Kasus Tewasnya Pelaku Jambret yang Digejar oleh Suami, Hogi Minaya
Hogi Minaya (43), warga Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah mengejar dua pelaku penjambretan terhadap istrinya, Arista. Kejadian tersebut berawal ketika Arista meminta Hogi untuk membelikan jajanan pasar di kawasan Berbah, Sleman, pada 26 April 2025 lalu.
Sementara itu, Arista ingin pergi ke Pasar Pathuk, Kota Yogyakarta. Saat mereka bertemu di jembatan Janti, Sleman, sepeda motor Arista tiba-tiba dipepet oleh dua pelaku. Kedua pelaku langsung mengambil tas yang dibawa Arista. Hogi yang mengendarai mobil di belakang Arista, lantas mengejar pelaku penjambretan tersebut.
Selanjutnya, Hogi memepet sepeda motor pelaku yang berujung keduanya oleng dan menabrak tembok hingga terpental. Kedua pelaku pun berujung tewas di lokasi kejadian.
“Motor dan jambretnya itu terpental. Bahkan yang satu itu masih pegang cutter pada waktu posisi tengkurap, enggak sadarkan diri itu masih digenggam cutternya,” kata Arista.
Setelah kejadian tersebut, Hogi sempat akan ditahan. Namun, Arista mengajukan penangguhan penahanan dan berujung dikabulkan oleh Polresta Sleman. Kini, Hogi berstatus sebagai tahanan luar dan mengenakan GPS.
“Saya enggak mau suami saya (ditahan) karena bukan kriminal. Suami saya melakukan untuk melindungi istrinya. Yang dilakukan semua suami jika istrinya dijambret di depan matanya, saya yakin semua suami melakukan hal seperti itu,” ungkapnya.
Di sisi lain, berkas perkara sudah dilimpahkan oleh Polresta Sleman ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman. Alasan Polisi Tetapkan Hogi Jadi Tersangka adalah karena pihak kepolisian melakukan pengusutan dengan meminta keterangan saksi, saksi ahli, hingga gelar perkara. AKP Mulyanto, Kasat Lantas Polresta Sleman, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah rangkaian tahapan selesai.
“Nah, akhirnya kami berani menetapkan tersangka itu, ya rangkaian tahapan sudah kami lakukan,” urainya. “Di situlah unsur-unsur menurut kami sudah terpenuhi dan akhirnya kami menetapkan tersangka kepada yang bersangkutan pengemudi mobil.”
DPR RI Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman
Komisi III DPR RI akan memanggil Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman Bambang Yunianto terkait penetapan tersangka terhadap Hogi Minaya (43), suami korban penjambretan di Sleman. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan kasus tewasnya dua penjambret yang dikejar Hogi setelah merampas tas istrinya, Arista Minaya (39), pada 26 April 2025 lalu.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari keadilan bagi Hogi. “Komisi III DPR memandang perkara ini perlu dilihat secara jernih dan adil, tidak semata-mata membaca pasal, tetapi juga mempertimbangkan nurani dan konteks peristiwa,” ujarnya.
Menurut Habiburokhman, Hogi dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 311 ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), meskipun yang bersangkutan hanya melakukan pengejaran terhadap penjambret. “Kami mempertanyakan penerapan pasal ini kepada Pak Hogi, karena yang lalai justru para penjambret tersebut hingga menyebabkan mereka sendiri meninggal dunia.”
Proses Hukum yang Masih Berlangsung
Habiburokhman juga menyoroti keputusan Kejaksaan Negeri Sleman yang tetap menerima berkas perkara Hogi hingga berujung pada proses persidangan. Menurutnya, kasus ini perlu dilihat dari sudut pandang keadilan substantif, bukan hanya aspek formil hukum.
“Kami berharap Pak Hogi bisa mendapatkan keadilan dan Komisi III akan memantau jalannya proses peradilan ini,” pungkasnya.







