasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Guangzhou bersama United Cities and Local Governments (UCLG) dan Metropolis itu, inovasi dinilai berdasarkan kebaruan, efektivitas, keberlanjutan, serta potensi replikasi.

    EMMA 17 memiliki narasi kuat: pendidikan berbasis praktik, kolaborasi sekolah dan komunitas desa, serta solusi ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal. Ia bukan proyek instan, melainkan bagian dari pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi.

    Dari tumpukan daun di sudut sekolah, kini lahir pesan yang lebih luas: bahwa perubahan besar bisa dimulai dari masalah kecil yang ditangani dengan ilmu dan kepedulian. Dan ketika nama EMMA 17 disebut di panggung dunia, ia tak sekadar mewakili sebuah sekolah—ia membawa cerita tentang desa yang memilih mengurai sampahnya sendiri, lalu mengubahnya menjadi harapan bagi masa depan pertanian alami.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    By adm_imr25 Mei 20260 Views

    Ramalan Zodiak 23 Mei 2026: Karier, Kesehatan, Keuangan, dan Cinta untuk Aries, Taurus, Gemini

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis

    By adm_imr24 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kepala Siswa SMP Singkawang Pecah Akibat Perkelahian Game

    25 Mei 2026

    Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap

    25 Mei 2026

    Haji: Momentum Menghargai Perbedaan

    25 Mei 2026

    Penyebaran HIV/AIDS di Kupang, IRT Jadi Penderita Terbanyak Kedua

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?