Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Injil Katolik Hari Ini: Selasa, 7 April 2026, dan Mazmur Tanggapan

    12 April 2026

    Jadwal KM Sangiang 6 – 22 April 2026: Rute Lintas Ambon, Namlea, Sanana, Banda, Geser, Fak Fak

    12 April 2026

    Klasemen Liga 1 Terbaru: 6 Tim Terancam Degradasi, PSBS Biak Tersengat Zona Merah

    12 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 12 April 2026
    Trending
    • Injil Katolik Hari Ini: Selasa, 7 April 2026, dan Mazmur Tanggapan
    • Jadwal KM Sangiang 6 – 22 April 2026: Rute Lintas Ambon, Namlea, Sanana, Banda, Geser, Fak Fak
    • Klasemen Liga 1 Terbaru: 6 Tim Terancam Degradasi, PSBS Biak Tersengat Zona Merah
    • Martini Bongkar Besaran Pokir, Anggota DPRA Dapat Rp4 Miliar, Minta Ketua Tak Potong
    • Tiga Anggota TNI Didakwa Pembunuhan Berencana Kepala Cabang BRI
    • 9 Ide Bisnis Sekolah dan Kampus yang Menguntungkan
    • Polemik IGRS: Cara Kerja Rating Game yang Membuat Kontroversi
    • Daftar harga emas di Pegadaian hari ini Senin 6 April 2026
    • 6 Kesalahan Penggunaan Hair Dryer yang Merusak Rambut
    • Pembatasan Medsos Anak: Psikolog SCU Tekankan Kunci Utama adalah Kemandirian Diri
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Model Pembelajaran PKBM Omah Dongeng Marwah Kudus, Kembangkan Bakat Anak Secara Personal

    Model Pembelajaran PKBM Omah Dongeng Marwah Kudus, Kembangkan Bakat Anak Secara Personal

    adm_imradm_imr15 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sebuah Pendidikan Alternatif di Tengah Sawah

    Di tengah sawah yang luas, terdapat sebuah rumah joglo dengan dinding kayu berukir yang setiap harinya dipenuhi oleh anak-anak yang sedang belajar. Rumah ini tidak seperti bangunan sekolah pada umumnya, namun menjadi laboratorium berpikir bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah atau yang dikenal dengan ODM.

    ODM merupakan lembaga pendidikan alternatif yang secara resmi berdiri sejak 2017 oleh tiga sosok, yaitu Hasan Aoni Aziz, Edy Supratno, dan Basuki Sugita. Lembaga ini berdiri tidak serta merta. Sebelumnya sudah ada komunitas belajar di bawah kendali ODM. Kemudian dibentuklah PKBM agar anak-anak yang belajar di ODM secara sah memiliki legitimasi sebagai anak bangsa yang pernah belajar dan mendapatkan ijazah yang sah.

    Saat ini, terdapat 25 anak yang belajar di ODM. Proses belajarnya berlangsung setiap Senin sampai Jumat pada pukul 08.00 sampai pukul 13.00. Yang membuat beda ODM dengan lembaga pendidikan yang lainnya yaitu upaya untuk menggali bakat personal setiap anak didiknya. Bakat personal yang menonjol itu kemudian akan terus diasah melalui pendampingan dan diikutkan ke beberapa event.

    “Kalau di sekolah formal mungkin dia akan membolos terus karena (kegiatannya) tidak ada hubungannya dengan pelajaran itu. Kalau di ODM ini,” kata Kepala Sekolah Omah Dongeng Marwah, Edy Supratno.

    Semula, oleh para pendirinya, ODM direncanakan sebagai sekolah formal layaknya sekolah pada umumnya. Namun rencana tersebut terbentur persyaratan administratif yang cukup ketat. Misalnya, sekolah formal harus memiliki batas minimal luas lahan dan gedung. Sementara ODM yang berangkat dari komunitas belajar tidak memiliki semua itu. Akhirnya, satu-satunya jalan agar ODM secara legal diakui oleh negara, yakni dengan mendaftarkannya sebagai PKBM.

    “Bagi kami, Paket B, Paket C itu tidak ada masalah, karena pendidikan bukan sekadar mencari ijazah, itu cara kami biar diakui oleh negara,” kata Edy.

