Aksi Tidak Terpuji di Sekolah Menengah Atas Purwakarta
Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di SMA Negeri 1 Purwakarta, Jawa Barat. Sejumlah siswa sekolah tersebut diketahui melakukan aksi tidak pantas terhadap seorang guru perempuan. Aksi ini viral di media sosial dan mendapat banyak kecaman dari masyarakat.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang siswi di bagian belakang kelas melakukan tindakan provokatif dengan mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidah ke arah guru yang sedang berada di depannya. Peristiwa ini terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai dan dilakukan oleh sembilan siswa dari kelas XI IPS.
Pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Purwakarta, Ida Rosida, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah memberikan sanksi kepada para siswa yang terlibat. Sanksi tersebut berupa skorsing selama 19 hari.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyampaikan pendapatnya mengenai kasus ini. Ia menilai bahwa sanksi berupa skorsing kurang efektif dalam membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, ia menyarankan agar hukuman diberikan dalam bentuk kegiatan pembinaan karakter, seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, atau membersihkan toilet.
Menurut Dedi, sanksi tersebut dapat diterapkan dalam waktu satu hingga tiga bulan, tergantung pada perkembangan perilaku siswa. Ia menekankan bahwa prinsip dasar setiap hukuman harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter. “Bagaimanapun mereka adalah anak-anak yang masih perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya,” ujarnya.
Penanganan dan Pemanggilan Orang Tua
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Kamis (16/4/2026). Namun, videonya baru viral pada Sabtu (18/4/2026). Aksi tersebut dilakukan oleh sembilan siswa setelah mereka mengikuti kegiatan terkait pengolahan aneka makanan.
Guru yang menjadi korban, Atum, baru saja mengajar di sekolah tersebut. Meski motif aksi siswa masih dalam penyelidikan, pihak sekolah telah memanggil para siswa beserta orang tua mereka. Purwanto menyebut bahwa para siswa telah mengakui kesalahan mereka dan merasa menyesal. Di sisi lain, orang tua juga terpukul melihat perilaku anak-anak mereka.
Langkah Pembinaan dan Penyelidikan Motif
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melakukan langkah pembinaan terhadap para siswa. Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat masih melakukan pendalaman untuk mengetahui alasan di balik aksi siswa tersebut. “Untuk alasannya, kami belum sampai ke sana. Itu masih didalami oleh pihak sekolah,” ucap Purwanto.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan Indonesia bahwa tindakan tidak terpuji dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan orang tua untuk lebih waspada dan memberikan bimbingan yang tepat kepada siswa.







