Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang

    29 April 2026

    8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang

    29 April 2026

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang
    • 8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang
    • BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi
    • Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso
    • Targetkan Layanan Capai Rp252,36 Kuadriliun pada 2030
    • Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum
    • Sholawat Badar: Versi Pendek dan Panjang dengan Terjemahan
    • Nina Zatulini Cedera Otot Saat Menyusui, Sampai Robek!
    • Orang yang Menyimpan Makanan Terbaik untuk Gigitan Terakhir Ternyata Memiliki 7 Sifat Tak Terduga Ini
    • Anak-anak Terancam Kekerasan di Daycare
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Teror Air Keras KontraS Terungkap, Masalah yang Belum Selesai bagi Polisi, Termasuk Kanjuruhan dan Km 50

    Teror Air Keras KontraS Terungkap, Masalah yang Belum Selesai bagi Polisi, Termasuk Kanjuruhan dan Km 50

    adm_imradm_imr30 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyelesaian Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tantangan Berikutnya bagi Polri

    Polisi telah berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam menegakkan keadilan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Namun, di tengah apresiasi atas penyelesaian kasus tersebut, publik masih menantikan tindakan serupa dari pihak berwajib terkait dua peristiwa besar yang belum terselesaikan: Tragedi Kanjuruhan dan Peristiwa KM 50.

    Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 135 orang meninggal dunia dan 580 orang luka-luka. Ini menjadikannya salah satu tragedi stadion terbesar dalam sejarah dunia. Sementara itu, Peristiwa KM 50 terjadi pada 7 Desember 2020, saat enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak oleh aparat kepolisian di Tol Jakarta–Cikampek, tepatnya di Kilometer 50, Karawang, Jawa Barat. Insiden ini memicu kontroversi besar karena menyangkut dugaan pelanggaran HAM dan akuntabilitas aparat.

    Persaudaraan Umat Islam (PUI) Minta Penyelesaian Transparan

    Persaudaraan Umat Islam (PUI) menggelar aksi damai di depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan tuntutan agar polisi mengusut dugaan pelanggaran prosedur dalam Tragedi Kanjuruhan dan Peristiwa KM 50. Koordinator PUI, Sjahrir Jasim, menegaskan bahwa kedua kasus tersebut tidak boleh dianggap selesai secara formal. Ia menilai masih ada persoalan mendasar terkait akuntabilitas dan keadilan yang belum terjawab.

    “Kami datang ke Mabes Polri untuk meminta satu hal yang sangat jelas, buka semuanya secara terang, termasuk dugaan pelanggaran protap dan siapa yang bertanggung jawab dalam rantai komando,” tegasnya. PUI juga menyampaikan permohonan resmi kepada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri agar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dua peristiwa tersebut.

    Dalam aksi tersebut, PUI menyoroti penanganan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 130 orang. Menurut mereka, proses hukum yang berjalan dinilai belum menyentuh akar persoalan, terutama terkait pengambilan keputusan strategis di lapangan. “Penggunaan gas air mata di stadion bukan keputusan individu semata. Itu bagian dari sistem komando. Pertanyaannya, siapa yang memerintahkan?” ujarnya.

    PUI juga mengkritisi vonis terhadap sejumlah terdakwa yang dianggap ringan dan lebih banyak menyasar pelaku di lapangan, tanpa mengungkap tanggung jawab struktural di level pimpinan. Sementara itu, dalam Peristiwa KM 50, PUI menyoroti putusan bebas terhadap dua anggota Polri dengan alasan pembelaan terpaksa (noodweer). Menurut mereka, putusan tersebut belum menjawab berbagai pertanyaan krusial terkait kronologi dan penggunaan kekuatan mematikan.

    Kritik terhadap Transparansi Penegakan Hukum

    Pengamat militer dan politik dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menyoroti kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dinilai masih menyisakan tanda tanya publik, terutama dalam penanganan sejumlah kasus besar. Ia menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang hingga kini masih memunculkan perdebatan. “Memang pelaku sudah diproses hukum, tetapi publik masih mempertanyakan siapa aktor intelektual di balik peristiwa tersebut,” katanya.

    Selain itu, ia juga menyoroti dugaan perusakan CCTV dalam Peristiwa KM 50 serta sejumlah perkara lain yang menyeret pejabat tinggi Polri. Hal tersebut dinilai memperkuat persepsi adanya ketidaktransparanan. “Ini bukan soal kemampuan teknis. Polri punya teknologi dan sumber daya. Tapi yang diuji adalah konsistensi membuka fakta, apalagi jika menyentuh internal,” tegasnya.

    Penyelidikan Terhadap Kasus Air Keras Andrie Yunus

    Sebelumnya, Mabes TNI telah menangkap dan memeriksa empat oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang diduga terlibat dalam penyiraman terhadap Andrie Yunus. Keempatnya kini diperiksa oleh Polisi Militer TNI (POM TNI). Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengungkap jejak para pelaku melalui analisis rekaman CCTV di 86 titik. Dari ribuan menit rekaman, polisi menyusun kronologi pergerakan pelaku sejak berkumpul hingga melarikan diri setelah kejadian.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum melakukan aksi penyiraman di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.35 WIB. Usai beraksi, para pelaku melarikan diri ke arah berbeda, termasuk menuju kawasan Senen, Gondangdia, hingga Jakarta Timur. Salah satu pelaku bahkan diduga sempat mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak.

    Tantangan Transparansi dan Akuntabilitas

    Selamat menekankan, kepercayaan publik merupakan fondasi utama bagi aparat negara, baik TNI maupun Polri, yang hanya bisa dibangun melalui transparansi dan tindakan nyata. “Dalam negara hukum, yang terpenting bukan siapa yang lebih cepat, tapi siapa yang lebih berani transparan. Tidak boleh ada ruang abu-abu,” pungkasnya.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum

    By adm_imr28 April 20260 Views

    22 Tersangka Di-PTDH, Ibu Prada Lucky Namo Puji Putusan Banding

    By adm_imr28 April 20262 Views

    Nasib 103 Anak di Daycare Yogyakarta: 53 Korban Kekerasan Fisik Terungkap

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menjelang Kehadiran Presiden, Wamen KKP dan Sekda Budiar Cek Kesiapan KNMP di Pantai Sipelot Malang

    29 April 2026

    8 Kebiasaan Orang Tidak Mudah Stres, Ini Rahasia Hidup Tenang

    29 April 2026

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026

    Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?