Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Super League: Bali United Comeback, Borneo FC Pertahankan Peluang Juara

    15 Mei 2026

    Liburan Keluarga di Akhir Pekan Panjang H-2 Tanggal 13 Mei 2026

    15 Mei 2026

    Makna Lirik Sholawat Wahidiyah dalam Teks Arab, Latin, dan Terjemahan

    15 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 15 Mei 2026
    Trending
    • Hasil Super League: Bali United Comeback, Borneo FC Pertahankan Peluang Juara
    • Liburan Keluarga di Akhir Pekan Panjang H-2 Tanggal 13 Mei 2026
    • Makna Lirik Sholawat Wahidiyah dalam Teks Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Pembelian KF-21 Boromae Percepat Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia
    • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Selasa (12/5)
    • Jangan Salah Paham! 9 Weton Ini Kaya dari Kerja, Bukan Hal Lain
    • Korban KDRT Kasus Pembunuhan Mertua di Mojokerto Alami Trauma Parah
    • Kondisi Menyedihkan Desa Limbur Tanpa Listrik dan Akses Sulit
    • 5 tempat makan malam lezat di Solo Baru untuk santai dan nikmati kuliner
    • Pengawal Perumahan Tewas Ditusuk Saat Hadang Pencuri di Malang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Pembelian KF-21 Boromae Percepat Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

    Pembelian KF-21 Boromae Percepat Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

    adm_imradm_imr15 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Profil Penulis

    Aragani Setiawan

    Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik UI

    Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan

    Kerja sama strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan telah terbangun dalam jangka waktu yang cukup lama. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan industri pertahanan yang mandiri serta penciptaan teknologi militer unggul. Nota kesepahaman antara kedua negara ditandatangani pada tahun 2009, dengan fokus utama pada perjanjian kerjasama pengembangan militer khususnya proyek pesawat tempur.

    Pada tahun 2015, langkah percepatan kerjasama ditandai dengan penandatanganan Strategic Cooperation Agreement (SCA) antara PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Korea Aerospace Industries (KAI). Kerjasama tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk fase produksi pesawat tempur jenis KFX/IFX yang nantinya berganti nama menjadi KF-21. Proses produksi ini juga mencakup aspek perawatan keberlanjutan, modifikasi, dan pembaharuan.

    Estimasi penyelesaian produksi pesawat tempur tersebut diperkirakan akan rampung pada tahun 2026. Proyek pengembangan bersama pesawat tempur antara Indonesia dan Korea Selatan juga melibatkan komitmen alih teknologi dari Korea Selatan. Dalam hal ini, Korea Selatan mengirimkan satu prototipe KF-21 untuk menopang pengembangan industri kedirgantaraan.

    Peluang untuk Industri Pertahanan Dalam Negeri

    Hubungan bilateral yang setara dan berkeadilan membuka peluang bagi industri pertahanan dalam negeri untuk melangkah lebih maju. Dengan adanya prototipe pesawat KF-21, PT Dirgantara Indonesia memiliki peluang untuk secara mandiri memproduksi pesawat tempur dalam negeri. Selain itu, Indonesia berencana membeli KF-21 sebanyak 16 unit untuk menguatkan bidang pertahanan udara.

    Modernisasi pesawat tempur ini diyakini mampu menciptakan soliditas keamanan udara Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh berbagai tahapan uji coba yang telah dilalui oleh KF-21. Pesawat ini telah melewati 1.600 kali uji penerbangan tanpa kecelakaan, melewati 13.000 item pengujian termasuk peluncuran senjata, pengisian bahan bakar di udara, dan verifikasi struktur pesawat dalam kondisi ekstrem.

    Langkah ini merupakan wujud keseriusan Korea Selatan dalam menjaga komitmen kemitraan strategis dengan Indonesia. Hal ini menjadi modal penting untuk terus melanjutkan hubungan bilateral di sektor pertahanan.

    Kesamaan Geografi dan Kewaspadaan Nasional

    Indonesia dan Korea Selatan memiliki kesamaan secara geografi politik. Keduanya berada di kawasan strategis yang memiliki kerentanan konflik tinggi. Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara yang sering kali terdapat tensi konflik antar negara yang tinggi. Adanya sengketa Laut Cina Selatan, konflik perbatasan yang dipicu perebutan akses sumber daya alam, dan rivalitas antara Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi faktor utama.

    Sementara itu, Korea Selatan dikelilingi negara-negara seperti Korea Utara, Jepang, dan Tiongkok yang semuanya memiliki industri pertahanan modern. Hal ini membuat potensi krisis pertahanan di Semenanjung Korea semakin tinggi. Kewaspadaan nasional kedua negara terhadap ancaman militer eksternal mengharuskan mereka memacu industrialisasi pertahanan demi memiliki kemampuan militer yang cukup untuk mengantisipasi konfrontasi bersenjata.

