Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Simbol-simbol penting dalam fisika dan kimia

    3 Mei 2026

    Temuan KPK: 1 Juta Dolar untuk Pansus DPR, Skandal Korupsi Kouta Haji

    3 Mei 2026

    Tersangka kasus SK ASN palsu di Gresik raup Rp 1,5 miliar, dipakai bayar utang dan judi online

    3 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 3 Mei 2026
    Trending
    • Simbol-simbol penting dalam fisika dan kimia
    • Temuan KPK: 1 Juta Dolar untuk Pansus DPR, Skandal Korupsi Kouta Haji
    • Tersangka kasus SK ASN palsu di Gresik raup Rp 1,5 miliar, dipakai bayar utang dan judi online
    • Harga emas naik sedikit, ini daftar harga emas hari Selasa 28 April 2026
    • Pemalsu SK ASN Ditangkap di Kalimantan Tengah, Raup Rp1,5 Miliar
    • Kunci Jawaban Modul Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7 PINTAR Kemenag 2026
    • Mengapa Love and Deepspace Jadi Tempat Pulang Mahasiswa Keperawatan?
    • Mengenal Mantra Lokal, Pelindung Rasa Masakan Nusantara
    • Ulasan film Kupilih Jalur Langit, ceritanya memikat!
    • Negara yang Diizinkan Lintasi Selat Hormuz oleh Iran, Nasib Kapal Pertamina?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Refleksi Idul Fitri 1447 H: Rektor UIN Saizu Ajak Umat Bangun Kebaikan Pasca Ramadan

    Refleksi Idul Fitri 1447 H: Rektor UIN Saizu Ajak Umat Bangun Kebaikan Pasca Ramadan

    adm_imradm_imr27 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Refleksi dan Proyeksi Masa Depan dalam Momentum Idul Fitri

    Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi titik balik bagi umat Islam untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah strategis menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof Ridwan, dalam pandangannya bertajuk “Idul Fitri: Refleksi dan Proyeksi Masa Depan”.

    Menurutnya, Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi merupakan simbol kembalinya manusia pada fitrah atau kesucian jiwa setelah menjalani proses pembinaan spiritual selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa Ramadan sejatinya adalah training spiritual yang dirancang untuk membentuk manusia dengan kualitas moral tinggi atau berpredikat muttaqin.

    Selama satu bulan penuh, umat Islam ditempa melalui berbagai ibadah, baik yang bersifat ritual maupun sosial. “Ramadan adalah madrasah kehidupan yang melatih manusia menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli,” ujarnya.

    Prof Ridwan menambahkan, pendidikan spiritual dalam Ramadan menjadi semacam “kawah candradimuka” yang membentuk jati diri manusia sebagai hamba Allah sekaligus makhluk sosial. Dalam konteks ini, keseimbangan antara kesalehan individual (hablum minallah) dan kesalehan sosial (hablum minannas) menjadi indikator utama keberhasilan seseorang menjalani Ramadan.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadan tidak diukur saat ibadah berlangsung, melainkan setelahnya, khususnya ketika memasuki bulan Syawal. “Parameter keberhasilan itu ada pada perubahan perilaku. Apakah setelah Ramadan kita menjadi lebih baik atau justru kembali seperti semula,” tegasnya.

    Ia menyebut, peningkatan kualitas diri baik secara spiritual maupun moral harus menjadi indikator nyata dari keberhasilan menjalani ibadah Ramadan. Dalam pemaparannya, Prof Ridwan juga menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi amalan yang telah dibangun selama Ramadan. Praktik ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga kepedulian sosial tidak boleh berhenti setelah bulan suci berakhir.

    “Kebiasaan baik selama Ramadan harus dijaga dan ditransformasikan menjadi gaya hidup dalam sebelas bulan ke depan,” jelasnya. Menurutnya, tantangan terbesar umat Islam justru dimulai setelah Ramadan, yakni menjaga ritme spiritual di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.

    Menjelang berakhirnya Ramadan, Prof Ridwan mengajak umat Islam untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Evaluasi ini penting untuk mengetahui sejauh mana capaian spiritual yang telah diraih. “Refleksi menjadi langkah awal untuk menyusun proyeksi masa depan. Apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan,” katanya.

    Ia menekankan bahwa Ramadan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kualitas hidup yang lebih baik. Dalam refleksi mendalamnya, Prof Ridwan mengutip sebuah maqalah ulama: “Jadilah hamba Allah yang Rabbani, bukan Ramadhani.” Pesan ini menegaskan bahwa kesalehan tidak boleh bersifat musiman atau hanya muncul saat Ramadan.

    “Menjadi pribadi yang saleh harus berlangsung sepanjang waktu, tidak terikat oleh momentum tertentu,” ujarnya. Ia menilai, fenomena meningkatnya ibadah hanya di bulan Ramadan menunjukkan bahwa konsistensi spiritual masih menjadi tantangan besar bagi umat Islam.

    Memasuki Bulan Syawal, yang dimaknai sebagai bulan peningkatan, Prof Ridwan mendorong setiap muslim untuk memiliki visi dan program kebaikan baru. Menurutnya, Idul Fitri harus dijadikan sebagai modal awal untuk membangun kehidupan yang lebih progresif, produktif, dan bermakna. “Syawal adalah momentum untuk move on menuju kualitas hidup yang lebih baik, dengan meningkatkan amal dan prestasi,” jelasnya.

    Ia juga mengajak umat Islam untuk membangun legacy atau warisan kebaikan yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam perspektif sosial, Prof Ridwan menilai ibadah puasa memiliki dimensi kemanusiaan yang sangat kuat. Dengan merasakan lapar dan dahaga, seseorang dilatih untuk memiliki empati terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang beruntung.

    “Puasa membentuk manusia menjadi lebih peka dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ungkapnya. Hal ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

    Di akhir pemaparannya, Prof Ridwan menegaskan bahwa kesucian yang diraih saat Idul Fitri bukanlah kondisi yang statis. Setelah Ramadan, manusia akan kembali berhadapan dengan realitas kehidupan yang kompleks. “Kesucian itu dinamis. Ia harus terus dirawat dan diperjuangkan dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Alhamdulillah, 3.144 Guru Honorer Bandung Dapat Gaji, Segera Cek!

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Naskah Pembina Upacara Hardiknas 2026 yang Menginspirasi Masa Depan Bangsa

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Cara kreatif tingkatkan kepercayaan diri, siswa jadi pemimpin dalam konferensi siswa

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Simbol-simbol penting dalam fisika dan kimia

    3 Mei 2026

    Temuan KPK: 1 Juta Dolar untuk Pansus DPR, Skandal Korupsi Kouta Haji

    3 Mei 2026

    Tersangka kasus SK ASN palsu di Gresik raup Rp 1,5 miliar, dipakai bayar utang dan judi online

    3 Mei 2026

    Harga emas naik sedikit, ini daftar harga emas hari Selasa 28 April 2026

    3 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?