Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis
Dalam bulan Syawal 1447 Hijriah, banyak umat Islam yang mempertanyakan apakah boleh menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis. Pertanyaan ini sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang hukum pelaksanaan ibadah puasa sunnah.
Beberapa ulama menyatakan bahwa menggabungkan kedua puasa sunnah tersebut diperbolehkan. Dalam sebuah ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan secara rinci mengenai hal ini. Menurutnya, ada kaidah yang menyebutkan bahwa beberapa ulama membolehkan menyatukan puasa Syawal dan Senin Kamis.
UAH menjelaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat dalam hal niat, jika seseorang menjalankan puasa Senin pada bulan Syawal, maka ia bisa mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang meniatkan puasa Syawal, maka pahala puasa Senin atau Kamis juga akan didapatkan.
“Tapi ingat, ketika Anda berpindah pada amalan yang lebih tinggi, maka amalan rendah itu akan ikut pahalanya,” kata UAH.
Niat Puasa Syawal dan Senin Kamis
Bagi yang ingin menggabungkan puasa Syawal dan Senin Kamis, berikut bacaan niat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Niat puasa Syawal sekaligus Senin (jika hari Senin di bulan Syawal)
Arab (versi sederhana):
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِإِثْنَيْنِ سُنَّةً عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan ‘an ada’i sittin min syawwali lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Senin untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Syawal sekaligus Kamis (jika hari Kamis di bulan Syawal)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan ‘an ada’i sittin min syawwali lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Kamis untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat yang Dipisahkan
Jika seseorang ingin memisahkan niat puasa Syawal dan Senin Kamis, berikut bacaan niatnya:
Niat puasa Syawal
Untuk 1 hari puasa Syawal (bisa dilafalkan sebelum subuh atau sampai sebelum zuhur selama belum makan/minum):
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sittin min syawwali sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa besok untuk menunaikan enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Senin
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Kamis
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”