    Visi Bersama untuk Keamanan dan Ketertiban Dunia

    Indonesia dan Korea Selatan memiliki visi untuk menjaga keamanan dan ketertiban dunia. Upaya Korea Selatan sebagai defence powerhouse di Asia Timur memiliki beberapa motif praktis, antara lain meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri dan melakukan ekspor alutsista untuk meningkatkan pendapatan negara.

    Polandia tercatat sebagai negara importir terbesar alutsista dari Korea Selatan sebesar 46 persen. Kemajuan teknologi militer Korea Selatan mampu menarik partisipasi dari industri pertahanan global seperti Lockheed Martin, Airbus, SAAB, Leonardo, dan GE Aera pada Seoul International Aerospace and Defence Exhibition tahun 2025.

    Kebutuhan Teknologi Militer untuk Kedaulatan Negara

    Sama halnya seperti Korea Selatan yang kian maju dalam bidang industri pertahanan terutama keamanan udara, sistem pertahanan nasional Indonesia membutuhkan kemajuan teknologi militer untuk menjaga kedaulatan negara. Kebutuhan strategis keamanan pertahanan udara diperlukan untuk mengantisipasi ancaman udara modern seperti drone, UAV, dan rudal presisi.

    Keberhasilan kerjasama proyek pesawat tempur KF-21 diharapkan mampu membuka peluang kerjasama lainnya di sektor pertahanan udara. Kemandirian pertahanan yang sedang dirintis oleh Indonesia berdampak positif terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

    Kemandirian sebagai Kewajiban Nasional

    Kemandirian industri pertahanan nasional diperlukan untuk mencapai Minimum Essential Force (MEP) jika suatu hari terdapat ancaman embargo militer. Kemandirian tersebut menjadi sebuah kewajiban untuk dicapai dalam rangka menguatkan posisi politik Indonesia terutama di kawasan Asia Tenggara.

    Tantangan Geopolitik Masa Depan

    Kekuatan pertahanan nasional dapat dilihat dari aspek geopolitik sebagai daya tawar suatu negara dalam menghadapi dinamika kekuasaan global. Dengan kemandirian pertahanan dapat menguatkan posisi politik untuk tidak dijadikan sebagai negara satelit dari negara adidaya yang memiliki kepentingan dominasi kekuasaan.

    Selain itu, kemandirian pertahanan jika dibarengi dengan artikulasi politik bebas aktif yang dianut oleh Indonesia dapat diartikan sebagai langkah kolaboratif khususnya negara-negara berkembang untuk bisa saling bertukar teknologi militer. Dampak dari kerjasama yang berkeadilan tersebut mampu membawa setiap negara berkembang dapat berdaulat di bidang pertahanan.

    Hubungan Bilateral yang Berkelanjutan

    Kerjasama yang telah terbangun antara Indonesia dan Korea Selatan, secara politik pertahanan mempromosikan keseriusan dua negara yang sedang mengembangkan industri pertahanan secara serius. Hubungan bilateral tersebut memiliki dampak seperti penguatan hubungan diplomatik, mengecilkan potensi konflik, dan secara progresif mengurangi dominasi kekuatan militer negara tertentu baik di kawasan Asia Timur maupun Asia Tenggara.

    Hubungan Indonesia dan Korea Selatan pada dasarnya dapat dikembangkan menjadi hubungan multilateral berupa strategic partnership dengan negara-negara lain di Asia untuk bersama-sama mendorong industrialisasi pertahanan.

    Persahabatan antar negara yang berfokus pada pengembangan industri pertahanan sejatinya tidak bisa serta-merta dianggap sebagai persekutuan militer yang mengancam stabilitas sebuah wilayah, melainkan meningkatkan daya tawar politik internasional dan meningkatkan kewaspadaan nasional yang disertai dengan kelengkapan alutista.

    Wilayah yang memiliki kerentanan konflik tinggi salah satunya dipicu oleh proxy state dari negara-negara adikuasa yang memiliki motif imperialistik. Kemungkinan tersebut dapat ditangkal dengan kerjasama antar negara yang berprinsip pada perdamaian dunia melalui program industrialisasi pertahanan yang mandiri seperti yang dicontohkan oleh Indonesia dan Korea Selatan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Profesor Jiang: AS Akan Kuasai Selat Malaka untuk Persaingan Ekonomi dengan Tiongkok

    By adm_imr15 Mei 20261 Views

    Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Zionis Dibebaskan, Saif Abukeshek Kembali ke Armada Global Sumud

    By adm_imr14 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Super League: Bali United Comeback, Borneo FC Pertahankan Peluang Juara

    15 Mei 2026

    Liburan Keluarga di Akhir Pekan Panjang H-2 Tanggal 13 Mei 2026

    15 Mei 2026

    Makna Lirik Sholawat Wahidiyah dalam Teks Arab, Latin, dan Terjemahan

    15 Mei 2026

    Pembelian KF-21 Boromae Percepat Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

    15 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?