    ODM yang semula hanya komunitas belajar ini sempat ditawarkan oleh Edy kepada masing-masing orangtua yang anaknya setiap hari belajar di ODM, yang akan dikembangkan menjadi PKBM. Namun tawaran itu tidak serta merta disambut positif, beberapa orangtua belum tertarik dengan tawaran PKBM ODM sebab belum ada contoh sebelumnya.

    “Bagi kami silakan saja, karena memang tidak ada paksaan. Akhirnya ada orangtua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri, tidak masalah,” kata Edy.

    Kini seiring berjalannya waktu, ODM sudah berjalan. Ia menjadi tempat belajar alternatif bagi 25 anak yang berstatus sebagai murid di sana. Pada tahun 2021, ODM meluluskan angkatan pertamanya. Salah satu di antara angkatan pertamanya, yaitu Tiyo Ardianto yang kini menjadi Ketua BEM Universitas Gadjah Mada dan menjadi sosok viral karena kritikannya terhadap pemerintah terkait kasus anak bunuh diri di NTT.

    Bagi Edy, apa yang dicapai Tiyo saat ini bukan hal yang mengagetkan. Sebab Edy yang sudah sejak sebelumnya ikut mendampingi Tiyo selama pendidikan, paham betul potensi anak tersebut. Tiyo merupakan satu di antara lulusan angkatan pertama ODM, yang saat itu meluluskan empat anak. Kata Edy, tiga anak lainnya seangkatan Tiyo juga melanjutkan ke perguruan tinggi.

    Ketiga anak tersebut melanjutkan pendidikan tingginya di Unnes, ISI Surakarta, dan Universitas Kristen Indonesia. Melihat sepak terjang berikut anak-anak hasil belajar dari ODM yang statusnya sebagai Paket C, tentu ini tidak bisa dianggap remeh.

    Pembelajaran yang Berbeda

    Kualitas murid-murid ODM tentu berangkat dari formulasi pembelajaran yang diterapkan. Kata Edy, dalam pembelajaran di ODM tidak melulu seperti sekolah formal. Di sini mereka mencoba menggali bakat personal setiap anak. Kalau memang terdapat anak yang merasa menemukan bakatnya, pengelola ODM tidak bisa memberikan larangan.

    Dari penggalian bakat yang serius dan pendampingan yang matang, sehingga lahirlah anak-anak dengan optimisme tinggi. Meski lulusan dari Paket C, anak-anak dari ODM tidak lantas kalah dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya.

    Ditemui di kampus ODM dan dimintai tanggapan atas latar pendidikan paket C-nya yang oleh beberapa warganet yang dianggap sebelah mata, Tiyo tidak ambil pusing. Di media sosial, kritik keras yang dilontarkan Tiyo kepada pemerintah, membuat sejumlah warganet mengait-pautkan tingkat kecerdasan Tiyo yang hanya lulusan Paket C.

    Merespons anggapan miring sebagai lulusan Paket C, Tiyo menilai tudingan tersebut bukan isu yang penting. “Saya biasa saja. Itu bukan isu yang substantive menurut saya,” kata Tiyo.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82 Ribu Peserta Lulus, UIN Saizu Terima 1.564 Mahasiswa

    By adm_imr12 April 20261 Views

    Pemantauan Kemampuan Akademik Siswa SMP oleh Dindikpora Bangka

    By adm_imr11 April 20263 Views

    Sekolah Rakyat: Harapan Baru bagi Ribuan Anak yang Kembali Bermimpi

    By adm_imr11 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Injil Katolik Hari Ini: Selasa, 7 April 2026, dan Mazmur Tanggapan

    12 April 2026

    Jadwal KM Sangiang 6 – 22 April 2026: Rute Lintas Ambon, Namlea, Sanana, Banda, Geser, Fak Fak

    12 April 2026

    Klasemen Liga 1 Terbaru: 6 Tim Terancam Degradasi, PSBS Biak Tersengat Zona Merah

    12 April 2026

    Martini Bongkar Besaran Pokir, Anggota DPRA Dapat Rp4 Miliar, Minta Ketua Tak Potong

    12 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?