Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Manchester United Incar Ander Barrenetxea, Rashford Komentari Masa Depan Barcelona

    15 Mei 2026

    Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat yang Viral dan Berwibawa

    15 Mei 2026

    Doa Setelah Sholat Dzuhur: Tahmid dan Sholawat Nabi

    15 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 15 Mei 2026
    Trending
    • Manchester United Incar Ander Barrenetxea, Rashford Komentari Masa Depan Barcelona
    • Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat yang Viral dan Berwibawa
    • Doa Setelah Sholat Dzuhur: Tahmid dan Sholawat Nabi
    • Geopolitik Global dan Kekuatan Rupiah yang Menurun
    • Satpam Malang Tewas Usai Lawan Pencuri, Anak Ungkap Fakta Peristiwa
    • Yang Menggerakkan Krisis, Siapa George Soros Sebenarnya?
    • Pevoli Jember Megawati Bergabung dengan Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Ini Jejak Karirnya
    • 5 tips membedakan parfum asli dan palsu dengan mudah dan akurat
    • Wisata kuliner enak di Jebres, harga terjangkau dan ada warung Jepun favorit mahasiswa UNS Solo
    • Empat Zodiak Diberkati Alam Semesta Pada Jumat 8 Mei 2026: Aquarius Penuh Harapan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Mengapa Iran Tahan Kapal Indonesia, China-Rusia Aman, Pakar Soroti Defisit Neraca Pembayaran

    Mengapa Iran Tahan Kapal Indonesia, China-Rusia Aman, Pakar Soroti Defisit Neraca Pembayaran

    adm_imradm_imr3 April 202610 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penahanan Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz: Tanda Tanya di Balik Kebijakan Iran

    Penahanan dua kapal tanker berbendera Indonesia di Selat Hormuz oleh otoritas Iran memicu pertanyaan mengenai motif di balik tindakan tersebut. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Iran dilaporkan tetap memberikan izin melintas bagi kapal-kapal dari negara sahabat tertentu. Negara-negara yang kapalnya diizinkan melintasi jalur distribusi energi vital ini antara lain adalah China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

    Sementara itu, dua kapal milik Indonesia, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih tertahan dan belum mendapatkan lampu hijau. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mungkin menjadi faktor utama.

    Dugaan Kaitan dengan Keputusan Jakarta Bergabung dalam BoP

    Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai bahwa perlakuan berbeda dari Iran ini sangat erat kaitannya dengan posisi diplomatik Indonesia di panggung global. Menurutnya, China dan Rusia memiliki posisi politik yang lebih independen dan tidak terjebak dalam aliansi bentukan Amerika Serikat. Sebaliknya, tertahannya kapal Indonesia diduga kuat merupakan buntut dari keputusan Jakarta bergabung dalam Board of Peace (BoP).

    “(Dua kapal sulit melintasi Selat Hormuz) buntut dari masuknya Indonesia ke BoP dan perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.” Ia menambahkan bahwa Malaysia sudah membatalkan kerjasama ART dan mengecam agresi AS ke Iran, sedangkan Indonesia sepertinya salah memilih posisi.

    Bhima menyarankan pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan luar negeri yang dinilai dapat berdampak pada kepentingan energi nasional. “Sekarang yang terpenting bukan melayani kemauan Trump, tapi menyelamatkan rakyat Indonesia,” tuturnya. Ia juga menilai langkah keluar dari BoP dan meninjau ulang perjanjian tarif resiprokal masih memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat, terutama untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

    Perspektif Hukum Internasional

    Sementara itu, pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, juga melihat kemungkinan adanya faktor politik di balik belum diizinkannya kapal Indonesia melintas Selat Hormuz. Ia menilai posisi Indonesia dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel bisa menjadi pertimbangan dalam kebijakan Iran.

    “Mudah-mudahan itu bukan karena dianggap kita ini punya keberpihakan dengan AS dan Israel atau misalnya dengan kepesertaan kita di Board of Peace ataupun juga hal-hal yang masalah teknis ya.” Ia menegaskan bahwa kebijakan Iran lebih bersifat politik daripada teknis.

    Bukan Karena Kasus Lama?

    Terkait isu lain, Hikmahanto tidak ingin berspekulasi bahwa kebijakan Iran berkaitan dengan penyitaan kapal tanker MT Arman 114 oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada 2023 lalu. Kapal tersebut sebelumnya diamankan karena diduga melakukan pemindahan minyak mentah ilegal di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Namun, ia menilai pengetatan akses Selat Hormuz lebih berkaitan dengan kebijakan politik Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

    Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran

    Menlu Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup, namun akses pelayaran diberikan secara selektif kepada negara-negara tertentu yang dianggap bersahabat atau telah melakukan koordinasi dengan otoritas Iran. Negara-negara yang diperbolehkan melintas antara lain adalah China, Rusia, Pakistan, Irak, India, Bangladesh, dan Thailand setelah adanya koordinasi diplomatik.

    Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz menurun tajam sejak konflik meningkat. Dalam satu bulan terakhir, hanya sekitar 99 kapal yang melintas atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari. Sebelum konflik, jumlah kapal yang melintasi selat ini mencapai sekitar 138 kapal per hari.

    Selat Hormuz merupakan jalur vital karena menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Analisis sejumlah lembaga menunjukkan sebagian pelayaran yang masih berlangsung memiliki keterkaitan dengan Iran, termasuk kapal berbendera Iran maupun kapal yang terhubung dengan perdagangan minyak negara tersebut. Beberapa kapal juga memilih rute lebih panjang dan lebih dekat ke perairan Iran agar dapat berada dalam pengawasan otoritas setempat demi alasan keamanan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Geopolitik Global dan Kekuatan Rupiah yang Menurun

    By adm_imr15 Mei 20262 Views

    Publik Waspada, Trump Bawa 13,5 Kg Uranium dari Venezuela

    By adm_imr15 Mei 20263 Views

    Trump Tertangkap Bawa 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Khawatirkan Rencana Nuklir Besar AS

    By adm_imr15 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Manchester United Incar Ander Barrenetxea, Rashford Komentari Masa Depan Barcelona

    15 Mei 2026

    Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat yang Viral dan Berwibawa

    15 Mei 2026

    Doa Setelah Sholat Dzuhur: Tahmid dan Sholawat Nabi

    15 Mei 2026

    Geopolitik Global dan Kekuatan Rupiah yang Menurun

    15 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?