Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Stasiun Mojokerto
Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Stasiun Mojokerto terjadi pada Kamis, 19 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 1.944 orang. Kepadatan pemudik berlangsung sejak pagi hingga petang, didominasi keberangkatan Kereta Api (KA) jarak jauh tujuan Yogyakarta, Cilacap, dan Jakarta.
Stasiun Mojokerto mencatat lonjakan pemudik signifikan saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 1.944 penumpang memadati stasiun pada Kamis, 19 Maret dengan dominasi tujuan Jakarta dan sekitarnya. Kepadatan terjadi di jam keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan, Argo Semeru, dan Jayakarta.
Secara kumulatif, stasiun ini telah melayani lebih dari 12 ribu pemudik sejak 11 Maret. Data KAI Daop 8 Surabaya mencatat 1.200 penumpang berangkat dan 744 tiba di stasiun tersebut. Lonjakan ini menjadi bagian dari total 12.595 pemudik yang dilayani selama periode angkutan Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menyatakan bahwa puncak arus mudik di Stasiun Mojokerto jatuh pada tanggal 19 Maret 2026. “Total sebanyak 1.944 penumpang yang terdiri 1.200 berangkat dan 744 datang,” ujar Mahendro. Menurut Mahendro, Stasiun Mojokerto secara kumulatif telah melayani total 12.595 pemudik, meliputi 6.358 penumpang berangkat dan 6.237 tiba selama masa angkutan Lebaran periode 11-19 Maret 2026. Diprediksi Stasiun Mojokerto akan melayani 27.691 penumpang selama periode tersebut. “Jumlah tersebut terdiri dari 13.614 penumpang berangkat dan 14.077 penumpang datang,” jelasnya. Mahendro menambahkan puncak arus balik diprediksi pada 23 Maret 2026 nanti. “Dengan estimasi sebanyak 1.585 penumpang di antaranya 766 penumpang berangkat dan 819 penumpang datang dari Stasiun Mojokerto,” pungkasnya.
Kepala Stasiun Mojokerto, Jemi Triahadi mengkonfirmasi, puncak arus mudik paling banyak kepadatan pemudik yakni saat keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan (Gubeng- Pasar Senen) sekitar pukul 07.00 WIB dan KA Argo Semeru relasi Gubeng- Gambir pukul 09.00 WIB. Estimasi kepadatan pemudik juga terjadi menjelang petang, dengan keberangkatan KA Jayakarta (Ketapang- Cilacap) sekitar pukul 17.50 WIB. “Arus mudik paling banyak adalah tujuan Jakarta, sedangkan untuk arus balik dari Stasiun Mojokerto didominasi tujuan Jakarta- Bandung,” bebernya.
Jemi mengimbau, calon penumpang Stasiun Mojokerto agar datang lebih awal untuk menghindari risiko ketinggalan kereta dan selalu menjaga barang-barang pribadi selama perjalanan. “Selama enam hari angkutan lebaran di Stasiun Mojokerto berlangsung aman, lancar dan terkendali,” tukasnya.
Perkembangan Arus Mudik di Stasiun Mojokerto
Berikut adalah beberapa informasi penting terkait perkembangan arus mudik di Stasiun Mojokerto:
- Tanggal Puncak Arus Mudik: Puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada Kamis, 19 Maret.
- Jumlah Penumpang: Total penumpang yang memadati stasiun mencapai 1.944 orang.
- Jadwal Keberangkatan: Kepadatan terjadi pada jam-jam keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan, Argo Semeru, dan Jayakarta.
- Tujuan Utama: Mayoritas penumpang berangkat menuju Jakarta dan sekitarnya.
- Estimasi Total Penumpang: Diperkirakan stasiun akan melayani 27.691 penumpang selama masa angkutan Lebaran.
- Peringatan untuk Penumpang: Calon penumpang diminta datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan dan menjaga barang bawaan.
Prediksi Arus Balik
Menurut prediksi, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 23 Maret 2026. Estimasi jumlah penumpang yang akan kembali dari Stasiun Mojokerto mencapai 1.585 orang, dengan rincian 766 penumpang berangkat dan 819 penumpang tiba.
Keamanan dan Kondisi Stasiun
Selama enam hari angkutan Lebaran, Stasiun Mojokerto berjalan dengan kondisi yang aman, lancar, dan terkendali. Kepala Stasiun Mojokerto, Jemi Triahadi, mengimbau para penumpang untuk tetap waspada dan menjaga barang bawaan selama perjalanan.






