Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cara curang pengemudi isi BBM subsidi di SPBU Sungai Rangas HST Kalsel

    18 Mei 2026

    Pasar Pagi Kota Batu: Dana Miliaran Mengalir, Pungutan Melonjak, Harapan Pengelolaan Terpadu Belum Tercapai

    18 Mei 2026

    Jokowi Berkeliling Indonesia, Pengamat Sebut Ambisi dan Agenda Selamatkan PSI

    18 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • Cara curang pengemudi isi BBM subsidi di SPBU Sungai Rangas HST Kalsel
    • Pasar Pagi Kota Batu: Dana Miliaran Mengalir, Pungutan Melonjak, Harapan Pengelolaan Terpadu Belum Tercapai
    • Jokowi Berkeliling Indonesia, Pengamat Sebut Ambisi dan Agenda Selamatkan PSI
    • Persebaya Surabaya Kehilangan Pemain, Tavares Target 3 Poin Lawan Semen Padang
    • Tips memulai bisnis event organizer untuk hasil maksimal
    • Lima Penagih Utang Ditangkap Polda Babel Usai Tarik 247 Mobil Debitur
    • Tidak Shalat Jumat? Ancaman Cambuk atau Penjara! Daftar Khatib dan Imam Jumat Aceh Barat 15 Mei 2026
    • Epidemiolog UGM: Wabah Hantavirus Terkait Tikus
    • 8 Kumpulan Ngidam Ibu Hamil Paling Unik dan Nyata
    • Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 131
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Peternak Telur Puyuh Pasuruan Kehilangan Rp16 Juta Harian Akibat Pasar MBG Lesu

    Peternak Telur Puyuh Pasuruan Kehilangan Rp16 Juta Harian Akibat Pasar MBG Lesu

    adm_imradm_imr17 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kondisi Peternak Telur Puyuh di Kabupaten Pasuruan Mengkhawatirkan

    Permintaan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurun drastis mulai berdampak serius terhadap para peternak telur puyuh di Kabupaten Pasuruan. Setelah Bulan Ramadan berakhir, penyerapan telur puyuh oleh program tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menyebabkan sejumlah peternak mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setiap hari.

    Salah satu peternak yang terdampak adalah Mahrus, warga Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi. Ia mengaku bahwa hasil produksinya dalam beberapa pekan terakhir terpaksa dibuang karena tidak laku dan mulai membusuk. “Biasanya masih ada dapur MBG yang ambil. Sekarang produksi banyak, sampai menumpuk dan rusak tidak ada yang ambil,” ujarnya.

    Mahrus menjelaskan bahwa selama Ramadan, telur puyuh cukup banyak digunakan untuk kebutuhan menu dapur MBG. Namun setelah Lebaran, permintaan hampir berhenti total sehingga pasar menjadi lesu. Produksi telur dari peternak tetap berjalan setiap hari, namun biaya operasional terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pakan ternak.

    Saat ini, Mahrus mengelola sekitar 30 ribu ekor burung puyuh di kandangnya. Dari usaha tersebut, produksi telur yang dihasilkan mencapai sekitar dua ton per hari. Untuk memenuhi kebutuhan ternak, sedikitnya satu ton pakan harus disiapkan setiap hari dengan biaya mencapai sekitar Rp 7,25 juta.

    Namun, harga jual telur puyuh justru terus mengalami penurunan. Ia menyebut harga pokok produksi berada di kisaran Rp 24 ribu per kilogram. Namun harga jual di pasaran saat ini hanya berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram. “Kalau dihitung ya pasti rugi. Selisihnya bisa sampai Rp 4 ribu per kilo,” katanya.

    Dengan jumlah produksi sekitar dua ton per hari, kerugian yang ditanggung diperkirakan mencapai Rp 16 juta per hari. Nilai tersebut belum termasuk biaya tenaga kerja dan operasional lainnya. Untuk mempertahankan usahanya tetap berjalan, Mahrus mengaku terpaksa menjual aset pribadi untuk membeli pakan ternak. “Kendaraan sudah saya jual. Yang penting ternak tetap hidup dulu,” ucapnya.

    Mahrus juga menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya mengandalkan produksi kandang pribadi. Selama ini ia turut menampung hasil telur dari peternak kecil di wilayah sekitar yang sebagian modal usahanya berasal dari pinjaman bank. Karena itu, ketika pasar melemah, dampaknya ikut dirasakan peternak lain yang menggantungkan penjualan kepadanya.

    Meski berada dalam situasi sulit, Mahrus mengaku tidak ingin memonopoli pasokan telur puyuh untuk program MBG. Ia hanya berharap dapur-dapur MBG kembali menyerap hasil peternak lokal agar roda usaha masyarakat tetap berjalan. “Tidak harus lewat saya. Yang penting peternak lokal tetap bisa hidup,” tegasnya.

    Ia berharap pemerintah maupun pengelola program MBG dapat kembali memasukkan telur puyuh dalam menu makanan setidaknya satu atau dua kali dalam sepekan agar hasil produksi peternak tetap terserap pasar.

    Tantangan Peternak Telur Puyuh di Pasuruan

    • Penurunan Permintaan: Setelah Ramadan, permintaan dari dapur MBG menurun secara drastis.
    • Produksi Tetap Berjalan: Meskipun permintaan menurun, produksi telur puyuh tetap dilakukan setiap hari.
    • Biaya Operasional Meningkat: Biaya pakan ternak dan operasional lainnya terus bertambah.
    • Harga Jual Menurun: Harga jual telur puyuh di pasaran lebih rendah daripada harga pokok produksi.
    • Kerugian Besar: Kerugian harian diperkirakan mencapai Rp 16 juta per hari.
    • Tindakan Darurat: Peternak terpaksa menjual aset pribadi untuk membiayai operasional.
    • Dampak pada Peternak Lain: Peternak kecil yang bergantung pada Mahrus juga terkena dampak negatif.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pasar Pagi Kota Batu: Dana Miliaran Mengalir, Pungutan Melonjak, Harapan Pengelolaan Terpadu Belum Tercapai

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    Tugas Guru Non-ASN Berakhir Tahun 2026, Disdik Kota Batu Jawab Isu SE Mendikdasmen

    By adm_imr17 Mei 20261 Views

    Strategi Pengelolaan Sampah Kota Batu di Forum LSDP, Bangun TPST Modern di Tlekung

    By adm_imr17 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cara curang pengemudi isi BBM subsidi di SPBU Sungai Rangas HST Kalsel

    18 Mei 2026

    Pasar Pagi Kota Batu: Dana Miliaran Mengalir, Pungutan Melonjak, Harapan Pengelolaan Terpadu Belum Tercapai

    18 Mei 2026

    Jokowi Berkeliling Indonesia, Pengamat Sebut Ambisi dan Agenda Selamatkan PSI

    18 Mei 2026

    Persebaya Surabaya Kehilangan Pemain, Tavares Target 3 Poin Lawan Semen Padang

    18 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?