Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat, BMKG Beri Peringatan
Pada Senin (6/4/2026), wilayah Jawa Barat kembali diguncang oleh beberapa gempa bumi. Dalam waktu yang berdekatan, terjadi dua kali gempa besar di Garut dan Cianjur, serta satu gempa kecil di Bandung. Selain itu, sebelumnya juga terjadi gempa di Pangandaran. Semua peristiwa ini dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan data awal yang bisa berubah seiring kelengkapan informasi.
Gempa di Garut
Pada pukul 15.45 WIB, gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,5 mengguncang wilayah Garut. Pusat gempa berada di laut, sejauh 121 km barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 20 km. BMKG menyampaikan bahwa informasi ini diberikan dengan prioritas kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring penyelesaian data lebih lanjut.
Gempa di Cianjur
Beberapa jam kemudian, pada pukul 16.30 WIB, gempa dengan kekuatan Magnitudo 1,9 terjadi di Cianjur. Pusat gempa berada di darat, sejauh 2 km barat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 21 km. Seperti sebelumnya, BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara dan bisa berubah.
Gempa di Bandung
Sebelumnya, pada dini hari, tepatnya pukul 02.04 WIB, gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,0 mengguncang Bandung. Pusat gempa berada di darat, sejauh 28 km selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kedalaman gempa hanya 5 km, sehingga termasuk gempa dangkal. BMKG kembali memberi peringatan bahwa data ini masih bisa berubah.
Gempa di Pangandaran
Selain tiga gempa di atas, sebelumnya pada Sabtu (4/4/2026) malam, gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,7 terjadi di Pangandaran. Pusat gempa berada di laut, sejauh 89 km selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 63 km. BMKG kembali memperingatkan bahwa data ini bisa berubah seiring kelengkapan informasi.
Skala MMI dan Perilaku Saat Gempa
BMKG juga menyampaikan informasi mengenai skala intensitas gempa atau MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut adalah penjelasannya:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut beberapa tindakan penting yang harus dilakukan saat gempa terjadi:
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.







