Mengapa Anak-Anak Takut ke Dokter Gigi?
Menurut dokter gigi Milad Shadrooh, yang dikenal dengan julukan The Singing Dentist, kunjungan ke dokter gigi masih menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang, terutama anak-anak. “Persepsi masyarakat terhadap kesehatan gigi sering kali berawal dari pengalaman buruk atau ketakutan yang tidak teratasi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Hellosehat menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa anak-anak merasa takut untuk berkunjung ke dokter gigi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Trauma
Pengalaman pertama kali ke dokter gigi bisa meninggalkan rasa sakit yang membuat anak-anak takut untuk pemeriksaan selanjutnya. Ketakutan ini bisa bertahan lama jika tidak diatasi dengan cara yang tepat.Pengaruh Ucapan Orang Tua
Terkadang, orang tua menggunakan kalimat seperti, “Jangan makan manis, nanti dimarahin dokter gigi!” Kalimat semacam ini bisa membuat anak-anak menganggap dokter gigi sebagai sosok yang jahat, bukan sebagai pihak yang membantu.Bayangan Alat-Alat Kedokteran
Anak-anak mungkin pernah melihat foto atau video yang menunjukkan alat-alat medis yang terlihat menakutkan. Hal ini bisa memperkuat rasa takut mereka terhadap dokter gigi.Kesehatan Gigi yang Buruk
Anak-anak dengan kondisi gigi yang tidak sehat sering kali lebih sulit dibujuk untuk pergi ke dokter gigi karena mereka sadar akan proses perawatan yang mungkin menyakitkan.
Milad menekankan bahwa pendekatan yang lebih menarik dan humanis dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap perawatan gigi. Dokter gigi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang kesehatan gigi. Di era digital, penyampaian informasi yang menarik menjadi kunci agar pesan ilmiah bisa lebih mudah dipahami dan mencapai lebih banyak orang.
Program TeethTalk Academy untuk Meningkatkan Kesadaran
Milad mengajak para dokter gigi untuk belajar membangun komunikasi yang lebih menarik melalui program TeethTalk Academy. “Kami ingin membantu dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi membangun komunikasi yang lebih engaging, sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” ujarnya.
TeethTalk Academy adalah program pelatihan media sosial yang dirancang untuk membantu dokter gigi dan profesional kesehatan gigi menyampaikan edukasi secara lebih relevan di era digital. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong lahirnya generasi dentfluencer yang kredibel dan komunikatif. “TeethTalk Academy bisa membantu lebih banyak profesional kesehatan gigi membangun koneksi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berpotensi secara global,” tambah Milad.
Ia berharap program tersebut bisa meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat terhadap kunjungan ke dokter gigi.
Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, menegaskan bahwa dokter gigi memiliki peran penting dalam edukasi kesehatan gigi. Di era digital, penyampaian yang menarik menjadi kunci agar pesan berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak orang. “Melalui TeethTalk Academy, kami ingin membantu para dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi membangun komunikasi yang lebih engaging, sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” katanya.






