Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ahmad Dhani Bicara Anak Durhaka Saat El Rumi Bersujud, Berbeda dengan Maia Estianty yang Ingat Perpisahan

    29 April 2026

    Semua Cinta Pedro Matos, Tapi Mengapa Bonek Minta Persebaya Dicadangkan Lawan Arema FC?

    29 April 2026

    60 Ribu Perusahaan Inggris Gugat Microsoft Soal Lisensi Cloud

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Ahmad Dhani Bicara Anak Durhaka Saat El Rumi Bersujud, Berbeda dengan Maia Estianty yang Ingat Perpisahan
    • Semua Cinta Pedro Matos, Tapi Mengapa Bonek Minta Persebaya Dicadangkan Lawan Arema FC?
    • 60 Ribu Perusahaan Inggris Gugat Microsoft Soal Lisensi Cloud
    • Nasib Aipda Robig, Polisi yang Tembak Siswa SMK, Terbukti Pakai Narkoba, Kini ke Nusakambangan
    • Modus Syekh Pelecehan Santri dengan Janji Beasiswa Mesir
    • Privatisasi Kesehatan: Kesembuhan untuk yang Mampu Membayar
    • Rooftop Bar Jakarta Paling Hits dengan Pemandangan Instagramable!
    • Adena, Pedagang Sayur yang Kumpulkan Rp35 Juta dari Uang Koin untuk Haji
    • 7 Film Bocor Sebelum Rilis, Termasuk Avatar Terbaru
    • Setelah Gagal Perundungan Pertama, Iran Tak Akan Bertemu AS
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Tarawih dan Kepemimpinan Bijak

    Tarawih dan Kepemimpinan Bijak

    adm_imradm_imr2 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Makna Sholat Tarawih dalam Tradisi Islam

    Sholat malam Ramadhan, yang dikenal sebagai sholat tarawih, memiliki sejarah panjang yang berakar pada peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Awalnya, sholat ini disebut dengan Qiyamu Ramadhan atau sholat malam Ramadhan. Dalam sejarah, Nabi pernah melakukan sholat malam di masjid sendirian, lalu diikuti oleh para sahabat secara spontan.

    Peristiwa itu terjadi pada masa awal kenabian, kira-kira dua tahun setelah hijrah ke Madinah. Saat itu, Nabi memimpin sholat malam di masjid, dan beberapa sahabat melihatnya, lalu ikut berdiri di belakang. Tanpa pengumuman resmi, mereka mengikuti sholat Nabi karena yakin bahwa apa yang dilakukan Nabi adalah amalan besar. Pada malam-malam berikutnya, jumlah jamaah semakin bertambah hingga masjid dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan sholat malam Nabi.

    Namun, suatu malam, Nabi tidak keluar dari rumahnya meskipun banyak orang menunggu. Beberapa orang mencoba memberi isyarat kecil agar Nabi datang, tetapi Nabi tetap tinggal di rumah. Setelah sholat subuh, Nabi menjelaskan bahwa ia tidak keluar karena khawatir sholat tersebut akan diwajibkan atas ummatnya. Hal ini bisa menjadi beban berat bagi ummat di masa depan.

    Sejak saat itu, Nabi memilih untuk sholat malam di rumah, sementara para sahabat tetap melanjutkan sholat malam sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil. Kebiasaan ini berlangsung hingga Nabi wafat.

    Perkembangan Sholat Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab

    Setelah Nabi wafat, muncul pertanyaan tentang bagaimana cara menjaga tradisi sholat malam Ramadhan. Khalifah Umar bin Khattab r.a. melihat pemandangan yang unik di masjid setelah kematian Nabi. Ia melihat ada orang yang sholat sendiri, ada yang bersama, dan ada yang membaca Al-Qur’an dalam barisan yang tidak teratur.

    Umar merasa bahwa keadaan ini tidak ideal dan ingin merapikan ibadah tersebut. Ia kemudian menunjuk Ubayy bin Ka’b sebagai imam tetap untuk memimpin sholat malam Ramadhan. Dengan adanya satu imam, sholat malam menjadi lebih teratur dan terjalin persatuan antara ummat.

    Keputusan Umar ini bukanlah menciptakan syariat baru, tetapi ia hanya ingin merapikan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, ummat bisa bersatu dalam satu barisan dan saling mendukung dalam beribadah.

    Asal Kata “Tarawih” dan Maknanya

    Kata “tarawih” berasal dari kata “tarwihah”, yang artinya istirahat. Dulu, sholat malam para sahabat sangat panjang, bahkan bisa membaca ratusan ayat dalam satu rakaat. Karena begitu lelahnya, setiap selesai rakaat, mereka duduk sejenak untuk istirahat, minum air, atau berzikir.

    Di jeda istirahat itulah, sholat mereka disebut tarawih. Dari kebiasaan istirahat inilah muncul istilah “tarawih”. Di dalam sholat tarawih, terdapat nilai-nilai seperti persatuan, toleransi, kelembutan, kedisiplinan, dan ketaatan. Selain itu, juga ada limpahan pahala dan rahmat dari Allah SWT.

    Masalah Modern dalam Sholat Tarawih

    Dalam zaman sekarang, banyak orang menganggap sholat tarawih sebagai ritual yang harus cepat selesai. Banyak orang menggunakan istilah seperti “tarawih kilat”, “tarawih ekspress”, atau “tarawih berkecepatan tinggi”. Akibatnya, makna asli dari sholat tarawih, yaitu istirahat dan keseimbangan, mulai hilang.

    Padahal, jeda istirahat adalah inti dari nama “tarawih”. Jika kita ingin benar-benar memahami makna sholat tarawih, maka kita harus kembali pada prinsip dasarnya: menjaga kesadaran, ketenangan, dan kebersamaan.

    Kesimpulan

    Sholat tarawih bukan sekadar sholat malam Ramadhan, tetapi juga merupakan cerita tentang cinta, kepemimpinan, toleransi, dan kebijaksanaan. Dalam konteks kepemimpinan, baik itu di diri sendiri, keluarga, maupun institusi publik, kita bisa belajar dari kebijaksanaan Umar bin Khattab dalam menyatukan ummat dalam satu barisan.

    Jika kita tidak sanggup berjamaah, maka cara Nabi pun boleh dilakukan, yaitu sholat sendiri di rumah. Yang terpenting adalah niat dan kesadaran dalam beribadah.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Modus Syekh Pelecehan Santri dengan Janji Beasiswa Mesir

    By adm_imr29 April 20260 Views

    57 Siswa Athirah Lulus ke Kampus Impian, 20 Diterima di UI

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Sentuhan lawan jenis saat tawaf, harus ulangi wudhu?

    By adm_imr29 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ahmad Dhani Bicara Anak Durhaka Saat El Rumi Bersujud, Berbeda dengan Maia Estianty yang Ingat Perpisahan

    29 April 2026

    Semua Cinta Pedro Matos, Tapi Mengapa Bonek Minta Persebaya Dicadangkan Lawan Arema FC?

    29 April 2026

    60 Ribu Perusahaan Inggris Gugat Microsoft Soal Lisensi Cloud

    29 April 2026

    Nasib Aipda Robig, Polisi yang Tembak Siswa SMK, Terbukti Pakai Narkoba, Kini ke Nusakambangan

    29 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?