Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Keputusan ini diumumkan satu hari setelah Indonesia secara resmi menandatangani Perjanjian Dagang Terkait Tarif Resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) pada Kamis (19/2).
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat,” ujar Prabowo menjawab pertanyaan wartawan di Washington DC, seperti dikutip dari laporan media.
Pada Jumat (20/2), Mahkamah Agung AS dengan hasil pemungutan suara 6-3 memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk menerapkan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Beberapa jam setelah putusan tersebut, Trump mengumumkan adanya “tarif impor global” sebesar 10%, yang lebih rendah dari kesepakatan awal antara AS dan RI yaitu 19%.
Prabowo menyebut bahwa keputusan terbaru Trump justru akan memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat telah dilakukan melalui proses panjang dan hati-hati.
Respons Menteri Koordinator Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons terkait putusan Mahkamah Agung AS. Menurutnya, meskipun tarif global dibatalkan, perjanjian bilateral antara Indonesia dan AS tetap berjalan karena memiliki mekanisme tersendiri.
“Bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antar dua negara, ini masih tetap berproses karena ini diminta dalam perjanjian adalah untuk berlakunya dalam periode 60 hari sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan,” ujar Airlangga.
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia telah meminta agar skema tarif 0% yang sudah disepakati untuk sejumlah komoditas tetap dipertahankan. Skema ini khususnya berlaku untuk produk agrikultur seperti kopi dan kakao, yang telah memiliki pengaturan tersendiri melalui “executive order”. Selain itu, skema tarif 0% juga mencakup beberapa bagian rantai pasok industri seperti elektronik, CPO, tekstil, dan produk terkait lainnya.
Proses Implementasi Perjanjian
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menunggu perkembangan dalam 60 hari ke depan, termasuk keputusan lanjutan dari otoritas Amerika Serikat terhadap negara-negara yang telah menandatangani perjanjian. Menurutnya, akan ada pembedaan kebijakan antara negara-negara yang telah menandatangani perjanjian dengan yang belum, sehingga Indonesia tetap memiliki ruang strategis dalam implementasi kesepakatan.
Terkait kebijakan tarif 10% yang berlaku sementara selama 150 hari, pemerintah menilai kondisi tersebut justru lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya.
Diplomasi dan Negosiasi Berkelanjutan
Sekretaris Kabinet Teddy Pemerintah menyatakan bahwa diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara terukur dan adaptif, dengan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Airlangga memastikan bahwa implementasi perjanjian perdagangan tetap memberikan manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah dinamika global.
Reaksi dari Tokoh-Tokoh Lain
Selain pernyataan Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian, beberapa tokoh penting juga memberikan tanggapan. Misalnya, Prabowo bertemu dengan 12 pengusaha AS, salah satunya adalah Todd Boehly, pemilik klub sepak bola Chelsea. Pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjalin kerja sama ekonomi dengan negara-negara maju.
Selain itu, ada informasi tentang serba-serbi 8.000 TNI yang dikirim ke Gaza, termasuk jabatan Wakil Komandan dan tugas dalam melucuti senjata. Meski tidak langsung terkait perjanjian dagang, hal ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam isu-isu internasional.
Dengan berbagai langkah yang diambil, Indonesia tampaknya terus berupaya memperkuat posisi ekonominya di tengah dinamika global.







