Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Man Utd Temukan Berlian dengan Transfer Rp371 Miliar, Pemain Terbaik Setelah Bruno Fernandes

    15 Maret 2026

    5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros

    15 Maret 2026

    Di Malam Kemuliaan, Surat Al-Qadar Ayat 1-5: Tulisan Arab, Latin, Makna dan Penjelasannya

    15 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 15 Maret 2026
    Trending
    • Man Utd Temukan Berlian dengan Transfer Rp371 Miliar, Pemain Terbaik Setelah Bruno Fernandes
    • 5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros
    • Di Malam Kemuliaan, Surat Al-Qadar Ayat 1-5: Tulisan Arab, Latin, Makna dan Penjelasannya
    • Arti Kata Potluck dan Maknanya dalam Bahasa Gaul
    • Renungan Katolik Harian: Setia Meski Ditolak, Senin 9 Maret 2026
    • Pesan Vidi Aldiano sebelum wafat, penuh harapan untuk kembali sehat
    • Dampak Antrean BBM di Jember, Pertalite Ludes Rp 16 Ribu per Liter
    • Kronologi lengkap dokter Richard Lee ditahan Polda Metro Jaya, sempat live TikTok
    • Tips harum sepanjang hari dari Caitlin Halderman, Karina Mandala, dan SoKlin
    • Zelenskyy Kecewa, Sanksi UE dan Bantuan Ukraina Tertunda
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Lihat rekomendasi saham peternakan menjelang Ramadan

    Lihat rekomendasi saham peternakan menjelang Ramadan

    adm_imradm_imr12 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kinerja Emiten Poultry di Tengah Tantangan Harga Bungkil Kedelai

    Emiten yang bergerak dalam sektor unggas (poultry) menunjukkan kinerja yang bervariasi selama periode Januari hingga September 2025. Momen Ramadan diperkirakan menjadi faktor pendorong utama kinerja emiten poultry pada kuartal I tahun 2026. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, terutama mengenai harga bungkil kedelai (SBM) impor yang meningkat.

    Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menyebutkan bahwa tantangan utama yang dihadapi emiten poultry adalah kenaikan harga SBM impor. SBM sendiri berkontribusi sebesar 25% terhadap biaya bahan baku pakan. Hal ini dapat memengaruhi margin keuntungan perusahaan.

    Selain itu, hubungan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Penguatan harga SBM dunia terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa China berencana meningkatkan pembelian kedelai AS. Hingga akhir Januari, China telah membeli sekitar 12 juta ton, memenuhi komitmen AS setelah gencatan senjata dagang pada akhir Oktober.

    Harry Su menilai bahwa kinerja keuangan emiten poultry di kuartal I – 2026 diperkirakan kuat, terutama didorong oleh musim Ramadan dan Lebaran.

    Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan juga melihat prospek kinerja emiten poultry sangat positif. Pendorong utamanya adalah implementasi penuh Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lonjakan permintaan musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

    Secara historis, harga livebird (unggas hidup) bisa mencapai sekitar Rp 23.000 per kilogram. Sementara David menilai harga ayam broiler pada tahun 2026 stabil cenderung naik karena adanya “Demand Floor” dari program MBG.

    Perubahan Kebijakan Impor Bungkil Kedelai

    Victor Stefano, Analis BRI Danareksa menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk mengalihkan wewenang impor SBM dari perusahaan swasta ke BUMN (PT Berdikari) mulai tahun 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan dan harga pakan yang terkontrol secara nasional.

    SBM tercatat berkontribusi sekitar 20% sampai 25% dari biaya pakan unggas. Untuk menghindari gangguan pasar selama masa transisi, perusahaan swasta masih diizinkan untuk mengimpor SBM secara langsung hingga 31 Maret 2026, dengan volume yang tunduk pada koordinasi dengan PT Berdikari.

    Pemerintah juga mewajibkan para pedagang untuk tidak menimbun stok guna menjaga stabilitas harga. Meskipun Indonesia secara historis memperoleh SBM terutama dari Brasil dan Argentina, Victor menilai impor terpusat dapat mengurangi fleksibilitas dalam pemilihan negara asal.

    Jika kesepakatan perdagangan antar negara menyebabkan lebih banyak impor dari AS, yang secara struktural diperdagangkan dengan harga premium, hal itu dapat meningkatkan biaya pakan dasar efektif, yang diperkirakan sekitar 2%.

    Dampak Kenaikan Biaya SBM pada EBITDA dan Laba Bersih

    Selain harga dasar yang lebih tinggi, biaya SBM akan lebih tinggi karena margin pedagang yang BRI Danareksa perkirakan sekitar 5% berdasarkan margin kotor Berdikari tahun 2024 di segmen penugasan pemerintah.

    Berdasarkan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas, peningkatan biaya SBM sebesar 7% yang dimulai pada April 2026 akan berdampak negatif pada EBITDA tahun 2026 sebesar 1,1% – 3,8% dan laba bersih tahun 2026 sebesar 1,4% – 8,1%.

    Meskipun tertunda, Victor melihat biasanya peningkatan biaya pakan di seluruh industri akan diteruskan ke harga pakan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam jangka panjang, margin pakan akan stabil, tetapi akan menyingkirkan peternakan unggas yang kurang efisien dan/atau menaikkan harga ayam.

    Rekomendasi Saham

    Victor merekomendasikan beli saham CPIN, JPFA, dan Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dengan target harga masing-masing Rp 5.600 per saham, Rp 3.100 per saham, dan Rp 1.500 per saham.

    Harry merekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga Rp 3.100 per saham, buy saham CPIN dengan target harga Rp 6.000 per saham, dan beli saham MAIN dengan target harga Rp 1.500 per saham.

    Sementara David merekomendasikan beli saham JPFA dengan target harga Rp 3.400 per saham.

    JPFA Chart

    by TradingView

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros

    By adm_imr15 Maret 20260 Views

    Siapa Pendiri Nussa Rarra? Ini Profil dan Kisahnya

    By adm_imr14 Maret 20263 Views

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Man Utd Temukan Berlian dengan Transfer Rp371 Miliar, Pemain Terbaik Setelah Bruno Fernandes

    15 Maret 2026

    5 cara bijak manfaatkan THR agar tidak boros

    15 Maret 2026

    Di Malam Kemuliaan, Surat Al-Qadar Ayat 1-5: Tulisan Arab, Latin, Makna dan Penjelasannya

    15 Maret 2026

    Arti Kata Potluck dan Maknanya dalam Bahasa Gaul

    15 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?