Ringkasan Kecelakaan Odong-odong yang Menewaskan Satu Orang
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumber Glagah, Pacet menerima 11 pasien korban kecelakaan odong-odong di Dlanggu pada Sabtu (28/3/2026). Salah satu korban meninggal dunia dan seorang lainnya masih dalam perawatan intensif.
Satu korban wanita berinisial S (47), warga Puri, Mojokerto dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, korban perempuan inisial D (34), warga Cepoko, Dlanggu kini masih dirawat intensif di RSUD Sumber Glagah, Pacet.
Korban D mengalami luka patah tulang Clavikula atau tulang selangka (kanan), patah pergelangan tangan kiri, serta luka robek yang menyebabkan cedera kepala ringan. Saat ini, kondisi pasien D relatif stabil dan sedang dalam observasi dokter spesialis bedah dan dokter spesialis tulang.
Penjelasan Dokter Jaga IGD
Dokter Jaga IGD RSUD Sumber Glagah, M Atiq Kurniawan (32) menjelaskan bahwa pihaknya menerima 11 pasien korban kecelakaan odong-odong di Dlanggu pada hari Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB. Dari jumlah tersebut, sepuluh pasien dengan luka bervariasi, sebagian besar di bagian kepala seperti cedera ringan dan anggota gerak seperti tangan dan kaki, lecet, serta patah tulang.
“Beberapa pasien telah diperiksa dan setelah dilakukan observasi selama 2 jam, kondisinya membaik sehingga dapat dirawat jalan,” ujar Dokter Atiq saat ditemui di RSUD Sumber Glagah, Pacet, Minggu (29/3/2027).
Menurutnya, sembilan korban telah mendapat perawatan medis dan diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan. Namun, satu pasien perempuan inisial D masih terbaring lemah di ruang perawatan. Rencananya, pasien akan menjalani operasi patah tulang besok, Senin (30/3) sembari menunggu kondisi korban stabil.
Operasi dan Observasi
Operasi patah tulang akan dilakukan di bagian Clavikula dan pergelangan tangan. Kondisi pasien D masih dalam observasi selama 24 jam dan tampak stabil. “Kondisinya memang masih dalam observasi, dari pengamatan 24 jam masih stabil,” tambahnya.
Satu korban meninggal telah diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 14.00 WIB kemarin. Korban diduga mengalami cedera kepala berat sehingga meninggal seketika di lokasi kejadian. “Korban tidak mengalami luka lain, kecuali pendarahan dalam kepala. Tidak ada luka robek di kepala. Penyebab kematian tidak dapat diketahui pasti tanpa dilakukan autopsi, namun dugaan penyebab meninggal karena cedera kepala berat,” pungkasnya.
Informasi dari Kasat Lantas Polres Mojokerto
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama, menambahkan, peristiwa kecelakaan ini mengakibatkan satu korban meninggal. Korban bernama Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto meninggal di lokasi kejadian.
“Korban meninggal informasi terlempar dari kendaraan, ada sungai kecil di samping TKP (Tempat kejadian perkara). Korban terlempar sehingga meninggal di tempat,” jelasnya.
Hasil Olah TKP
AKP Yogie menambahkan, kendaraan modifikasi dengan Nopol S 8185 PA dikemudikan oleh Sariono (53), warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) menunjukkan kendaraan tersebut melaju dari arah timur ke barat di jalan menanjak.
Informasinya, rombongan hendak halal bihalal ke teman kerja di daerah Gondang. Odong-odong diduga overload sehingga tidak kuat menanjak saat melewati jalan tanjakan. Setibanya di lokasi, kendaraan melaju mundur tak terkendali, tidak ada pengereman hingga terguling. Kendaraan berhenti setelah menabrak tiang listrik hingga roboh.
“Kendaraan tentunya diluar spektek, tidak sesuai peruntukannya bukan bus dan semacamnya,” pungkasnya.







