Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    DPRD Kota Malang Dorong Bantuan Sekolah Swasta Atasi Keterbatasan Daya Tampung SMP Negeri

    12 Juni 2026

    Harga BBM Pertamina 8 Juni 2026 Seluruh Indonesia, Cek Tarif Pertamax di Gorontalo

    12 Juni 2026

    Jadwal Pelni 2026: KM Labobar Berangkat Hari Ini ke Surabaya

    12 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • DPRD Kota Malang Dorong Bantuan Sekolah Swasta Atasi Keterbatasan Daya Tampung SMP Negeri
    • Harga BBM Pertamina 8 Juni 2026 Seluruh Indonesia, Cek Tarif Pertamax di Gorontalo
    • Jadwal Pelni 2026: KM Labobar Berangkat Hari Ini ke Surabaya
    • PSN Wanam Papua Selatan Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi
    • Profil Sony Sonjaya, Mantan Wakil Kepala BGN yang Berani Bongkar 30 Nama Koruptor MBG
    • Doa Orang Tua yang Lebih Mustajab, Dalil Hadits dan Penjelasan Ustadz Hanan Attaki
    • Indonesia Darurat Perokok Anak, Kemenkes Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Rokok
    • Promo Murah Alfamart dan Indomaret 8 Juni 2026, Cek Diskon Mi Sukses dan Sedaap
    • Wisata Soko Langit Wonogiri, Kolam Renang di Atas Awan dengan Pemandangan Gunung Lawu
    • Erin dan Perubahan Pengacara, Apa yang Terjadi?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Serangan Balas Menyemarakkan Selat Hormuz

    Serangan Balas Menyemarakkan Selat Hormuz

    adm_imradm_imr12 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kembali Memanasnya Ketegangan di Teluk

    Kawasan Teluk kembali mengalami ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat aksi saling serang. Insiden ini menguji gencatan senjata yang telah berlaku sejak April 2026, sekaligus memperumit perundingan tidak langsung yang sedang dijalankan untuk mengakhiri konflik.

    Berdasarkan laporan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Jumat (5/6/2026), Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain. Enam rudal berhasil dicegat pasukan AS, sedangkan satu rudal lainnya meleset dari target. Sebelum itu, CENTCOM juga menghancurkan empat drone serang Iran di Selat Hormuz yang diduga mengarah ke jalur pelayaran internasional.

    Serangan Balasan Memicu Protes Diplomatik

    Sebagai respons atas serangan tersebut, militer AS menggempur situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm di sepanjang Selat Hormuz pada Sabtu (6/6/2026). Berdasarkan pernyataan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), mereka kemudian membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan yang sama. IRGC juga melepaskan tembakan ke empat kapal tanker yang dituduh melintas di Selat Hormuz tanpa izin.

    Dampak bentrokan itu ikut dirasakan negara sekitar. Angkatan Darat Kuwait menyatakan pihaknya mencegat rudal yang melintas di atas kawasan permukiman. Meski menimbulkan kerusakan material, insiden tersebut dipastikan tak menimbulkan korban jiwa. Sementara di Bahrain, sirene peringatan sempat dibunyikan sehingga warga diminta mencari tempat berlindung.

    Pada jalur diplomatik, Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan protes keras terhadap operasi militer AS. Teheran menilai Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menuding AS tak menunjukkan niat meredakan situasi. Iran juga menyatakan AS harus bertanggung jawab atas dampak dari tindakan yang mereka sebut ilegal. Di sisi lain, IRGC mengklaim bentrokan bermula ketika militer AS berupaya mengawal kapal tanker minyak melewati perairan yang sebagian besar telah ditutup Iran selama perang.

    Perundingan Damai Menghadapi Tuntutan Berbeda

    Melansir laporan Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera di Teheran, tindakan IRGC disebut sebagai peringatan keras kepada Washington. Menurut Alruhaid, Iran menilai insiden dipicu oleh kapal tanker yang didukung AS karena mencoba menerobos Selat Hormuz tanpa koordinasi.

