Persik Kediri Kembali Kalah dalam Laga Berat
Pertandingan antara Persik Kediri melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Brawijaya pada Jumat (20/1/2026) malam berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan tim tamu. Meski tampil agresif dengan tempo tinggi sejak awal pertandingan, Persik Kediri gagal mempertahankan keunggulan yang mereka miliki.
Gol-gol yang dicetak oleh Persik Kediri berasal dari Kiko pada menit ke-33, Jose Enrique di menit ke-51, dan Ernesto Gomez pada menit ke-64. Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil mencetak empat gol melalui Slavko Damjanovic di menit ke-6, Nehar Sadiki di menit ke-38, Jean Befolo Mbarga di menit ke-59, dan Henri di menit ke-87.
Karakter Kuat Sepanjang Laga
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengakui bahwa anak asuhnya menunjukkan karakter kuat sepanjang pertandingan. Ia melihat determinasi dan mental bertanding tim tetap terjaga meskipun pertandingan berjalan sangat ketat hingga menit akhir.
“Kita tidak bertahan dengan baik. Kita tidak bisa dengan mudah kebobolan, saat situasi sulit untuk mencetak gol. Tapi saya senang melihat bagaimana pemain menyerang, berani datang dari belakang, menutup pergerakan, mencoba memenangkan permainan, menjadi lebih baik daripada tim lawan selama pertandingan,” ujar Marcos Reina seusai pertandingan kepada Infomalangraya.com.
Koordinasi Lini Belakang Jadi Masalah Utama
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, masalah utama terletak pada koordinasi lini belakang. Ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlalu mudah kehilangan konsentrasi, terutama ketika sedang berupaya mengejar atau mempertahankan keunggulan.
Ia juga menyebutkan bahwa ada sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya dan perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut. “Seseorang harus menjelaskan kenapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Wahyu Subo Seto. Saya tidak paham, seseorang harus menjelaskan juga kemungkinan kartu merah di babak pertama saat kami mencetak gol lewat Kiko,” ungkapnya.
Lebih jauh, Marcos menilai peningkatan kualitas perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sepak bola nasional. “Jika Indonesia ingin berkembang, ini tidak bisa terjadi saat sebuah tim melakukan banyak hal untuk bisa menang. Sekarang kita harus fokus pada diri sendiri dan harus bertahan dengan lebih baik. Tapi seseorang harus menjelaskan hal itu,” ujarnya.
Pukulan Berat Bagi Persik Kediri
Manajer tim, M Syahid Nur Ichsan, juga mengakui hasil tersebut menjadi pukulan bagi Persik. “Kehilangan poin di kandang jelas mengecewakan, tetapi publik juga bisa menilai bagaimana jalannya pertandingan. Kedua tim bermain dengan kualitas yang sangat baik,” ungkapnya.
Meski produktif di lini depan, rapuhnya pertahanan membuat Persik harus rela menutup pertandingan dengan tangan hampa dan membawa pulang banyak catatan evaluasi.







