Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

    13 September 2026
    Menjaga Waras di Tengah Riuh Jemari: Panduan Merawat Kesehatan Mental Lewat Layar Ponsel

    Menjaga Waras di Tengah Riuh Jemari: Panduan Merawat Kesehatan Mental Lewat Layar Ponsel

    13 September 2026
    Menjaga Kesehatan Rambut di Tengah Paparan Kelembapan dan Terik Matahari Iklim Tropis

    Menjaga Kesehatan Rambut di Tengah Paparan Kelembapan dan Terik Matahari Iklim Tropis

    13 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 13 September 2026
    Trending
    • Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja
    • Menjaga Waras di Tengah Riuh Jemari: Panduan Merawat Kesehatan Mental Lewat Layar Ponsel
    • Menjaga Kesehatan Rambut di Tengah Paparan Kelembapan dan Terik Matahari Iklim Tropis
    • Strategi Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman dan Bebas Finansial
    • Menu Sarapan Sinergis untuk Menjaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari
    • Strategi Jitu Mengolah Stres Kerja dan Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Kantoran
    • Waspada Modus Pembeli Borongan, Toko Sembako Adib Nyaris Jadi Sasaran Penipuan
    • Menyembuhkan Pikiran yang Lelah Melalui Rehat Sejenak dari Layar Gawai
    • Mengurai Ruang Mental yang Sesak Lewat Keajaiban Sederhana Praktik Journaling Harian
    • Panduan Merawat Wajah Bagi Pemula Tanpa Harus Menguras Kantong Dan Waktu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Ibu 2 anak tewas setelah digigit kucing liar saat mencuci baju, luka kecil jadi maut

    Ibu 2 anak tewas setelah digigit kucing liar saat mencuci baju, luka kecil jadi maut

    adm_imradm_imr25 Juni 202614 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga Akibat Suspek Rabies

    Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Jembrana, Bali, meninggal dunia setelah diduga terinfeksi rabies akibat serangan kucing liar. Korban, yang bernama Ni Ketut Sari atau NKS (38), dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSU Negara. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran virus rabies di sekitar lokasi kejadian.

    Kronologi Kejadian

    Peristiwa bermula pada bulan April 2026 saat Ni Ketut Sari sedang melakukan aktivitas rumah tangga berupa menjemur pakaian di depan kediamannya. Tiba-tiba, muncul seekor kucing liar yang tidak diketahui asal-usulnya dan langsung menyerang korban. Kucing tersebut dilaporkan menggigit atau mencakar bagian betis kaki kanan korban.

    Karena menganggap luka yang dialaminya berukuran kecil dan cenderung sepele, Ni Ketut Sari memutuskan untuk tidak memeriksa diri atau berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Korban hanya melakukan penanganan mandiri dengan mencuci luka gigitan/cakaran tersebut menggunakan sabun di bawah air mengalir. Selain itu, ia juga tidak melaporkan kejadian tersebut sehingga sama sekali tidak mendapatkan suntikan Vaksin Antirabies (VAR).

    Hewan liar yang menyerang korban langsung dieksekusi oleh warga sekitar tanpa adanya laporan ke instansi terkait. Hal ini menyebabkan petugas tidak dapat mengambil sampel otak hewan untuk diuji di laboratorium guna memastikan status positif atau negatif rabies pada kucing tersebut.

    Gejala Muncul Sebulan Kemudian

    Memasuki pertengahan Mei, masa inkubasi virus diduga mulai selesai hingga memicu timbulnya gejala klinis. Tepat sebulan setelah insiden serangan, yakni pada Sabtu, 23 Mei 2026, kondisi kesehatan Ni Ketut Sari mendadak memburuk secara drastis. Korban mulai mengalami gejala khas hidrofobia (takut air), aerofobia (takut hembusan angin), gelisah, hingga sesak napas.

    Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, pihak keluarga bergegas melarikan korban ke Puskesmas setempat, sebelum akhirnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Negara pada sore menjelang malam hari pukul 18.42 WITA. Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara, dr. Gusti Ngurah Putu Adnyana, membenarkan situasi darurat saat pasien pertama kali tiba di rumah sakit.

    “Saat datang, pasien mengeluhkan takut air, gelisah saat terkena angin, dan sesak napas sejak satu hari sebelumnya. Kondisi pasien bahkan sudah memberontak saat diberikan air minum dan oksigen,” kata Putu Adnyana saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

    Setelah melalui pemeriksaan awal, pasien didiagnosis mengalami ensefalitis atau peradangan pada otak akibat infeksi virus. Tim medis pun langsung memindahkan korban ke ruang perawatan khusus untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP) rumah sakit.

    Langkah Dinas Kesehatan dan Sosial

    Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, menambahkan bahwa pascakematian korban, tim medis langsung bergerak melakukan tracing dan memberikan proteksi dini kepada lingkaran terdekat. “Setelah itu kita langsung melakukan penelusuran di sekitar tempat tinggal korban kasus suspek rabies tersebut. Kemudian untuk VAR kita sudah berikan ke keluarga terdekat sebagai antisipasi,” tegas Oka Parwata.

    Kematian warga Desa Tukadaya ini langsung direspons cepat oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyatakan pihaknya langsung menggelar program eliminasi dan vaksinasi darurat. “Sejak menerima laporan (adanya warga meninggal dunia suspek rabies), kita lakukan vaksinasi emergency di sekitar lokasi atau rumah warga tersebut,” kata Sugiarta.

    Dari operasi darurat tersebut, petugas di lapangan berhasil menyuntikkan vaksin rabies kepada 21 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) di sekitar permukiman korban, serta melakukan kontrol populasi terhadap 4 ekor hewan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen

    By adm_imr25 Agustus 20262 Views

    Dalil praperadilan Febrie Adriansyah dibantah Kejagung, tegaskan soal penyalahgunaan jabatan

    By adm_imr24 Agustus 20260 Views

    8 Fakta Mengejutkan Wanita Balikpapan Jadi Korban KDRT Diteror Mantan Suami Usai Cerai

    By adm_imr24 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

    13 September 2026
    Menjaga Waras di Tengah Riuh Jemari: Panduan Merawat Kesehatan Mental Lewat Layar Ponsel

    Menjaga Waras di Tengah Riuh Jemari: Panduan Merawat Kesehatan Mental Lewat Layar Ponsel

    13 September 2026
    Menjaga Kesehatan Rambut di Tengah Paparan Kelembapan dan Terik Matahari Iklim Tropis

    Menjaga Kesehatan Rambut di Tengah Paparan Kelembapan dan Terik Matahari Iklim Tropis

    13 September 2026
    Strategi Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman dan Bebas Finansial

    Strategi Mengelola Gaji Bulanan Agar Tabungan Tetap Aman dan Bebas Finansial

    13 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?