Dua Mahasiswi Jadi Korban Begal di Jalur Wisata Bhakti Alam
Dua mahasiswi menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oleh komplotan begal bersenjata celurit saat mereka melintasi jalur wisata Bhakti Alam, Pasuruan. Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari Sabtu (2/5/2026) ketika kedua korban sedang berencana untuk mendaki gunung.
Salah satu korban, HY, mengalami luka robek di bahu kiri hingga membutuhkan 18 jahitan. Ia sempat melawan pelaku namun akhirnya terkena sabetan celurit. Luka yang dialaminya membuat HY harus menjalani fisioterapi dan masih merasa kesulitan dalam bergerak.
“Kami mencoba mempertahankan motor. Ada tarik-menarik, tapi sebentar saja. Lalu kami dibacok, ini yang sebelah kiri,” ujar HY saat ditemui seusai konferensi pers di Mapolda Jatim.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi psikologisnya masih terganggu. “Saya belum sampai ke tahap berobat ke psikolog. Cuma kadang-kadang saya tidak berani keluar rumah,” tambahnya.
Penangkapan Pelaku oleh Tim Jatanras
Tim Jatanras Polda Jatim berhasil menangkap dua pelaku setelah melakukan penyelidikan intensif. Pelaku yang ditangkap adalah AI, JF, dan SAS. Menurut AKBP Arbaridi Jamhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, modus para pelaku hanya mencuri, tetapi karena korban melawan, pelaku menggunakan celurit untuk melukai korban.
“Modusnya sebenarnya cuma mencuri. Tapi karena korban melawan, akhirnya pelaku melukai korban dengan celurit,” jelasnya.
Menurut informasi, pelaku melakukan aksinya dengan menunggu korban selama dua kali. Namun, dua korban pertama gagal diambil motornya. Akhirnya, korban ketiga yang merupakan dua mahasiswi ini berhasil dirampas motornya.
Operasi Penumpasan Kejahatan Jalanan
Penangkapan pelaku begal ini merupakan bagian dari operasi besar-besaran yang dilakukan oleh Satgas Polda Jatim dalam memberantas ratusan bandit jalanan sepanjang tahun 2026.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan bahwa masyarakat sangat merespons positif terhadap program Jogo Jatim. “Mari kita jaga Jatim dengan semangat Jogo Jatim. Dan alhamdulillah masyarakat banyak sekali merespon secara positif terkait dengan masalah Jogo Jatim di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya informasi yang cepat agar pihak kepolisian dapat segera bertindak untuk menciptakan ketenangan di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Peristiwa penganiayaan terhadap dua mahasiswi ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan di jalur-jalur wisata. Dengan tindakan cepat dari pihak kepolisian, beberapa pelaku kejahatan telah berhasil ditangkap. Namun, masyarakat tetap perlu waspada dan menjaga lingkungan sekitar untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.






