Strategi ASDP Indonesia Ferry Menghadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, menghadapi lonjakan arus balik pada H-8 Lebaran 2026. Puluhan unit kapal dioperasikan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang ingin menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Langkah ini dilakukan agar proses penyeberangan tetap lancar dan efisien.
Dari total 34 unit kapal yang beroperasi, sebanyak 22 kapal menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB) di beberapa dermaga seperti Dermaga III, Dermaga MB 4, LCM, dan Dermaga Bulusan. Selain itu, empat kapal perbantuan juga diterjunkan untuk mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.
“Kunci utama pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan kecepatan layanan di setiap titik,” ujar Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano. Ia menambahkan bahwa dengan pola TBB, kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak.
Untuk mendukung percepatan layanan, waktu bongkar muat kapal terus dioptimalkan dengan rata-rata durasi sekitar 35 menit per siklus layanan. Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, maka rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.
Yossi menyampaikan bahwa dalam kondisi puncak arus balik, antrean merupakan hal yang tidak dapat terhindarkan. Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan. “Yang terpenting adalah flow tetap hidup, antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” ucap dia.
Di tengah menguatnya arus balik pada H+8 Lebaran 2026, lintasan Ketapang-Gilimanuk tetap bergerak dinamis. ASDP menempatkan percepatan layanan sebagai strategi utama untuk menjaga arus kendaraan tetap mengalir dan terkendali.
Berdasarkan pemantauan pada pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Antrean kendaraan didominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus yang terus bergerak menuju pelabuhan.
Data Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Ketapang selama 24 jam pada periode 29 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB, atau H+7 Lebaran, tercatat jumlah trip kapal di Pelabuhan Ketapang sebanyak 212 trip. Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 Lebaran mencapai 56.365 orang atau naik 12,9 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun lalu.
Sementara realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+7 Lebaran mencapai 12.458 unit atau naik 57 persen dibandingkan realisasi tahun lalu, yakni 7.936 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.995 unit atau turun 0,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni 5.023 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.192 unit atau turun 27,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu, yakni 1.652 unit. Sedangkan, total bus penumpang yang menyeberang mencapai 412 unit atau turun 16,1 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu, yakni 491 unit.
Kinerja Layanan ASDP Indonesia Ferry (Persero)
Selain data jumlah penumpang dan kendaraan, ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga mencatat kinerja layanan yang sangat baik. Dengan adanya strategi TBB dan peningkatan kapasitas layanan, proses penyeberangan menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini membantu mengurangi beban di pelabuhan dan memastikan mobilitas kendaraan tetap lancar.







