Kue Kering Dian Cookies dan Bakery Mengalami Lonjakan Pesanan Selama Ramadan
Di tengah kegiatan yang terus berlangsung, dapur rumah Dian Ratnawati (42) di Majalengka selalu penuh dengan aroma mentega dan kue yang baru matang. Di sana, ia memegang sebuah hampers berisi aneka kue Lebaran yang telah siap dikirimkan kepada pelanggan. Sejak usaha Dian Cookies dan Bakery dibuka pada 2017, bulan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi bisnisnya.
Sebagai pemilik usaha, Dian mengaku bahwa pesanan kue kering meningkat sekitar 50 persen dibanding tahun lalu. Hal ini membuatnya harus menambah tenaga kerja agar produksi bisa selesai tepat waktu. Kini, ada lima orang yang membantu proses produksi kue kering, termasuk dalam pengemasan dan pengiriman.
Perjalanan Usaha dari Kue Basah ke Kue Kering
Awalnya, Dian hanya membuat kue basah seperti sus, risol, dan jajanan pasar yang dititipkan ke warung-warung sekitar rumah. Namun, permintaan kue kering mulai meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, ia akhirnya memberanikan diri untuk membuka toko kecil sekaligus tempat stok produk di rumahnya.
Kini, dapurnya memproduksi sekitar 10 jenis kue kering. Meski begitu, Dian tetap mempertahankan resep-resep yang paling disukai pelanggan. Nastar, kastengel, dan putri salju menjadi kue yang paling diminati. Selain itu, ia juga menciptakan varian lain seperti nori cheese, pizza cookies, palm cheese, hingga kue kacang.
Harga Terjangkau dan Beragam Paket Hampers
Harga kue yang dijual Dian relatif terjangkau, berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per toples. Ia sengaja tidak menaikkan harga meskipun beberapa bahan baku mengalami kenaikan. Tujuannya adalah menjaga kepuasan pelanggan.
Selain dijual per toples, Dian juga menyediakan paket hampers Lebaran yang semakin diminati. Hampers tersebut berisi satu hingga empat toples kue dengan kemasan mika atau tas anyaman. Harga hampers bervariasi, mulai dari Rp95 ribu untuk paket sederhana hingga Rp345 ribu untuk paket empat toples.
Pelanggan Banyak dari Daerah dan Luar Daerah
Pelanggan Dian sebagian besar berasal dari Majalengka. Namun, pesanan juga datang dari luar daerah seperti Bandung dan Bekasi. Promosi sederhana melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook menjadi salah satu cara untuk menarik pelanggan.
Dian mengatakan, banyak pelanggan yang memesan dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Beberapa pesanan bisa mencapai 1000 toples. “Kadang ada yang pesan sampai 20 toples. Ada juga yang sampai 50 piece karena mereka reseller,” ujarnya.
Keuntungan yang Signifikan Selama Ramadan
Meski terlihat sederhana, Ramadan selalu menjadi masa panen bagi usaha kecil Dian. Dari produksi yang berjalan hampir setiap hari sepanjang bulan puasa, ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta.
Bagi Dian, angka itu bukan sekadar hasil usaha. Dari dapur rumah itulah ia menopang kehidupan keluarga, sekaligus membiayai pendidikan anak perempuannya yang kini kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba).
Harapan dan Doa di Tengah Kekerasan
Di bulan Ramadan, ketika banyak orang menunggu manisnya kue Lebaran di meja tamu, bagi Dian Ratnawati manis itu hadir lebih dulu dari dapur kecil di rumahnya, tempat harapan, kerja keras, dan doa bercampur menjadi satu. Dengan usaha kecilnya, ia berhasil menciptakan kebahagiaan dan keberhasilan yang bisa dirasakan oleh banyak orang.







