Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    25 September 2026
    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    24 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 25 September 2026
    Trending
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis
    • Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka
    • Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?
    • Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?
    • Strategi Menjaga Kesehatan Mental dan Privasi di Tengah Riuhnya Jagat Maya
    • Kombinasi Makanan Sarapan Penjaga Energi Stabil Sepanjang Hari
    • Menikmati Kesegaran Pagi Melalui Olahraga Ringan yang Mengubah Kualitas Hidup dan Produktivitas Kerja
    • Seni Menjaga Stamina dan Rotasi Pemain di Tengah Gempuran Jadwal Padat Eropa
    • Strategi Mengelola Keuangan Bagi Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Dan Berkembang
    • Menakar Nilai Investasi Hobi: Strategi Memilih Koleksi Bernilai Tinggi dan Menghindari Devaluasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Undang-Undang»Polri dan Krisis Pemahaman KUHAP

    Polri dan Krisis Pemahaman KUHAP

    adm_imradm_imr10 Februari 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Polisi yang Terdistorsi dan Ancaman terhadap Hukum

    Dalam beberapa bulan terakhir, berita-berita hukum yang viral sering kali menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat penyidik. Kasus-kasus seperti begal di Sleman yang berujung pada kematian atau penjual es busa yang diperlakukan sewenang-wenang menjadi bukti nyata bahwa sistem hukum tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

    Polanya serupa: ada dugaan abuse of power dan penerapan pasal yang salah oleh aparat penyidik. Namun, kasus-kasus viral ini hanyalah puncak dari gunung es yang lebih gelap dan sistemik. Maraknya praktik pemerasan (extortion) oleh oknum polisi, terutama dalam kasus narkoba dan penipuan online, sudah lama menjadi perbincangan masyarakat.

    Dalam banyak kasus, KUHAP tidak hanya disalah-tafsirkan, tetapi sengaja dibengkokkan menjadi alat teror dan transaksi. Korban seringkali adalah keluarga tersangka atau korban penipuan yang putus asa, dihadapkan pada pilihan pahit: mengikuti “permintaan” oknum untuk memperoleh kemudahan proses, atau menghadapi ancaman pasal yang lebih berat, proses yang diperlambat, atau intimidasi langsung. Mereka terperangkap dalam ketakutan dan tidak berani speak up, karena yang mengancam adalah aparat yang seharusnya melindungi justru malah memanfaatkan situasi.

    Ini adalah distorsi paling berbahaya dari fungsi penyidikan. Polisi bukan lagi penegak hukum, tetapi menjadi predator yang memanfaatkan kerentanan warga.

    Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

    Alarm ini seharusnya lebih nyaring berbunyi dengan diberlakukannya KUHAP baru melalui UU No. 20 Tahun 2025 yang menekankan perlindungan HAM. Namun, apa gunanya aturan progresif jika penegak di lapangan justru menggunakannya sebagai alat pemerasan?

    Perdebatan tentang di bawah siapa Polri sebaiknya bernaung adalah wacana politik yang penting, tetapi ia mengaburkan prioritas yang lebih mendesak yakni peningkatan kapasitas Anggota Polri dalam memahami KUHP / KUHAP baru dan revolusi pengawasan internal Polri.

    Menurut penulis, daripada sibuk dalam debat yuridis-politik yang berlarut, pemerintah dan DPR harus mendorong langkah konkret yang lebih keras. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan:

    • Pendidikan Ulang yang Menekankan Integritas dan Konsekuensi Hukum Pidana bagi Oknum Polisi yang Melanggar

      Pelatihan KUHAP baru harus disertai studi kasus nyata pemerasan dan penegasan bahwa pemerasan adalah kejahatan yang lebih parah daripada pelanggaran disiplin.

    • Membangun Saluran Pengaduan yang Super-Protektif dan Independen

      Korban pemerasan butuh jaminan mutlak kerahasiaan dan perlindungan dari balasan. Lembaga pengawas eksternal yang kredibel (seperti Ombudsman atau Komnas HAM) harus memiliki akses dan kewenangan investigasi khusus untuk pola pemerasan ini. Karena menyerahkan pengawasan ke Propam Polri ibarat jeruk makan jeruk.

    • Audit dan Pemutaran Rotasi Penyidik di Bidang Rawan

      Bidang narkoba dan cyber crime adalah area berisiko tinggi. Perlu audit prosedur dan rotasi berkala untuk memutus jaringan praktik kotor. Penyidik sering kali berdalih memeras karena perintah atasan, padahal perintah atasan yang bertentangan dengan UU haruslah ditolak.

    • Memanfaatkan Teknologi

      Proses penyidikan, terutama penyitaan dan pemeriksaan saksi, perlu didukung oleh perekaman elektronik yang sukar dimanipulasi, untuk mengurangi ruang gelap transaksi. Meskipun KUHAP baru sekarang mengatur proses pemeriksaan di kepolisian wajib ada kamera pengawas, namun penerapannya masih minim dilapangan.

    Kesimpulan

    Oleh karena itu, negara harus memutus siklus ketakutan ini. Membiarkan pemerasan berlindung di balik seragam berarti mengikis habis kepercayaan publik, fondasi paling utama penegakan hukum. Reformasi Polri yang sesungguhnya dimulai dari pemberantasan praktik sewenang-wenang dan memastikan setiap warga, sekalipun sedang berurusan dengan hukum, merasa aman dari ancaman oknum yang seharusnya melindungi, melayani dan mengayomi mereka.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Eksepsi Paulus Dinilai Tidak Sesuai KUHAP, JPU Beri Tanggapan Pekan Depan

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Pemantauan tata kelola pemda, Kemenkum Jabar selaraskan rancangan peraturan Bupati Cirebon

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat di Tengah Panas Terik Iklim Tropis

    25 September 2026
    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    Menjaga Binar Mata Anak Melalui Keseimbangan Antara Layar Kaca dan Ruang Terbuka

    25 September 2026
    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    Kecerdasan Buatan di Ruang Kelas: Kawan Belajar Baru atau Ancaman Integritas Akademik?

    24 September 2026
    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    Berapa Biaya Sebenarnya Memelihara Mobil Listrik Dibandingkan Mobil Bensin di Indonesia?

    24 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?