Kehidupan Hartoyo yang Berubah Setelah Tabrak Lari
Hartoyo (62), seorang pengemudi becak motor (bentor) di Kelurahan Tertek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, tampak bahagia pada Selasa (17/2/2026). Pria lansia ini mendapatkan bantuan becak motor dari Satlantas Polres Tulungagung. Ini menjadi momen penting dalam kehidupannya setelah mengalami tabrak lari oleh mobil Isuzu Panther yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Bentor yang digunakan Hartoyo selama bertahun-tahun rusak parah akibat terseret oleh mobil tersebut hingga perbatasan Kabupaten Kediri. Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menyerahkan bentor pengganti kepada Hartoyo di rumahnya RT02 RW 08 Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung. Bentor ini dibuat dengan basis sepeda motor Suzuki Shogun 110R yang dikenal tangguh dan tahan lama.
Menurut Taufik, pemberian bantuan bentor ini merupakan bagian dari upaya perdamaian antara Hartoyo dan pengemudi Isuzu Panther, Mohammad Dimyati (62) warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung. Kedua pihak telah bertemu dan sepakat untuk berdamai. Namun, kondisi Dimyati masih dalam perawatan medis karena luka cukup parah akibat dikeroyok massa saat berhenti di wilayah Kras, Kabupaten Kediri.
Dengan pertimbangan kemanusiaan, Satlantas Polres Tulungagung memutuskan untuk mengganti bentor Hartoyo agar proses damai bisa terus berjalan. Dimyati juga memberikan bantuan sukarela kepada korban setelah dilakukan gelar restorative justice (RJ).
Dua Korban dalam Kejadian Ini
Sebenarnya ada dua korban dalam kasus ini, selain Hartoyo, ada pengemudi Honda Vario yang ditabrak di Kecamatan Ngantru. Namun, korban tidak melapor karena merasa tidak terluka dan hanya terjatuh dari motor. Kasus ini berkembang karena Dimyati juga membuat laporan di Polres Kediri karena menjadi korban pengeroyokan.
Kasat Lantas Polres Tulungagung menjelaskan bahwa mereka fokus menangani perkara tabrak lari yang terjadi di wilayah hukum Polres Tulungagung, sedangkan laporan kekerasan ditangani oleh Polres Kediri.
Kenangan di Balik Becak Motor
Hartoyo mengaku senang karena bisa kembali bekerja sebagai bentor. Ayah empat anak ini sempat menangis haru saat mengingat becak motor miliknya yang hancur usai diseret Panther sejauh sekitar 10 km. “Itu becak saya sudah lama dipakai untuk membesarkan anak-anak. Tapi cara berpisahnya kok begini,” ucapnya sambil meneteskan air mata.
Hartoyo menceritakan awalnya pada tahun 1989 dirinya membeli becak dengan cara diangsur Rp 15.000 per bulan selama 40 bulan. Becak itu digunakan untuk mencari penumpang dan mengangkut barang di pasar. Dua tahun lalu, karena lutut sakit, ia mengubahnya menjadi becak motor.
Becak yang puluhan tahun menemani, dipasang mesin sepeda motor 2 tak jenis Suzuki RC 100 cc. Dengan bentor ini, Hartoyo tetap bisa bekerja, mengirimkan ikan pindang ke kios-kios pengecer di dalam Pasar Ngemplak. Namun, bentor penuh kenangan itu kini remuk dan tidak lagi bisa digunakan. Hartoyo berencana menjualnya sebagai rongsokan.
“Alhamdulillah, yang ini lebih bagus. Pakai mesin Suzuki Shogun, tidak perlu oli samping,” katanya. Bentor ini hanya digunakan sebagai alat kerja untuk mengangkut barang di Pasar Ngemplak. Dilarang untuk mengangkut orang di jalan umum.
Kehidupan Harian Hartoyo
Setiap hari, Hartoyo menerima kiriman pindang dari pukul 00.00 WIB, dan selesai membagikan ke kios para pengecer sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menyatakan bahwa masalah ini sudah selesai, dan pihak lain ikhlas memberi bantuan sebesar Rp 1,6 juta.
Kisah Tabrak Lari yang Viral
Kisah tabrak lari ini sempat viral pada Minggu (8/2/2026) dini hari, karena aksi pengejaran oleh massa dari Pasar Ngemplak Tulungagung hingga Kras, Kabupaten Kediri. Hartoyo saat itu sedang menata pindang dari kendaraan pengirim ke bentor, di depan Pasar Ngemplak. Tiba-tiba Isuzu Panther yang dikemudikan Dimyati menabrak dari arah belakang.
Hartoyo cedera di bagian pinggang dan sejumlah luka lecet di tubuhnya. Demikian juga menantunya, Didik Purnomo (39) yang saat itu membantu, mengalami banyak luka di kaki dan tangan. Sementara bentor itu tersangkut di bodi kiri Panther, ikut terseret saat kabur ke arah Kabupaten Kediri.
Bentor ini baru lepas dari bodi Panther di sekitar Desa Pojok, Kecamatan Ngantru. Anggota Satlantas Polres Tulungagung dengan mobil patroli sempat mengejar dan berusaha menghentikan Panther ini, namun malah ditabrak. Isuzu Panther berhenti setelah menabrak pom mini milik warga di Kras, Kabupaten Kediri.
Massa yang mengejarnya sejak dari Tulungagung melampiaskan kemarahan dengan mengeroyoknya. Dimyati mengalami luka tusuk di tulang pipi kiri, sementara seorang anggota Satlantas Polres Tulungagung yang berusaha mengamankannya juga bocor di kepala karena pukulan massa. Mobil Isuzu Panther itu juga remuk dirusak dan digulingkan massa. Dimyati dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya cukup parah.







