Pengalaman Buruk Pengemudi Mobil di Bandung Akibat Pemalakan
Seorang pengemudi mobil berplat B dengan akun Instagram @6kolbenringe membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya saat berada di Bandung sehari sebelum pawai juara Persib Bandung. Pengalaman ini viral di media sosial setelah pemilik akun mengaku menjadi korban pemalakan yang diduga dilakukan oknum Bobotoh.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB saat dirinya bersama rombongan sedang melakukan kunjungan kerja di Bandung. Ia menjelaskan bahwa rombongannya baru selesai makan di kawasan Dago Atas dan berencana menuju sebuah supermarket di daerah Dago. Namun perjalanan mereka terhambat kemacetan panjang di Jalan Raya Dago.
Pada saat itu, mereka baru selesai kerja dan habis makan di daerah Dago Atas, lalu ada rencana mau mampir ke supermarket Borma yang posisinya setelah Sheraton Dago. Pas mereka jalan turun ke arah Borma, tiba-tiba jalanan di Jalan Raya Dago macet total. Setelah beberapa saat, mereka menyadari kemacetan tersebut terjadi karena banyaknya rombongan motor yang menggunakan atribut Persib Bandung.
Saat kendaraan mulai bergerak, seorang pria yang mengenakan atribut Persib menghentikan laju mobil mereka yang berpelat nomor B. Menurut pengakuannya, pria tersebut kemudian meminta uang dengan alasan untuk tambahan uang makan bagi rekan-rekannya. Ia juga mencium aroma alkohol yang cukup kuat dari tubuh pria tersebut.
Si pelaku ini bahkan sempat menakut-nakuti kami. Dia bilang di daerah bawah (pusat kota) lagi rame konvoi kemenangan, dan menurut dia udah banyak kendaraan plat B yang dihancurkan karena masalah rivalitas. Karena merasa tidak aman dan berada di tengah kerumunan massa, mereka akhirnya memberikan sejumlah uang agar situasi tidak semakin memanas.
Setelah kejadian tersebut, rombongan memutuskan membatalkan rencana menuju supermarket dan langsung kembali ke penginapan. Setibanya di penginapan, mereka saling bertukar cerita dengan rombongan lain dan mendapati ada kendaraan lain yang mengaku mengalami kejadian serupa. Rupanya gak cuma kami, ada satu atau dua mobil rombongan kami yang lain juga kena palak di jalan dengan modus yang sama.
Dalam unggahannya, pemilik akun berharap kasus tersebut mendapat perhatian dari aparat kepolisian dan pihak terkait. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menggeneralisasi seluruh Bobotoh maupun masyarakat Bandung. Namun menurutnya, tindakan oknum tersebut dapat merusak citra kota yang selama ini dikenal ramah terhadap wisatawan.
Reaksi Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan segan menindak pelaku pemalakan yang meresahkan masyarakat. Ia sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat. Pelaku sudah diamankan dan saat ini berada di Polsek Coblong.
Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi pemalakan maupun premanisme kepada siapa pun, termasuk warga dari luar daerah yang datang ke Jawa Barat. Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun luar warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Barat.
Menurut Dedi, pemerintah dan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pelaku premanisme agar kebiasaan tersebut tidak terus terjadi. Ia juga mengajak masyarakat mencari penghasilan dengan cara yang baik dan halal. Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang.
Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus tersebut. Ia ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Poltabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat.







