Aksi Pencurian Cabai di Blitar Viral di Media Sosial
Di wilayah Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sebuah aksi pencurian cabai berhasil ditangkap oleh warga setempat. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 01.25 WIB dini hari. Pelaku yang telah melakukan aksinya kemudian diamankan oleh warga sekitar.
Video penangkapan pelaku juga menjadi viral di media sosial, termasuk di akun @Blitar Bersuara. Dalam video yang beredar, tampak pelaku yang mengenakan jaket biru sedang diamankan oleh warga setelah melakukan aksinya. Seorang warga dalam video tersebut berkata, “Maling 20 lombok, iki barang e,” yang mengacu pada jumlah cabai yang dicuri.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah pelaku sudah diamankan oleh pihak berwenang atau belum. Namun, video tersebut memicu berbagai komentar dari warganet. Beberapa netizen menulis, “Penakmen malah dijak jagongan,” dan “Malinge ajeng masak blendi.” Ada juga yang berkomentar, “Lah kok sek utuh raine,” serta “Tiyang pundi malinge.” Banyak yang memberi peringatan kepada petani cabai untuk waspada, khususnya saat musim panen.
Kebakaran di Rumah Warga Garum Blitar
Pada hari Kamis (18/6/2026), dapur rumah milik Nanik Indrawati (42 tahun), warga Dusun Ringinrejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ludes terbakar. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada mesin pompa air di dapur rumah korban.
Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Nanik sedang menghadiri acara wali murid di sekolah anaknya. Kejadian pertama kali diketahui oleh tetangga korban, yang mendengar suara letusan mirip petasan dari rumah korban. Setelah dicek, mereka melihat kepulan asap tebal dari dapur rumah Nanik.
Mengetahui hal itu, tetangga korban segera meminta bantuan warga lain untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya. Mereka juga menghubungi call center pemadam kebakaran Kabupaten Blitar.
“Setelah menerima laporan, kami mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi,” kata Kasi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo.
Menurut Tedi, bagian rumah yang terbakar hanya di dapur. Berbagai barang di dapur juga ikut ludes terbakar, seperti lemari baju, televisi, tumpukan kertas, baju, perhiasan, serta beberapa dokumen penting seperti BPKB, ijazah, dan akta lahir.
“Tidak ada korban jiwa. Nilai kerugian materiil yang dialami korban akibat peristiwa kebakaran ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ujarnya.
Menurut Tedi, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada kabel yang mengarah ke tandon air milik korban. Alat otomatis pada tandon air tidak berfungsi, sehingga mesin pompa terus menyala dan mengakibatkan korsleting. Percikan api akibat korsleting listrik diduga membakar tumpukan kertas di dapur korban.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik di dapur milik korban,” katanya.





