Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Monday, 12 October 2026
    Trending
    • Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital
    • Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal
    • Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
    • Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga
    • Evaluasi Kurikulum Nasional Terbaru: Menimbang Beban Mengajar Guru dan Daya Tangkap Siswa
    • Seni Mengelola Stamina dan Rotasi Skuad dalam Perburuan Gelar Liga Top Eropa
    • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi
    • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
    • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Mari, ke Timur

    Mari, ke Timur

    adm_imradm_imr14 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Iran dalam Menghadapi Sanksi dan Kekuasaan Barat

    Iran, sebuah negara dengan peradaban yang kaya sejak zaman pra-Masehi, telah menjadi pusat perhatian bagi banyak kalangan, baik dari para pemimpin negara hingga masyarakat biasa. Bangsa Persia ini dikenal sebagai bangsa yang sabar, tabah, dan kuat, bahkan dalam menghadapi berbagai tantangan selama beberapa dekade.

    Sejak tahun 1979, Iran telah diembargo dan menghadapi sanksi internasional. Meskipun begitu, bangsa ini tetap bertahan dan bahkan akhirnya bangkit melawan kekuatan besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pada tanggal 28 Februari 2026, setelah serangan oleh AS dan Israel, Iran menunjukkan ketangguhannya dengan melakukan perlawanan.

    Sebelum serangan tersebut, terdapat perundingan tentang nuklir antara AS dan Iran yang “nyaris berhasil” dengan mediator Oman dan rencana tahap selanjutnya di Jenewa. Namun, bagi Israel, perundingan itu bukanlah penghentian, tetapi justru memberi waktu bagi program nuklir Iran untuk berkembang. Akibatnya, perundingan nuklir berjalan bersamaan dengan tekanan militer. Ketika dianggap tidak cukup cepat, opsi militer langsung diambil oleh AS dan Israel.

    Dibandingkan dengan masa embargonya yang berlangsung selama hampir 40 tahun, masa perang saat ini yang baru berlangsung selama 40 hari tampaknya tidak terlalu sulit bagi bangsa Persia. Mereka tampak siap berperang, bahkan selama setengah abad, demi membangun kekuatan yang seimbang dengan derita yang dialami selama 47 tahun diisolasi oleh tekanan Barat.

    Pertanyaan menarik muncul: “Bagaimana Iran bisa bertahan selama 47 tahun diembargo lalu menjadi kuat dan berani melawan AS-Israel?” Apa saja yang dilakukan oleh bangsa Persia yang muslim Syiah ini untuk “membangun diri” di bawah sanksi dan tekanan puluhan tahun?

    Berikut adalah jawaban atas pertanyaan tersebut:

    • Iran menyadari bahwa mereka tidak boleh bergantung pada Barat. Maka dari itu, mereka melihat ke Timur.
    • China, yang secara kultural dan historis merupakan bagian dari Timur.
    • Rusia, yang meskipun sekuler, memiliki pengalaman tekanan ekonomi dan politik yang berat, serta menjunjung agama.
    • Korea Utara, yang juga menjadi mitra dalam membangun kemandirian.

    • Dengan adanya China, Rusia, dan Korea Utara, Iran tidak benar-benar sendirian dalam membangun kemandiriannya. Mereka saling mendukung dalam menghadapi tekanan Barat.

    • Dalam masa membangun kemandirian, Iran fokus pada pengurangan impor dan pengembangan industri lokal.

    • Sanksi yang diberikan justru mendorong tumbuhnya industri domestik, termasuk industri militer.
    • Industri militer yang mandiri membuat Iran tidak lagi bergantung pada senjata dari Barat.
    • Sebagai sahabat sesama Timur, Iran dapat membeli senjata dari China, Rusia, dan Korea Utara.

    • Tidak lama lagi, dunia akan mulai menoleh ke Timur. Barat tidak lagi menjadi kiblat sains dan pengetahuan.

    • Timur akan menjadi pusat kajian agama-agama, khususnya Islam.
    • Penelitian dan kajian Islam akan bergeser, terutama dari Kairo Mesir ke berbagai kota di Timur.
    • Alasannya, dunia kini menyaksikan Islam Syiah Iran menggerakkan roda sejarah dan peradabannya ke Timur, bukan ke Barat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi

    Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi

    By adm_imr11 October 20261 Views
    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    By adm_imr10 October 20260 Views
    Menanamkan Jiwa Spiritual pada Generasi Digital Tanpa Mengorbankan Masa Depan Global

    Menanamkan Jiwa Spiritual pada Generasi Digital Tanpa Mengorbankan Masa Depan Global

    By adm_imr9 October 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

    12 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

    12 October 2026
    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

    12 October 2026
    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga

    12 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?