Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    25 September 2026
    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    25 September 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 26 September 2026
    Trending
    • Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa
    • Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis
    • Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka
    • Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?
    • Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?
    • Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya
    • Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari
    • Menikmati Kesegaran Pagi Melalui Olahraga Ringan yang Mengubah Kualitas Hidup dan Produktivitas Kerja
    • Seni Menjaga Stamina dan Rotasi Pemain di Tengah Gempuran Jadwal Padat Eropa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Refleksi Idul Fitri 1447 H: Rektor UIN Saizu Ajak Umat Bangun Kebaikan Pasca Ramadan

    Refleksi Idul Fitri 1447 H: Rektor UIN Saizu Ajak Umat Bangun Kebaikan Pasca Ramadan

    adm_imradm_imr27 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Refleksi dan Proyeksi Masa Depan dalam Momentum Idul Fitri

    Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi titik balik bagi umat Islam untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah strategis menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Ridwan, dalam pandangannya bertajuk “Idul Fitri: Refleksi dan Proyeksi Masa Depan”.

    Menurutnya, Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi merupakan simbol kembalinya manusia pada fitrah atau kesucian jiwa setelah menjalani proses pembinaan spiritual selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa Ramadan sejatinya adalah training spiritual yang dirancang untuk membentuk manusia dengan kualitas moral tinggi atau berpredikat muttaqin.

    Selama satu bulan penuh, umat Islam ditempa melalui berbagai ibadah, baik yang bersifat ritual maupun sosial. “Ramadan adalah madrasah kehidupan yang melatih manusia menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli,” ujarnya.

    Prof Ridwan menambahkan, pendidikan spiritual dalam Ramadan menjadi semacam “kawah candradimuka” yang membentuk jati diri manusia sebagai hamba Allah sekaligus makhluk sosial. Dalam konteks ini, keseimbangan antara kesalehan individual (hablum minallah) dan kesalehan sosial (hablum minannas) menjadi indikator utama keberhasilan seseorang menjalani Ramadan.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadan tidak diukur saat ibadah berlangsung, melainkan setelahnya, khususnya ketika memasuki bulan Syawal. “Parameter keberhasilan itu ada pada perubahan perilaku. Apakah setelah Ramadan kita menjadi lebih baik atau justru kembali seperti semula,” tegasnya.

    Ia menyebut, peningkatan kualitas diri baik secara spiritual maupun moral harus menjadi indikator nyata dari keberhasilan menjalani ibadah Ramadan. Dalam pemaparannya, Prof Ridwan juga menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi amalan yang telah dibangun selama Ramadan. Praktik ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga kepedulian sosial tidak boleh berhenti setelah bulan suci berakhir.

    “Kebiasaan baik selama Ramadan harus dijaga dan ditransformasikan menjadi gaya hidup dalam sebelas bulan ke depan,” jelasnya. Menurutnya, tantangan terbesar umat Islam justru dimulai setelah Ramadan, yakni menjaga ritme spiritual di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.

    Menjelang berakhirnya Ramadan, Prof Ridwan mengajak umat Islam untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Evaluasi ini penting untuk mengetahui sejauh mana capaian spiritual yang telah diraih. “Refleksi menjadi langkah awal untuk menyusun proyeksi masa depan. Apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan,” katanya.

    Ia menekankan bahwa Ramadan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kualitas hidup yang lebih baik. Dalam refleksi mendalamnya, Prof Ridwan mengutip sebuah maqalah ulama: “Jadilah hamba Allah yang Rabbani, bukan Ramadhani.” Pesan ini menegaskan bahwa kesalehan tidak boleh bersifat musiman atau hanya muncul saat Ramadan.

    “Menjadi pribadi yang saleh harus berlangsung sepanjang waktu, tidak terikat oleh momentum tertentu,” ujarnya. Ia menilai, fenomena meningkatnya ibadah hanya di bulan Ramadan menunjukkan bahwa konsistensi spiritual masih menjadi tantangan besar bagi umat Islam.

    Memasuki Bulan Syawal, yang dimaknai sebagai bulan peningkatan, Prof Ridwan mendorong setiap muslim untuk memiliki visi dan program kebaikan baru. Menurutnya, Idul Fitri harus dijadikan sebagai modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih progresif, produktif, dan bermakna. “Syawal adalah momentum untuk move on menuju kualitas hidup yang lebih baik, dengan meningkatkan amal dan prestasi,” jelasnya.

    Ia juga mengajak umat Islam untuk membangun legacy atau warisan kebaikan yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam perspektif sosial, Prof Ridwan menilai ibadah puasa memiliki dimensi kemanusiaan yang sangat kuat. Dengan merasakan lapar dan dahaga, seseorang dilatih untuk memiliki empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang beruntung.

    “Puasa membentuk manusia menjadi lebih peka dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ungkapnya. Hal ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

    Di akhir pemaparannya, Prof Ridwan menegaskan bahwa kesucian yang diraih saat Idul Fitri bukanlah kondisi yang statis. Setelah Ramadan, manusia akan kembali berhadapan dengan realitas kehidupan yang kompleks. “Kesucian itu dinamis. Ia harus terus dirawat dan diperjuangkan dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    By redaksi25 September 20264,438 Views
    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    By adm_imr24 September 20260 Views
    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    Menimbang Peran AI di Ruang Kelas: Peluang Pembelajaran Interaktif atau Ancaman Integritas Akademik

    By adm_imr15 September 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    25 September 2026
    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    Hitungan Cerdas Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin di Indonesia

    25 September 2026
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    25 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?