Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Rektor UGM: RUU KUHP dan KUHAP Harus Seimbangkan Hak Korban dan Pelaku

    11 Juni 2026

    Dadan Lebih Murah, Motor Listrik Rp1 Triliun MBG Tertunda di Gudang

    11 Juni 2026

    Ex-Bos Buka Rahasia Peran Penting Ruben Onsu dalam Karier Sarwendah di Hiburan

    11 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • Rektor UGM: RUU KUHP dan KUHAP Harus Seimbangkan Hak Korban dan Pelaku
    • Dadan Lebih Murah, Motor Listrik Rp1 Triliun MBG Tertunda di Gudang
    • Ex-Bos Buka Rahasia Peran Penting Ruben Onsu dalam Karier Sarwendah di Hiburan
    • Suroboyo 10K Pertama Pecahkan Rekor, Ribuan Pelari Hiasi Surabaya, Wisata Olahraga Berkembang Pesat
    • Saham dan obligasi melemah, saatnya beralih ke emas?
    • Waspadai Sindikat Haji Ilegal: 550 Orang Jadi Korban, Kerugian Capai Rp21,7 Miliar
    • 12 Keistimewaan Membaca dan Memahami Al Quran Lengkap dengan Dalil
    • Dorong gaya hidup sehat, BPJS Kesehatan lari bersama komunitas di Jatinangor
    • Resep Sop Ayam Klaten Pak Min: Kaldu Gurih yang Menggugah Selera
    • 7 destinasi wisata Banda Aceh dengan pemandangan alam terbaik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Peluang dan Rekomendasi Saham Ritel di Tengah Munculnya Kopdes Merah Putih

    Peluang dan Rekomendasi Saham Ritel di Tengah Munculnya Kopdes Merah Putih

    adm_imradm_imr11 Juni 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Koperasi Desa Merah Putih Tidak Berdampak Signifikan pada Emen Ritel

    Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang sedang dikembangkan oleh pemerintah di berbagai daerah dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dan pertumbuhan bisnis emiten ritel modern dalam waktu dekat. Meski target pembentukan Kopdes Merah Putih sebanyak 20.000 unit pada Agustus 2026 lebih rendah dari target awal yang mencapai 30.000 unit, para pelaku industri ritel tetap optimis terhadap potensi pasar yang masih besar.

    Tanggapan dari Emen Ritel Modern

    PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasionalnya akibat kehadiran Kopdes Merah Putih. Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa tidak ada penutupan gerai yang disebabkan oleh keberadaan Kopdes Merah Putih. Selain itu, rantai pasok AMRT juga tidak terganggu oleh pendirian koperasi tersebut.

    Strategi mitigasi yang diterapkan oleh AMRT meliputi peningkatan layanan kepada pelanggan, seperti pemenuhan produk sesuai kebutuhan, harga kompetitif, serta program promosi yang relevan. AMRT juga tetap fokus pada ekspansi bisnis dengan rencana membuka 800 gerai baru hingga akhir tahun 2026, baik di dalam maupun luar negeri.

    Sementara itu, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasionalnya. Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, menekankan bahwa perusahaan tetap fokus pada peningkatan kualitas layanan konsumen sebagai strategi mitigasi. MIDI juga memiliki rencana ekspansi sebanyak 200 gerai baru hingga akhir tahun 2026.

    Pandangan dari Perusahaan Lain

    PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) juga menyatakan bahwa model usaha Kopdes Merah Putih memiliki segmen dan karakteristik tersendiri sehingga belum berdampak langsung terhadap kegiatan usaha DNET. Corporate Secretary DNET, Kiki Yanto Gunawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap wilayah operasional atau gerai entitas asosiasi DNET.

    Selain itu, penyesuaian operasional di beberapa wilayah, termasuk Lombok Tengah, disebut sebagai bagian dari evaluasi operasional dan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan serta tata ruang setempat. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses bisnis yang umum dan tidak berkaitan secara langsung dengan keberadaan Kopdes Merah Putih.

    Analisis dari Pakar Pasar

    Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja emiten ritel modern. Ia menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih lebih difokuskan untuk melayani masyarakat di wilayah pedesaan dan pelosok, sehingga memiliki segmen pasar yang berbeda dengan pelaku ritel modern.

    Menurut Nafan, emiten ritel memiliki diferensiasi produk, model bisnis, serta karakteristik pasar yang berbeda. Ritel modern cenderung lebih banyak menyasar konsumen di kawasan perkotaan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ia yakin bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan mengancam bisnis ritel modern.

    Nafan juga meyakini bahwa ekspansi bisnis emiten ritel tidak akan terhambat. Perusahaan masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di luar Jawa, termasuk dengan memperluas penetrasi ke kota-kota lapis kedua dan lapis ketiga yang dinilai masih menawarkan potensi pasar yang menarik.

    Target Pembentukan Kopdes Merah Putih yang Lebih Moderat

    Target pembentukan Kopdes Merah Putih yang lebih moderat, yakni sekitar 20.000 unit pada Agustus 2026, dinilai akan memberikan dampak yang relatif terbatas terhadap industri ritel modern. Dengan kondisi tersebut, Nafan menilai bahwa emiten ritel tetap dapat menjalankan strategi ekspansi bisnisnya secara optimal.

    Ia juga menyarankan investor untuk melakukan akumulasi beli saham AMRT di target harga terdekat di level Rp 1.415 per saham. Hal ini didasarkan pada optimisme terhadap potensi pertumbuhan pasar ritel Indonesia yang masih besar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Saham dan obligasi melemah, saatnya beralih ke emas?

    By adm_imr11 Juni 20261 Views

    10 Bisnis Digital Fleksibel untuk Ibu Rumah Tangga

    By adm_imr11 Juni 20262 Views

    Rupiah Melemah: Krisis Kedaulatan Ekonomi dan Pandangan Baqir as-Sadr

    By adm_imr11 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rektor UGM: RUU KUHP dan KUHAP Harus Seimbangkan Hak Korban dan Pelaku

    11 Juni 2026

    Dadan Lebih Murah, Motor Listrik Rp1 Triliun MBG Tertunda di Gudang

    11 Juni 2026

    Ex-Bos Buka Rahasia Peran Penting Ruben Onsu dalam Karier Sarwendah di Hiburan

    11 Juni 2026

    Suroboyo 10K Pertama Pecahkan Rekor, Ribuan Pelari Hiasi Surabaya, Wisata Olahraga Berkembang Pesat

    11 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?