Kehidupan dan Karier Nadhif Basalamah
Nadhif Basalamah, seorang penyanyi solo pria yang kini menjadi salah satu nama terkenal di dunia musik Indonesia, pernah mengalami masa-masa sulit dalam kariernya. Pada 2023, ia merilis lagu “Penjaga Hati” yang akhirnya menjadi sukses besar. Namun, awalnya ia khawatir bahwa lagu tersebut tidak akan diterima oleh pendengar.
“Kayaknya paling gila ya Penjaga Hati itu, itu anomali menurut gue. Kalau misalnya kemarin Penjaga Hati itu gak kena, gue udah bilang sama teman-teman label kayaknya mau break musik dulu,” kata Nadhif saat berbicara tentang pengalamannya.
Pada masa itu, Nadhif bahkan berpikir untuk meninggalkan dunia musik dan kembali berdagang. Ia mengungkapkan bahwa sebelum bermusik, ia memang lebih dulu menjalani bisnis kecil-kecilan seperti menjual roti bakar, membuka tempat kopi, hingga menjual burger.
Namun, nasib berkata lain. Lagu “Penjaga Hati” meledak dan membuatnya tetap melanjutkan karier di dunia musik. Bahkan, lagu “Kota Ini Tak Sama Tanpamu” masih bertahan di chart musik selama hampir setengah tahun sejak dirilis. Hal ini membawanya keliling Indonesia dan meraih 11 kali sertifikasi platinum.
Album Nadhif Tembus 11 Kali Platinum
Nadhif Basalamah kini menjadi salah satu penyanyi solo pria terpopuler di Indonesia. Lewat karya-karyanya, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 20 juta monthly listeners di Spotify. Terbaru, albumnya mendapatkan sertifikasi platinum sebanyak 11 kali.
Sertifikasi platinum diberikan kepada mereka yang penjualan atau jumlah streaming karyanya telah melampaui ambang batas tertentu yang ditetapkan industri musik. Ini merupakan sebuah penghargaan untuk kesuksesan komersial.
Menyikapi kesuksesannya, Nadhif mengaku tidak ingin larut dalam kebanggaan. Ia sendiri tidak memiliki formula khusus untuk mempertahankan posisinya saat ini. Menurutnya, yang paling penting adalah tetap berkarya.
“Tapi yang jelas kepinginnya bisa gak cuma konsisten, tapi persisten. Rilis lagu, tetap muncul, sama teman-teman pendengar, belajar untuk appreciate teman-teman pendengar. Karena kayaknya kalau gak ada yang dengerin, ya gak jadi nomor 1, kan,” ujar Nadhif.
Nadhif Tidak Pernah Menyesali Karya-Karyanya Sebelumnya
Menariknya, kesuksesan yang diraih Nadhif tidak instan. Titik baliknya ada pada lagu “Penjaga Hati.” Sebelum itu, Nadhif melalui perjalanan yang cukup panjang, termasuk mengawali karier menyanyi dengan rilisan-rilisan berbahasa Inggris. Meski tidak se-booming karyanya sekarang, Nadhif tidak pernah menyesal menelurkan karya-karya tersebut.
“Gue belajar untuk menghargai apa yang sudah gue buat sebelumnya. Jadi menghargai diri sendiri. Lagu-lagu Bahasa Inggrisnya Nadif juga ada pendengarnya sendiri. Mungkin tidak sebanyak pendengar lagu-lagu Bahasa Indonesia Nadif, tapi lagunya tetap sampai,” katanya.
Sang penyanyi juga menggoda akan datang kembali dengan lagu berbahasa Inggris suatu hari nanti.
“Januari 2025 gue sempat songwriting camp di Taiwan, sama Sony Music Publishing. Di sana banyak nulis lagu-lagu Bahasa Inggris juga, ada 5-6 lagu yang mungkin kita gak tahu nanti album 2 seperti apa, tapi kepengennya sih tetap bisa diselipin lagu-lagu Bahasa Inggris ya,” ujar Nadhif.

Nadhif Ingin Merilis Karya Pop-Punk
Dikenal dengan lagu-lagu mellow, ternyata Nadhif sendiri merupakan penikmat musik pop-punk. Ketika IDN Times bertanya apa ingin mengeksplorasi diri, Nadhif yang mengaku menaruh minat dan concern pada isu politik ini tidak menutup kemungkinan untuk merilis musik yang tajam, meski tidak dalam waktu dekat.
“Nadhif 6-7 tahun lalu itu doyannya pop-punk sebenernya. Gue mainnya pop-punk. Gue main bass. 2027, Insya Allah bisa comeback bikin sesuatu yang di luar Nadif Basalamah. Dan kembali loncat-loncat manggung yang seru gitu,” ungkap Nadhif.

Kesuksesan yang Dipersembahkan untuk Orang Lain
Dalam wawancara ini, Nadhif juga mempersembahkan kesuksesan album terbarunya untuk orang-orang yang sudah bekerja sama dengannya, dari rekan label hingga penggemar. Ditunggu karya baru selanjutnya, Nadhif!







