Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    CJIBF 2026 Jateng Catatkan Minat Investasi Rp16 T dari Energi Terbarukan hingga Pertambangan

    14 Mei 2026

    UMKM Desa Tarik Sidoarjo Giat Pelajari WhatsApp Business untuk Tingkatkan Omzet

    14 Mei 2026

    YLBHI: Pembubaran Nobar Pesta Babi Diduga Langgar KUHP

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 15 Mei 2026
    Trending
    • CJIBF 2026 Jateng Catatkan Minat Investasi Rp16 T dari Energi Terbarukan hingga Pertambangan
    • UMKM Desa Tarik Sidoarjo Giat Pelajari WhatsApp Business untuk Tingkatkan Omzet
    • YLBHI: Pembubaran Nobar Pesta Babi Diduga Langgar KUHP
    • Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC Pukul 17.00 WIT: Perebutan Tiket Terakhir Liga 1 Memanas
    • Apakah Protein Shake Bantu Kurangi Berat Badan?
    • Peran Kuswandi dalam Penangkapan Kiai Cabul Pati di Wonogiri, Diduga Bantu Pelarian Ashari
    • Klinik Tranmere Rovers Buka Jalan Baru Persebaya Cetak Pelatih Berkualitas Eropa
    • Jateng Tuntaskan Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik
    • Perkuat kemitraan dengan media, Grand Qin Hotel Banjarbaru hadirkan promo kuliner terbaru
    • Kawin Kontrak Hui Ju dan Putra Mahkota Terbongkar, Siapa Bocorkan Rahasia?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Tutup Selat Hormuz Picu Krisis Pupuk Global, Ancam Ketersediaan Pangan Dunia

    Tutup Selat Hormuz Picu Krisis Pupuk Global, Ancam Ketersediaan Pangan Dunia

    adm_imradm_imr6 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dampak Konflik di Timur Tengah terhadap Pasokan Pupuk dan Energi Global

    Penutupan efektif Selat Hormuz telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap pasar energi global. Tidak hanya itu, efeknya juga berdampak pada pasokan pupuk di tengah kenaikan biaya yang mengancam jadwal produksi petani serta ketahanan pasokan pangan dunia.

    Konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah, yang dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, telah memicu efek domino terhadap biaya input pertanian. Ketegangan regional di Timur Tengah terus meningkat sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan sektor penerbangan.

    Teheran juga mengendalikan Selat Hormuz, jalur perairan krusial bagi distribusi energi global dan pasokan lainnya ke sebagian besar wilayah Asia. Gangguan pada rantai pasok pupuk dan energi di kawasan tersebut menghentikan jalur perdagangan penting bagi pertanian global, sehingga memicu risiko krisis pangan yang bahkan lebih dalam dibandingkan tahun 2022 saat perang Rusia-Ukraina dimulai.

    Hampir terhentinya lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz telah mengganggu 38 persen pasokan pupuk berbasis nitrat global dan 20 persen pupuk berbasis fosfat, sehingga menimbulkan risiko langsung terhadap ketahanan pangan para petani di seluruh dunia.

    Krisis yang berlangsung di Timur Tengah, sebagai pusat pasokan pupuk dan energi dunia, terus memburuk setiap hari, menurut data perusahaan analisis Kpler dan CRU. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan kontraksi 33 persen pada rantai pasok pupuk global, sementara ekspor urea kawasan tersebut sebesar 22 juta ton per tahun terhenti. Sekitar 46 persen pasokan urea global berasal dari kawasan Teluk, sehingga penghentian ekspor semakin memperparah krisis.

    Sekitar setengah dari lebih dari 2,1 juta ton stok urea dalam dua tahun terakhir tidak dapat dimuat ke kapal akibat gangguan logistik. Kemacetan pengiriman ini berpotensi menyebabkan gagal panen di tengah musim panen global, menurut para ahli. Keberlanjutan produksi pertanian modern sangat bergantung pada pasokan lebih dari 190 juta ton produk nutrisi tanaman yang digunakan setiap tahun di seluruh dunia, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

    Sebagian besar pasokan tersebut terdiri atas 110 juta ton pupuk nitrogen. Namun, dalam kondisi saat ini, jenis pupuk ini menjadi yang paling rentan terhadap krisis geopolitik karena ketergantungannya yang tinggi pada gas alam sebagai bahan baku.



    Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. – (EPA)

    Fluktuasi harga energi menempatkan segmen terbesar pasar pupuk global di bawah tekanan biaya tinggi. Selain pupuk berbasis nitrogen, dua produk utama lainnya adalah pupuk berbasis fosfor dan kalium yang masing-masing menyumbang 45 juta ton dan 40 juta ton. Para ahli menyatakan bahwa gangguan sekecil apa pun dalam rantai pasok tiga input pertanian utama tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman global yang sulit dipulihkan.

    Selat Hormuz bukan sekadar jalur energi, tetapi juga rute transportasi paling penting di dunia untuk bahan baku strategis seperti urea dan amonia. Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain merupakan pemasok utama pupuk nitrogen global, bersama Iran.

    Memasuki musim tanam di belahan bumi utara, gangguan jalur pelayaran berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian dan pasokan pangan. Sementara itu, harga gas alam, yang menyumbang sekitar 80 persen biaya produksi pupuk nitrogen, melonjak tajam dan mendorong sejumlah fasilitas besar menghentikan operasi.

