Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Trump Selamat dari Penembakan Saat Makan Malam Gedung Putih – Apa yang Diketahui?

    29 April 2026

    7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Harus Pertahankan Kehormatan Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur vs Arema FC

    29 April 2026

    Persiapan Phintraco Jadi Penyedia Likuiditas 5 Saham di BEI

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Trump Selamat dari Penembakan Saat Makan Malam Gedung Putih – Apa yang Diketahui?
    • 7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Harus Pertahankan Kehormatan Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur vs Arema FC
    • Persiapan Phintraco Jadi Penyedia Likuiditas 5 Saham di BEI
    • Kasus Penganiayaan di Daycare Little Aresha, 30 Orang Diamankan, 53 Anak Jadi Korban
    • Sentuhan lawan jenis saat tawaf, harus ulangi wudhu?
    • Akses Kesehatan Terbatas, Warga Kalumpang Mamuju Ditransfer 8 Jam ke Luwu Utara
    • Mengunyah tidak benar: dampak pada sistem pencernaan
    • Cara Menggunakan Toilet Pesawat, Jaga Kesucian Jemaah Haji
    • Jadwal Film Bioskop Padang 25 April 2026: Kupilih Jalur Langit hingga Para Perasuk
    • Menteri Luar Negeri Iran Bertemu PM Pakistan, Apa yang Dibahas?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Ibu Noni menangis, meminta keadilan hukum atas kematian putrinya yang masih pelajar SMP

    Ibu Noni menangis, meminta keadilan hukum atas kematian putrinya yang masih pelajar SMP

    adm_imradm_imr26 Maret 20268 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP di Sikka: Proses Hukum yang Masih Bergulir

    Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sikka, STN (14) alias Noni, masih menjadi perhatian masyarakat hingga saat ini. Tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini telah diamankan, namun keluarga korban merasa proses hukum belum selesai karena ada barang bukti yang hilang dan salah satu pelaku sempat kabur dari pengawasan polisi.

    Kronologi Singkat

    Pada 20 Februari 2026, Noni pergi ke rumah kakak kelasnya, FRG, untuk mengambil gitar yang sering dipinjam. Namun, ia tidak pernah kembali. Pada 23 Februari 2026, jasad Noni ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Sikka. Polisi mengonfirmasi adanya dugaan pemerkosaan dan pembunuhan.

    Akhir Februari 2026, polisi menetapkan FRG sebagai tersangka utama. Pada Maret 2026, kasus masih bergulir. Keluarga menilai proses hukum belum tuntas karena ada barang bukti yang hilang dan salah satu pelaku sempat kabur dari pengawasan polisi.

    Perkembangan Terbaru

    Tiga tersangka ditangkap, semuanya masih memiliki hubungan keluarga. Barang bukti yang hilang termasuk jari, sebagian rambut, dan ponsel korban yang belum ditemukan. Salah satu tersangka, SG, sempat melarikan diri saat dibawa berobat ke RSUD TC Hillers Maumere, yang memicu kemarahan warga yang mengepung Polres Sikka.

    Aksi solidaritas dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dengan menggelar misa, doa bersama, serta aksi 1000 lilin di Taman Doa Kristus Raja Maumere untuk menuntut keadilan. Febrinus Betho, perwakilan keluarga korban, menegaskan bahwa keluarga tidak akan berhenti menuntut keadilan. Mereka menyoroti kelalaian aparat dalam menjaga tersangka dan meminta agar kasus ini ditangani dengan transparan.

    Luka Keluarga, Tuntutan Keadilan, dan Cermin Sosial

    Kasus kematian STN alias Noni, siswi kelas VIII SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi sorotan. Remaja berusia 14 tahun yang akrab disapa Noni itu ditemukan tewas di Kali Watuwogat pada Senin, 23 Februari 2026.

    Awalnya, Noni dilaporkan hilang sejak Jumat, 20 Februari, ketika ia pergi mengambil gitar di rumah seorang kakak kelas, FRG. Di rumah tersebut terjadi perselisihan yang berujung tragis. Menurut keterangan polisi, korban menolak tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh FRG dan mengancam akan melaporkannya. Ketegangan meningkat, telepon genggam korban dirampas, dan kontak fisik terjadi. Dalam kondisi emosi, FRG mengambil parang dan menyerang Noni hingga meninggal dunia.

