Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Daftar korban kecelakaan kereta di Bekasi: 7 tewas, puluhan luka, perhatian media asing

    3 Mei 2026

    Pemeriksaan Avur Margorejo, Eri Cahyadi Ungkap Cara Tangani Genangan: Tidak Boleh Parsial

    3 Mei 2026

    3 Cara Cepat Lupakan Kegagalan Bisnis yang Menyiksa

    3 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 4 Mei 2026
    Trending
    • Daftar korban kecelakaan kereta di Bekasi: 7 tewas, puluhan luka, perhatian media asing
    • Pemeriksaan Avur Margorejo, Eri Cahyadi Ungkap Cara Tangani Genangan: Tidak Boleh Parsial
    • 3 Cara Cepat Lupakan Kegagalan Bisnis yang Menyiksa
    • Daftar Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, 3 Meninggal 50 Luka-Luka
    • Lirik Sholawat Ya Nabi Salam Alaika, Lengkap dan Mengharukan
    • Cegah Bau Badan Parah Saat Haji, Pilih Bahan yang Tepat
    • Koki Asrama Embarkasi Haji YIA Jaga Kualitas Gizi Jemaah
    • Investor Tertarik Ubah Angkutan Umum Malang Jadi Listrik
    • Sambutan Walimatus Safar 2026: Permohonan Ridha Allah di Perjalanan Suci Menuju Baitullah
    • Artis yang Klaim Disiksa Akhirnya Berbicara, Pernah Mengadu ke Andre Taulany: Laporkan ke Polisi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Model Pembelajaran PKBM Omah Dongeng Marwah Kudus, Kembangkan Bakat Anak Secara Personal

    Model Pembelajaran PKBM Omah Dongeng Marwah Kudus, Kembangkan Bakat Anak Secara Personal

    adm_imradm_imr15 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sebuah Pendidikan Alternatif di Tengah Sawah

    Di tengah sawah yang luas, terdapat sebuah rumah joglo dengan dinding kayu berukir yang setiap harinya dipenuhi oleh anak-anak yang sedang belajar. Rumah ini tidak seperti bangunan sekolah pada umumnya, namun menjadi laboratorium berpikir bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah atau yang dikenal dengan ODM.

    ODM merupakan lembaga pendidikan alternatif yang secara resmi berdiri sejak 2017 oleh tiga sosok, yaitu Hasan Aoni Aziz, Edy Supratno, dan Basuki Sugita. Lembaga ini berdiri tidak serta merta. Sebelumnya sudah ada komunitas belajar di bawah kendali ODM. Kemudian dibentuklah PKBM agar anak-anak yang belajar di ODM secara sah memiliki legitimasi sebagai anak bangsa yang pernah belajar dan mendapatkan ijazah yang sah.

    Saat ini, terdapat 25 anak yang belajar di ODM. Proses belajarnya berlangsung setiap Senin sampai Jumat pada pukul 08.00 sampai pukul 13.00. Yang membuat beda ODM dengan lembaga pendidikan yang lainnya yaitu upaya untuk menggali bakat personal setiap anak didiknya. Bakat personal yang menonjol itu kemudian akan terus diasah melalui pendampingan dan diikutkan ke beberapa event.

    “Kalau di sekolah formal mungkin dia akan membolos terus karena (kegiatannya) tidak ada hubungannya dengan pelajaran itu. Kalau di ODM ini,” kata Kepala Sekolah Omah Dongeng Marwah, Edy Supratno.

    Semula, oleh para pendirinya, ODM direncanakan sebagai sekolah formal layaknya sekolah pada umumnya. Namun rencana tersebut terbentur persyaratan administratif yang cukup ketat. Misalnya, sekolah formal harus memiliki batas minimal luas lahan dan gedung. Sementara ODM yang berangkat dari komunitas belajar tidak memiliki semua itu. Akhirnya, satu-satunya jalan agar ODM secara legal diakui oleh negara, yakni dengan mendaftarkannya sebagai PKBM.

