Kehadiran Gubernur Kalimantan Utara untuk Korban Penyekapan dan Rudapaksa
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, melakukan kunjungan ke Makassar untuk menjenguk korban penyekapan dan rudapaksa yang terjadi setelah korban melamar pekerjaan sebagai babysitter. Korban, MA (21), adalah seorang mahasiswi dari Nunukan, Kalimantan Utara, yang kini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Makassar.
Dalam kunjungannya tersebut, Zainal memberi dukungan moral kepada korban agar tidak larut dalam trauma akibat peristiwa yang menimpanya. Ia juga meminta kepada para ketua mahasiswa Kaltara serta lembaga terkait untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas secara normal.
Selain itu, Zainal juga menemui Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, untuk meminta agar pelaku segera ditangkap. Menurutnya, Kapolda Sulsel sangat serius dalam menangani kasus ini. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian akan memproses pelaku sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Zainal juga telah menyiapkan pengacara atau pendamping hukum untuk mengawal kasus ini hingga ke meja hijau. Selain itu, ia menyampaikan bahwa kedua orangtua korban akan segera diberangkatkan ke Makassar, dengan bantuan dari Bupati setempat.
Peringatan untuk Mahasiswa Asal Kaltara
Gubernur Zainal Arifin Paliwang juga mengimbau seluruh mahasiswa asal Kalimantan Utara untuk tidak mudah percaya dengan informasi lowongan kerja yang muncul di media sosial. Ia tak ingin kasus seperti yang dialami MA terulang kembali, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah yang dipimpinnya.
Sebelumnya, MA disekap saat melamar pekerjaan sebagai babysitter. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat, terutama karena korban masih dalam usia yang belum matang dan rentan terhadap tindakan kekerasan.
Profil Gubernur Zainal Arifin Paliwang
Brigjen Zainal Arifin Paliwang adalah seorang pensiunan perwira tinggi (Pati) Polri yang kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Utara. Ia menjabat periode 2021-2024 dan kembali terpilih pada Pilkada 2024 untuk masa jabatan 2025-2030.
Jabatan strategis terakhir yang pernah diemban Zainal yakni Wakil Kepala Kepolisian Daerah atau Wakapolda Kalimantan Utara. Jenderal bintang 1 ini aktif menduduki posisi jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Utara pada tahun 2018 hingga 2020.
Selama masa dinasnya, Zainal juga pernah mengemban jabatan sebagai Kapolres Blora. Setelah pensiun dari Polri pada tahun 2020, ia terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Gerindra, partai besutan Presiden Prabowo Subianto.
Karier Politik dan Jabatan Publik
Zainal Paliwang kemudian maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Kaltara pada Pilkada 2020. Bersama Yansen Tipa Padan, ia berhasil meraih kursi Gubernur Kaltara periode 2021-2024. Pada Pilkada 2024, Zainal kembali mencalonkan diri sebagai petahana, kali ini berpasangan dengan Ingkong Ala dan diusung oleh 12 partai politik.
Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan bahwa Zainal Arifin Paliwang dan Ingkong Ala menang dengan meraih 194.021 suara. Dengan demikian, Zainal berhak melanjutkan periode keduanya sebagai Gubernur Kalimantan Utara tahun 2025-2030.
Riwayat Pendidikan dan Gelar Akademik
Zainal Arifin Paliwang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 6 Desember 1962. Ia memiliki istri yang juga seorang politikus, Hj. Rahmawati, S.H., anggota Komisi VII DPR RI dari Partai Gerindra. Mereka memiliki anak yang kini sudah meninggal dunia akibat kecelakaan.
Pendidikan Zainal dimulai dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1986. Di Akpol, ia satu angkatan dengan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum. Semasa sekolah, Zainal mengenyam pendidikan SDS Angkas 2 Kec. Mandal (1979), SMP Negeri 1 Kasiguncu (1982), dan SMA Negeri 1 Ujungpandang (1986).
Setelah menjadi polisi, Zainal melanjutkan studi pendidikan tinggi S-1 Fakultas Hukum Universitas Slamet Rijadi. Ia juga lulus S-2 Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2006. Pada 2024, Zainal berhasil meraih gelar doktoral S-3 setelah merampungkan studi S-3 Fakultas Hukum di Universitas Hasanuddin.
Ia juga sukses meraih gelar honoris causa dari Outstanding Diplomatic Management & Humanity oleh UIPM Singapore LLP (Universal Institute of Professional Management). Nama lengkapnya adalah Brigjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum.
Perjalanan Karier di Polri
Brigjen Zainal Arifin Paliwang sudah malang melintang berkarier di Polri. Berbagai jabatan strategis di Polri pun juga sudah pernah diembannya. Zainal mengawali kariernya sebagai Pamapta Polres Buleleng pada tahun 1986.
Setelah itu, ia sempat menduduki posisi jabatan sebagai Kasat Sabhara Polres Sumbawa (1987), Kapolsektif Alas (1988), Kapolsektif Seririt (1990), dan Kanit Baya Bag Serse TIK Dit Serse Polda Nusra (1991). Selain itu, Zainal juga pernah menjabat sebagai Paur Sus Set Spripim Polda Nusra (1991), Kanit Serse Um Bag Serse Um Polda Nusra (1992), Patur Muda I SPN Singaraja Polda Bali (1994), dan Kabag Bin Puskodal Ops Polda Aceh (1997).
Karier jenderal asal Makassar ini makin moncer setelah didapuk menjadi Kaden Prov Polda Aceh pada tahun 1998. Pada tahun 2000, Zainal diutus untuk menjabat sebagai Kasat Polairud Polda Aceh. Satu tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Kasat Polairud Polda DIY.
Setelah itu, Zainal Arifin Paliwang ditunjuk menjadi Kasat Polairud Polda Jateng pada 2002. Pada 2003, ia lalu dimutasi menjadi Dir Polair Polda Jateng. Pada tahun yang sama, Zainal diangkat sebagai Kapolres Blora.
Dalam kariernya, Brigjen Zainal juga sempat mengisi kursi jabatan sebagai Dir Polair Polda Riau, Kasubditgakkum Ditpolair Baharkam Polri, dan Analis Kebijakan Madya bidang Polair Baharkam Polri. Seiring berjalannya waktu, Zainal kemudian dipercaya untuk mengemban amanah menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Utara pada 2018.
Pada 2020, ia lalu dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri. Di tahun yang sama, ia kembali dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Pidum Bareskrim Polri dalam rangka pensiun.






