Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Energi Iran Jika Selat Hormuz Tutup

    7 April 2026

    Prospek Emiten Rokok 2026: Persaingan HMSP vs GGRM

    7 April 2026

    Kebiasaan aneh lampu listrik sebelum kebakaran Puskesmas Pandahan Tapin Kalsel

    7 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 7 April 2026
    Trending
    • Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Energi Iran Jika Selat Hormuz Tutup
    • Prospek Emiten Rokok 2026: Persaingan HMSP vs GGRM
    • Kebiasaan aneh lampu listrik sebelum kebakaran Puskesmas Pandahan Tapin Kalsel
    • Pencairan PIP April 2026 Dibuka, Cek Fakta dan Informasi KIP Terkini
    • Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan
    • Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina
    • Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • BNNP Sulsel Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas
    • Pneumonia Tanpa Batuk? Ini Fakta Pentingnya
    • Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Setelah Rohana dan Rojali, Rocadoh: Peluang untuk Bangkit

    Setelah Rohana dan Rojali, Rocadoh: Peluang untuk Bangkit

    adm_imradm_imr19 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Fenomena Rocadoh: Transformasi Fungsi Mal dari Tempat Belanja ke Ruang Sosial

    Di tengah perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam hal belanja, mal mulai mengalami transformasi. Setelah rombongan Rojali dan Rohana yang datang ke mal dengan tujuan berbelanja, kini hadir rombongan baru bernama Rocadoh. Mereka tidak datang untuk membeli barang, melainkan mencari jodoh melalui acara Cindomatch.

    Awal Mula Fenomena Cindomatch

    Cindomatch pertama kali diadakan di Mall of Indonesia, Jakarta, pada paruh akhir tahun 2025. Acara ini mirip dengan Shanghai Marriage Market di Tiongkok, tetapi skalanya lebih kecil. Awalnya, Rocadoh hanya terbatas pada kalangan warga Tionghoa, namun seiring waktu, acara ini menarik banyak kalangan dari berbagai latar belakang. Bahkan, acara ini kini telah menyebar ke mall-mall lain di Jakarta dan Surabaya.

    Fenomena ini menarik karena mal, yang dulu menjadi pusat transaksi, kini mulai berubah fungsi menjadi tempat pertemuan sosial. Perubahan ini terjadi karena adanya disrupsi bisnis ritel akibat perkembangan e-commerce. Saat ini, konsumen bisa membeli hampir semua produk secara online dengan harga yang lebih kompetitif dan pengiriman cepat. Akibatnya, intensitas transaksi di mal terkikis, hanya menyisakan ruang fisik yang tidak bisa didigitalkan.

    Minat Masyarakat ke Mal Masih Tinggi

    Meskipun jumlah transaksi berkurang, minat masyarakat terhadap mal masih tinggi. Mal dirancang sebagai mesin transaksi dengan logika bisnis sederhana: kunjungan → konversi → penjualan. Namun, saat ini, banyak orang datang ke mal bukan hanya untuk belanja, tetapi juga untuk interaksi sosial. Di perkotaan, mal menjadi salah satu tempat sosial nomor tiga setelah rumah dan tempat kerja. Ini tercipta karena ruang publik terbuka semakin terbatas, kurang aman, dan nyaman.

    Peluang Bisnis Baru bagi Mal

    Dengan tetap menjadi pilihan tempat untuk dikunjungi, pengelola mal memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnis mereka melalui fenomena Rocadoh. Hal ini didasarkan pada konsep experience economy theory (teori ekonomi pengalaman). Fenomena Rocadoh bisa dilihat sebagai implementasi konkret dari pergeseran tersebut: mal menjadi panggung pengalaman sosial, bukan sekadar tempat konsumsi.

    Studi Euromonitor pada 2024 menemukan bahwa ada kecenderungan konsumen melirik pengalaman fisik dan sosial pasca-pandemi. Dengan demikian, jika dikelola dengan tepat, fenomena Rocadoh bisa memantik transformasi model bisnis mal dari pusat transaksi menjadi ekosistem sosial.

    Kegiatan Unik seperti Cindomatch

    Kegiatan-kegiatan unik seperti “Cindomatch” terbukti bisa meningkatkan kunjungan tanpa biaya promosi besar. Ini memperkuat posisi mal sebagai ruang komunitas dan gaya hidup. Dengan basis kedatangan orang yang besar, maka mal perlu melakukan ekspansi monetisasi event berbasis komunitas.

    Melalui diversifikasi event yang baik, transaksi di tenant makanan-minuman, hiburan, dan gaya hidup bisa meningkat. Di sisi lain, tambahan transaksi akan sulit terwujud untuk tenant berbasis produk seperti fesyen lantaran metode pembeliannya sudah berfokus di kanal digital.

    Wujud Transformasi Mal

    Terlepas dari hitung-hitungan bisnis, fenomena Rocadoh mengingatkan kita bahwa bisnis ritel bukan hanya soal barang, tapi juga tentang manusia. Ketika fungsi mal bergeser dari tempat belanja menjadi ruang relasi, manajemen dan pemasaran harus ikut berubah.

    Di era ketika hampir semua transaksi bisa dilakukan secara digital, interaksi manusia justru menjadi pembeda utama bagi ruang fisik. Mungkin, masa depan mal bukan lagi tentang apa yang dijual—tapi tentang siapa yang bertemu di dalamnya.

    Implikasinya jelas, pengelola mal berserta para tenant perlu bertransformasi dari sekadar penjual produk menjadi penyedia pengalaman yang menarik bagi konsumennya. Solusi menghadapi kondisi normal baru masyarakat ini tidak lagi bisa berorientasi terhadap produk semata, tapi juga mencakup aspek suasana, pelayanan, dan narasi (storytelling).

    Transformasi Mal di Negara Lain

    Transformasi mal sudah berlangsung oleh negara lain sejak jauh-jauh hari. Amerika Serikat (AS) dan Eropa mengembangkan program komunitas dan event untuk memperkuat fungsi sosial mal. Indikator cuan operasional mal mungkin saja perlu berganti dari sales per square meter, menjadi keterlibatan (engagement) per kunjungan, lamanya kunjungan, dan kualitas pengalaman.

    Saat ini sulit membayangkan jika pengunjung akan berbelanja kembali di mal seperti sebelum era pandemi. Terlebih, posisi e-commerce saat ini sedang dibayang-bayangi oleh penjualan melalui siaran langsung di media sosial (live-commerce). Cara berbelanja masyarakat mungkin terus berubah, tapi tidak dengan cara interaksi sosial mereka. Karena mal adalah wadah sosial masyarakat yang sudah menjadi bagian dari hidup kita semua.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Deretan Artis Pemenang Perang Melawan Endometriosis

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Sejarah Singkat Hari Film Nasional

    By adm_imr6 April 20260 Views

    5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Hari Ini, Aries Tampil Percaya Diri

    By adm_imr6 April 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Energi Iran Jika Selat Hormuz Tutup

    7 April 2026

    Prospek Emiten Rokok 2026: Persaingan HMSP vs GGRM

    7 April 2026

    Kebiasaan aneh lampu listrik sebelum kebakaran Puskesmas Pandahan Tapin Kalsel

    7 April 2026

    Pencairan PIP April 2026 Dibuka, Cek Fakta dan Informasi KIP Terkini

    7 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?