    Harga urea dan amonia mengalami kenaikan signifikan setelah penutupan jalur tersebut. Harga urea naik dari 482,5 dolar AS per ton pada 27 Februari menjadi 720 dolar AS pada pertengahan Maret, atau meningkat sekitar 50 persen. Harga amonia di Timur Tengah juga naik 24 persen hingga mendekati 600 dolar AS per ton.

    Ketahanan pasokan global kini terancam akibat serangan militer terhadap infrastruktur energi regional serta deklarasi force majeure berulang oleh perusahaan energi. Deklarasi force majeure memungkinkan perusahaan menangguhkan kewajiban kontrak akibat peristiwa di luar kendali mereka, sehingga sementara terbebas dari komitmen pengiriman tanpa dikenakan sanksi.

    India, sebagai salah satu konsumen pupuk terbesar, mengalihkan alokasi gas alam untuk menjaga keseimbangan pasar domestik dengan menurunkan prioritas sektor pupuk. Negara tersebut kehilangan sekitar 800 ribu ton dari produksi urea bulanan sebesar 2,6 juta ton akibat pembatasan pasokan gas industri. Gangguan impor amonia juga menghentikan produksi domestik, mengingat 80 persen kebutuhan amonia India berasal dari kawasan Teluk.

    China memberlakukan pembatasan ekspor karena ketergantungan terhadap impor sulfur dari Timur Tengah serta volatilitas harga yang ekstrem. Penghentian pasokan dari pusat produksi pupuk fosfat global membuat negara seperti Brasil tidak mampu memenuhi hingga 30 persen kebutuhannya, sehingga memicu krisis stok. Australia memperkirakan cadangan urea akan habis pada pertengahan April karena lebih dari 60 persen pasokannya berasal dari Timur Tengah, sementara upaya mencari alternatif terkendala biaya logistik yang tinggi.

    Di Eropa, pasar menunggu kebijakan luar biasa seperti penangguhan mekanisme Carbon Border Adjustment Mechanism di tengah lonjakan harga pupuk. Produsen pupuk milik negara Qatar, QAFCO, menghentikan operasi pabrik urea berkapasitas 5,6 juta ton per tahun akibat gangguan pasokan energi. Sejumlah perusahaan besar di Pakistan dan Bangladesh juga menghentikan produksi sepenuhnya.

    Proyeksi Harga Pupuk Meningkat

    Fitch Ratings menaikkan proyeksi harga amonia dan urea 2026 sekitar 25 persen akibat ketidakpastian durasi konflik dan gangguan pasokan. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa penutupan berkepanjangan Selat Hormuz dapat mendorong harga pupuk naik lebih tinggi, dengan pupuk berbasis nitrogen menjadi yang paling terdampak.

    Di sisi lain, petani Amerika Serikat menghadapi tekanan keuangan berat menjelang musim tanam musim semi. Federasi Biro Pertanian Amerika memperingatkan produksi jagung dan biji-bijian menghadapi masa sulit, dengan harga solar melampaui 5 dolar AS per galon. Presiden federasi tersebut, Zippy Duvall, meminta Presiden AS Donald Trump untuk memprioritaskan pasokan input pertanian, termasuk melalui pengamanan jalur pelayaran dan dukungan pembiayaan. Ia menilai kondisi ini tidak hanya mengancam ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi memicu tekanan inflasi di perekonomian AS.



    Peyandang difable Louy Al-Najar harus ngesot di saat memanen gandum di Khan Younis Jalur Gaza selatan Ibraheem – (Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)

    Gangguan Terbesar Sejak 2022

    Penutupan Selat Hormuz menjadi gangguan besar kedua terhadap produksi pupuk global setelah krisis tahun 2022 akibat perang Rusia-Ukraina. Ekonom utama The Fertilizer Institute, Veronica Nigh, menyatakan konflik Timur Tengah berpotensi lebih parah dibandingkan awal perang Rusia-Ukraina jika berlangsung lama. Sementara itu, ekonom FAO Maximo Torero menyebut guncangan energi telah berdampak langsung pada sistem pangan global melalui pasar pupuk, sementara krisis asuransi pelayaran membuat distribusi pupuk terhenti.

    “Hilangan ekspor dari kawasan Teluk menciptakan kekurangan global secara langsung tanpa pengganti cepat,” ujarnya. Torero menambahkan, biaya logistik menjadi dampak paling nyata, dengan premi asuransi kapal melonjak dari 0,25 persen menjadi 10 persen untuk kapal berisiko tinggi. Ia menegaskan, meskipun konflik segera berakhir, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan kapasitas perdagangan maritim, sementara biaya pengiriman tetap tinggi hingga risiko benar-benar mereda.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Zionis Dibebaskan, Saif Abukeshek Kembali ke Armada Global Sumud

    By adm_imr14 Mei 20263 Views

    IKAFE Unhas: Bahaya Ekonomi Drift, Stabil Tapi Tak Berarah

    By adm_imr14 Mei 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    CJIBF 2026 Jateng Catatkan Minat Investasi Rp16 T dari Energi Terbarukan hingga Pertambangan

    14 Mei 2026

    UMKM Desa Tarik Sidoarjo Giat Pelajari WhatsApp Business untuk Tingkatkan Omzet

    14 Mei 2026

    YLBHI: Pembubaran Nobar Pesta Babi Diduga Langgar KUHP

    14 Mei 2026

    Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC Pukul 17.00 WIT: Perebutan Tiket Terakhir Liga 1 Memanas

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?