    “Mereka secara eksplisit memperingatkan bahwa jenis agresi semacam ini dari Amerika Serikat di kawasan tak akan dibiarkan tanpa jawaban, dan bahwa mereka akan membalas dengan kuat dan segera,” ujar Alruhaid, dikutip Al Jazeera.

    Serangan rudal dan drone Iran memicu kecaman dari Kuwait dan Bahrain karena dianggap melanggar kedaulatan negara serta mengancam stabilitas kawasan. Kritik serupa juga disampaikan Mesir, Yordania, dan Qatar.

    Meski situasi keamanan memanas, AS dan Iran masih menjalani negosiasi tidak langsung untuk menyusun kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi, pemulihan akses terhadap aset yang dibekukan termasuk pendapatan minyak bernilai miliaran dolar AS, serta penghentian blokade pelabuhan oleh AS. Sebaliknya, Washington meminta Selat Hormuz kembali dibuka dan menginginkan konsesi terkait program nuklir Iran.

    Konflik Regional Memperumit Upaya Mediasi

    Jurnalis Al Jazeera di Doha, Zein Basravi, melaporkan bahwa eskalasi berulang akan menyulitkan posisi negosiator, mediator, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam memulihkan ekonomi serta mendorong penghentian perang. Basravi juga mencatat ekonomi global telah terpukul akibat blokade di Selat Hormuz dan sanksi ekonomi yang diberlakukan AS.

    Mengutip CNBC, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran untuk bertemu pejabat senior Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi. Sumber dari Pakistan menyebut Naqvi membawa pesan khusus untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam misi diplomatik tersebut.

    Di Washington, Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan politik dalam negeri akibat kenaikan harga bensin. Dalam wawancara program Meet the Press produksi NBC, Trump mengatakan sebagian besar fasilitas produksi drone dan rudal Iran telah dihancurkan, tetapi Iran diperkirakan masih memiliki sekitar 21-22 persen persenjataannya.

    Di pihak Iran, penasihat pemimpin tertinggi Mohsen Rezaei menyatakan syarat utama perdamaian adalah pencairan kembali aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp434 triliun. Rezaei juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan hanya akan menyeret AS ke dalam “koridor gelap.”

    Konflik yang berawal dari operasi militer AS dan Israel terhadap Iran juga meluas ke Lebanon. Serangan Israel dilaporkan menghantam kendaraan militer di wilayah selatan Lebanon dan menewaskan dua perwira serta satu prajurit Angkatan Darat Lebanon. Iran menegaskan kesepakatan dengan AS harus mencakup gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hezbollah yang didukung Teheran.

    Pemimpin Hezbollah Naim Qassem secara terbuka menolak rancangan pakta damai yang disusun AS untuk Israel dan pemerintah Lebanon. Qassem menilai dokumen tersebut tak memuat penarikan pasukan Israel dan menyatakan Hezbollah tak dilibatkan dalam proses perundingan. Sementara itu, pemerintah Israel menegaskan pasukannya tak akan ditarik dari Lebanon di tengah perbedaan pandangan yang masih berlangsung dengan AS.





    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Ide Bisnis Ekspor yang Menguntungkan Saat Dolar Naik

    By adm_imr11 Juni 20261 Views

    Timnas Iran Berangkat ke Meksiko Jelang Piala Dunia, AS Tunda Visa untuk Beberapa Staf

    By adm_imr11 Juni 20262 Views

    5 Dampak Rupiah Melemah pada Pekerja yang Ingin Bekerja di Luar Negeri

    By adm_imr11 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    DPRD Kota Malang Dorong Bantuan Sekolah Swasta Atasi Keterbatasan Daya Tampung SMP Negeri

    12 Juni 2026

    Harga BBM Pertamina 8 Juni 2026 Seluruh Indonesia, Cek Tarif Pertamax di Gorontalo

    12 Juni 2026

    Jadwal Pelni 2026: KM Labobar Berangkat Hari Ini ke Surabaya

    12 Juni 2026

    PSN Wanam Papua Selatan Jadi Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi

    12 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?