Kekhawatiran Orang Tua di Kota Malang Jelang SPMB 2026/2027
Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, sejumlah orang tua di Kota Malang mengalami rasa cemas. Salah satunya adalah Candra, warga Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, yang tengah berjuang agar putranya bisa diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Candra mengaku tetap khawatir meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk memperluas akses pendidikan dan melarang praktik titipan siswa. Ia merasa tidak yakin apakah anaknya akan mendapatkan bangku sekolah negeri.
- Keberadaan kuota terbatas dan jumlah pendaftar yang banyak menjadi salah satu alasan kekhawatiran Candra.
- Ia juga khawatir karena biaya pendidikan di sekolah swasta jauh lebih mahal dibandingkan sekolah negeri.
- Selain itu, adanya program bantuan pendidikan dari Pemerintah Kota Malang, seperti sekolah gratis dan bantuan seragam, membuat ia semakin berharap anaknya bisa masuk ke sekolah negeri.
Masalah dengan Jalur Domisili
Candra sebenarnya mengincar SMP Negeri 10 Malang sebagai pilihan utama. Jarak rumahnya ke sekolah tersebut hanya sekitar 1,5 kilometer. Secara logika, hal ini seharusnya memberikan peluang besar bagi anaknya untuk masuk melalui jalur domisili atau zonasi.
Namun, ada kendala yang muncul. Kartu Keluarga (KK) milik Candra baru saja mengalami perpindahan alamat. Ia sebelumnya tinggal di Kelurahan Bumiayu sebelum pindah ke Kelurahan Wonokoyo. Masa perpindahan alamat tersebut belum genap satu tahun.
- KK milik Candra kurang dua minggu lagi baru genap satu tahun.
- Dalam simulasi pendaftaran beberapa waktu lalu, data anaknya tidak dapat masuk ke jalur domisili karena status perpindahan KK belum memenuhi ketentuan.
- Meski jarak rumahnya dekat, sistem pendaftaran tidak memperhitungkan hal tersebut karena masa perpindahan alamat masih dalam proses.
Alternatif Pendaftaran
Karena masalah tersebut, Candra kini harus mencari alternatif lain. Ia berencana mencoba jalur afirmasi jika gagal masuk melalui jalur domisili. Anaknya tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang diperoleh melalui program aspirasi anggota DPR RI.
- Jalur afirmasi pun belum memberikan jaminan kepastian.
- Candra masih khawatir jika jalur afirmasi juga tidak berhasil, maka anaknya mungkin tidak bisa diterima.
- Saat ini, ia belum melakukan komunikasi langsung dengan pihak sekolah tujuan.
Proses Pendaftaran Online
Ia hanya mendapatkan informasi bahwa seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring. Beruntung, guru di sekolah dasar tempat anaknya belajar membantu proses pendaftaran online.
- Guru dari SD akan membantu anaknya mendaftar secara online.
- Meski ada bantuan tersebut, kekhawatiran tetap sulit dihilangkan.
Persiapan Alternatif
Candra menyiapkan sejumlah alternatif jika pilihan utama tidak berhasil. Selain SMP Negeri 10 Malang, ia juga mempertimbangkan SMP Negeri 7 Malang dan SMP Negeri 23 Malang sebagai pilihan cadangan.
- Pilihan sekolah swasta nyaris tidak masuk dalam perhitungan.
- Sebagai seorang wiraswasta dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Malang, biaya pendidikan swasta dinilai terlalu berat.
Harapan untuk Sistem yang Adil
Candra berharap sistem penerimaan murid baru benar-benar memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Ia juga berharap tidak ada lagi praktik jual beli kursi yang dapat merugikan calon siswa lainnya.
- Semua orang tua pasti ingin anaknya sekolah.
- Candra hanya berharap anaknya bisa diterima di sekolah negeri.