    Setelah kejadian, jasad korban sempat disembunyikan di belakang rumah dengan daun talas dan bambu sebelum akhirnya ditemukan. FRG kemudian melarikan diri ke Kabupaten Ende, namun berhasil diamankan. Polisi menetapkan FRG sebagai tersangka dengan jeratan pasal berat, meski proses hukum tetap mengikuti ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih berstatus anak.

    Luka Keluarga

    Bagi keluarga, kehilangan Noni adalah pukulan yang tak terbayangkan. Echo, kakak kandung sekaligus sosok yang paling dekat dengan Noni, mengungkapkan betapa adiknya adalah cahaya dalam keluarga. Dari Echo, Noni belajar bermain gitar. Gitar yang menjadi barang bukti kasus ini adalah hadiah ulang tahun dari Echo, dibeli dengan gaji pertamanya.

    “Saya sangat menyesal seumur hidup. Kalau dulu saya tidak pernah mengajar Noni gitar, tidak pernah membeli gitar, mungkin sekarang tidak begini. Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Hanya ada penyesalan. Kami hanya ingin keadilan yang seadil-adilnya,” ungkap Echo dengan menahan tangis.

    Kenangan terakhir yang ia simpan adalah video WhatsApp dari Noni yang memainkan lagu favoritnya dengan gitar. Itu menjadi petikan terakhir yang ia dengar sebelum adiknya hilang.

    Keluarga Tuntutan Keadilan

    Keluarga menegaskan harapan agar aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku. “Kami tidak menuntut Noni hidup kembali. Kami hanya ingin para pelaku dihukum sesuai perbuatan keji terhadap adik saya,” tegas Echo.

    Meski menyadari bahwa negara ini berlandaskan hukum, keluarga tetap berharap proses peradilan berjalan transparan dan tuntas. Bagi mereka, keadilan adalah satu-satunya jalan untuk sedikit meredakan luka mendalam.

    Kehilangan yang Tak Tergantikan

    Noni dikenal sebagai sosok yang ceria, selalu menyapa kakaknya saat pulang dan pergi kerja. Rumah kini terasa kosong tanpa kehadirannya. Echo, sebagai anak pertama, berusaha tetap kuat demi ayah dan ibu. “Kalau saya lemah, mereka juga ikut terpukul. Jadi saya harus menguatkan mama dan bapak,” katanya.

    Kehilangan ini bukan hanya kehilangan seorang anak, tetapi juga kehilangan harapan, tawa, dan kehangatan yang selama ini mengisi rumah sederhana mereka. Kasus ini bukan hanya soal penegakan hukuman, tetapi juga soal keadilan. Agar tragedi begini tidak terulang.

    Bagi masyarakat Sikka, Noni adalah simbol betapa berharganya setiap anak, betapa rapuhnya kehidupan, dan betapa pentingnya sistem hukum yang berpihak pada korban. Kenangan tentang Noni akan selalu hidup dalam keluarga yang mencintainya. Dan bagi masyarakat, kisah ini adalah pengingat bahwa melindungi anak-anak adalah tanggung jawab bersama.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dua warga Sragen ditangkap polisi saat tanam sabu di SPBU hingga mall di jalur Karanganyar-Solo

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Kasus Penganiayaan di Daycare Little Aresha, 30 Orang Diamankan, 53 Anak Jadi Korban

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum

    By adm_imr28 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Trump Selamat dari Penembakan Saat Makan Malam Gedung Putih – Apa yang Diketahui?

    29 April 2026

    7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Harus Pertahankan Kehormatan Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur vs Arema FC

    29 April 2026

    Persiapan Phintraco Jadi Penyedia Likuiditas 5 Saham di BEI

    29 April 2026

    Kasus Penganiayaan di Daycare Little Aresha, 30 Orang Diamankan, 53 Anak Jadi Korban

    29 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?