Penyelidikan Mendalam oleh Komisi Eropa terhadap Shein
Komisi Eropa secara resmi memulai penyelidikan mendalam terhadap raksasa e-commerce asal China, Shein. Langkah ini diambil untuk meninjau dugaan pelanggaran sistemik terhadap Undang-Undang Layanan Digital (DSA), khususnya yang berkaitan dengan peredaran produk ilegal serta desain antarmuka yang dinilai membahayakan kesejahteraan psikologis konsumen. Keputusan hukum ini merupakan bentuk peningkatan pengawasan terhadap platform kategori Very Large Online Platform (VLOP) yang memiliki basis pengguna sangat besar di wilayah Uni Eropa.
Penyelidikan formal ini dipicu oleh desakan pemerintah Prancis serta temuan awal yang mengindikasikan bahwa sistem internal Shein gagal mencegah penjualan barang berbahaya. Laporan tersebut menyoroti adanya konten yang menyerupai materi pelecehan seksual anak serta berbagai produk yang tidak memenuhi standar keamanan kesehatan. Saat ini, otoritas pengawas tengah fokus mengevaluasi mekanisme perusahaan dalam mengurangi risiko, transparansi algoritma rekomendasi, serta efektivitas perlindungan terhadap pengguna di bawah umur dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.
Uni Eropa Soroti Kegagalan Sistem Penyaringan Produk Berbahaya Shein
Komisi Eropa tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem deteksi yang diterapkan oleh Shein, guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke pasar Eropa. Fokus investigasi ini mencakup pemeriksaan rantai pasokan yang diduga meloloskan senjata tajam, obat-obatan tanpa resep, serta kosmetik dengan bahan kimia berbahaya. Peninjauan ini juga menyoroti insiden di Prancis pada November 2025 lalu, di mana otoritas menemukan penjualan boneka seks yang menyerupai fisik anak-anak serta produk kosmetik mengandung zat terlarang Lilial yang berisiko menyebabkan infertilitas. Selain itu, regulator menemukan risiko fisik pada perlengkapan bayi yang dapat memicu bahaya tersedak.
Menanggapi berbagai temuan pelanggaran tersebut, Komisaris Keadilan Uni Eropa, Michael McGrath, mengungkapkan kegeramannya terhadap risiko yang ditimbulkan bagi masyarakat. Pihak Shein mengklaim telah berinvestasi besar untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi dan teknologi deteksi, namun otoritas Eropa tetap skeptis terhadap klaim tersebut.
Uni Eropa Selidiki Fitur Gamifikasi Shein yang Memicu Kecanduan Belanja

Investigasi otoritas Uni Eropa kini menyasar desain digital Shein yang diduga dirancang secara strategis untuk menciptakan ketergantungan psikologis pengguna. Regulator menyoroti penggunaan elemen gamifikasi, seperti pemberian poin hadiah dan tantangan belanja harian, yang dinilai memicu perilaku belanja impulsif terutama di kalangan generasi muda. Fitur-fitur yang disebut sebagai desain adiktif ini sedang diperiksa secara mendalam karena diduga mengeksploitasi kerentanan kognitif konsumen demi memperlama durasi penggunaan aplikasi.
Terkait langkah pengawasan tersebut, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa, Henna Virkkunen, memberikan peringatan tegas mengenai kewajiban platform digital terhadap keselamatan penggunanya. Pihak regulator di Dublin juga turut dilibatkan untuk memastikan sistem penghargaan di aplikasi tersebut mematuhi standar perlindungan konsumen.
Uni Eropa Selidiki Transparansi Algoritma Shein

Penyelidikan formal Komisi Eropa kini menyoroti aspek krusial terkait kurangnya transparansi dalam algoritma rekomendasi Shein. Perusahaan tersebut diduga tidak memberikan informasi yang memadai kepada pengguna mengenai parameter utama yang menentukan tampilan produk di layar konsumen. Sesuai mandat Undang-Undang Layanan Digital, platform berskala besar diwajibkan menyediakan setidaknya satu opsi sistem rekomendasi yang tidak didasarkan pada profil pribadi atau pelacakan data sensitif.
Kritik tajam mengenai ketidakjelasan sistem ini disampaikan oleh juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, yang menegaskan posisi pengguna yang dirugikan. Menanggapi hal tersebut, Penasihat Umum Shein untuk wilayah Eropa, Yinan Zhu, mengakui bahwa menyaring jutaan produk di pasar daring merupakan tantangan besar karena adanya pihak jahat yang terus berupaya menghindari kontrol, namun ia memastikan bahwa Shein berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan badan pengawas. Jika investigasi membuktikan adanya kegagalan dalam memenuhi standar transparansi ini, Shein terancam sanksi denda hingga 6 persen dari total pendapatan tahunan globalnya.