    “Bagi kami, Paket B, Paket C itu tidak ada masalah, karena pendidikan bukan sekadar mencari ijazah, itu cara kami biar diakui oleh negara,” kata Edy.

    ODM yang semula hanya komunitas belajar ini sempat ditawarkan oleh Edy kepada masing-masing orangtua yang anaknya setiap hari belajar di ODM, yang akan dikembangkan menjadi PKBM. Namun tawaran itu tidak serta merta disambut positif, beberapa orangtua belum tertarik dengan tawaran PKBM ODM sebab belum ada contoh sebelumnya.

    “Bagi kami silakan saja, karena memang tidak ada paksaan. Akhirnya ada orangtua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri, tidak masalah,” kata Edy.

    Kini seiring berjalannya waktu, ODM sudah berjalan. Ia menjadi tempat belajar alternatif bagi 25 anak yang berstatus sebagai murid di sana. Pada tahun 2021, ODM meluluskan angkatan pertamanya. Salah satu di antara angkatan pertamanya, yaitu Tiyo Ardianto yang kini menjadi Ketua BEM Universitas Gadjah Mada dan menjadi sosok viral karena kritikannya terhadap pemerintah terkait kasus anak bunuh diri di NTT.

    Bagi Edy, apa yang dicapai Tiyo saat ini bukan hal yang mengagetkan. Sebab Edy yang sudah sejak sebelumnya ikut mendampingi Tiyo selama pendidikan, paham betul potensi anak tersebut. Tiyo merupakan satu di antara lulusan angkatan pertama ODM, yang saat itu meluluskan empat anak. Kata Edy, tiga anak lainnya seangkatan Tiyo juga melanjutkan ke perguruan tinggi.

    Ketiga anak tersebut melanjutkan pendidikan tingginya di Unnes, ISI Surakarta, dan Universitas Kristen Indonesia. Melihat sepak terjang berikut anak-anak hasil belajar dari ODM yang statusnya sebagai Paket C, tentu ini tidak bisa dianggap remeh.

    Pembelajaran yang Berbeda

    Kualitas murid-murid ODM tentu berangkat dari formulasi pembelajaran yang diterapkan. Kata Edy, dalam pembelajaran di ODM tidak melulu seperti sekolah formal. Di sini mereka mencoba menggali bakat personal setiap anak. Kalau memang terdapat anak yang merasa menemukan bakatnya, pengelola ODM tidak bisa memberikan larangan.

    Dari penggalian bakat yang serius dan pendampingan yang matang, sehingga lahirlah anak-anak dengan optimisme tinggi. Meski lulusan dari Paket C, anak-anak dari ODM tidak lantas kalah dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

    Ditemui di kampus ODM dan dimintai tanggapan atas latar pendidikan paket C-nya yang oleh beberapa warganet yang dianggap sebelah mata, Tiyo tidak ambil pusing. Di media sosial, kritik keras yang dilontarkan Tiyo kepada pemerintah, membuat sejumlah warganet mengait-pautkan tingkat kecerdasan Tiyo yang hanya lulusan Paket C.

    Merespons anggapan miring sebagai lulusan Paket C, Tiyo menilai tudingan tersebut bukan isu yang penting. “Saya biasa saja. Itu bukan isu yang substantive menurut saya,” kata Tiyo.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kampus Diminta Aktif Bangun Dapur MBG, Bagi Proyek?

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Naskah Pembina Upacara Hardiknas 2026 yang Menginspirasi Masa Depan Bangsa

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Daftar korban kecelakaan kereta di Bekasi: 7 tewas, puluhan luka, perhatian media asing

    3 Mei 2026

    Pemeriksaan Avur Margorejo, Eri Cahyadi Ungkap Cara Tangani Genangan: Tidak Boleh Parsial

    3 Mei 2026

    3 Cara Cepat Lupakan Kegagalan Bisnis yang Menyiksa

    3 Mei 2026

    Daftar Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, 3 Meninggal 50 Luka-Luka

    3 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?