Infomalangraya.com, JAKARTA – Pagi ini, kami hadirkan berita terpopuler sepanjang Sabtu (25/4) yang mencakup berbagai isu penting. Mulai dari tuntutan aliansi PPPK paruh waktu kepada Presiden, solusi untuk mencegah pemutusan hubungan kerja massal, hingga kasus aneh terkait eks polisi penembak siswa SMK yang positif narkoba. Berikut rangkumannya:
Surati Presiden Prabowo, Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia Ajukan 3 Tuntutan
Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia telah dua kali menyampaikan surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat pertama dikirim pada 8 April dan surat kedua pada 20 April 2026.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia, Rini Antika, surat audensi tersebut sudah diterima tiga minggu lalu. Meski ada bukti surat, hingga kini belum ada jawaban resmi dari pihak presiden.
2 Solusi Ini Diyakini Mampu Mencegah PHK Massal PPPK Paruh Waktu
Tahun ini menjadi masa kritis bagi PPPK paruh waktu. Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 16 Tahun 2025 disebutkan bahwa masa kerja PPPK paruh waktu hanya satu tahun.
“Massa kerja PPPK paruh waktu hanya satu tahun dan tahun ini adalah yang terakhir. Hal ini sangat meresahkan kami meskipun ada daerah yang menjamin kontrak PPPK paruh waktu hingga 2027,” ujar Rini Antika saat berbicara kepada JPNN, Sabtu (25/4/2026).
KDM: Antre jadi ASN, Honorer, PPPK, padahal Lapangan Kerja di Luar Itu Terbuka Lebar
Banyak lulusan perguruan tinggi yang ingin bekerja di sektor formal, seperti perusahaan atau mengincar posisi sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN) serta PPPK.
Namun, jumlah lowongan kerja di sektor formal terbatas telah memicu meningkatnya angka pengangguran dari kalangan pendidik tinggi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Polda Sebut Eks Polisi Penembak Mati Siswa SMK Positif Narkoba, Kalapas Semarang Bilang Tidak, Aneh!
Pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) dan Lapas Kelas I Semarang memberikan pernyataan yang berbeda mengenai hasil tes urine Robig Zaenudin, eks polisi yang menjadi terpidana kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy.
Sebelumnya, tes urine dilakukan setelah adanya pengaduan bahwa eks polisi berpangkat terakhir Aipda itu diduga mengendalikan peredaran narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.
Aksi, Massa Desak KPK Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar di Proyek PLTA Poso
Massa yang tergabung dalam Gerakan Keadilan dan Perubahan Nusantara bersama Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) menggelar aksi di depan gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2025).
Mereka menuntut KPK dan aparat penegak hukum lainnya untuk mengusut dugaan kredit macet perusahaan Kalla Group atau afiliasinya di proyek PLTA Poso.
Dalam aksi tersebut, massa sempat mengamuk dengan membakar ban.






