Kenaikan Harga Pangan di Kabupaten Cirebon
Di awal pekan ini, harga pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kenaikan. Lonjakan terbesar terjadi pada kelompok cabai dan gula, sementara sebagian bahan pokok lainnya cenderung stabil atau mengalami penurunan tipis.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Harga Pangan yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit hijau mencapai Rp49.400 per kilogram, naik 13,56% dibandingkan sebelumnya. Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan, dengan harga Rp46.850 per kilogram atau meningkat 8,95%. Sementara itu, cabai merah besar berada di level Rp45.050 per kilogram, naik 5,13%.
Di sisi lain, harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan tajam sebesar 9,48% menjadi Rp73.500 per kilogram. Perbedaan arah harga antar jenis cabai menunjukkan fluktuasi pasokan yang belum merata di tingkat distribusi.
Kenaikan harga juga mulai terlihat pada komoditas gula. Gula pasir premium tercatat di harga Rp19.450 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp18.700 per kilogram. Meski secara harian terpantau stabil, pelaku pasar menyebut harga gula cenderung bertahan di level tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Pasar Sumber dan Pasar Pasalaran
Pantauan di Pasar Sumber menunjukkan bahwa harga cabai rawit hijau dijual di kisaran Rp50.000 per kilogram, sejalan dengan data pemantauan nasional. Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga terjadi sejak akhir pekan akibat pasokan dari daerah sentra yang berkurang.
“Barangnya agak susah, kiriman tidak sebanyak biasanya. Jadi harga naik,” ujar salah satu pedagang sayur di Pasar Sumber.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Pasalaran. Harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menyebut faktor cuaca menjadi salah satu penyebab tersendatnya distribusi.
Perubahan Harga Bawang dan Beras
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih justru mengalami penurunan tipis. Bawang merah tercatat Rp42.700 per kilogram atau turun 2,06%, sedangkan harga bawang putih berada di Rp38.900 per kilogram, turun 0,51%. Penurunan ini dinilai sebagai indikasi mulai membaiknya pasokan dari daerah penghasil.
Untuk komoditas beras, harga relatif stabil di semua kategori. Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.150 per kilogram, medium I Rp15.350 per kilogram, dan kualitas super I Rp17.100 per kilogram. Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan masih terjaga dan belum terdampak gejolak distribusi.
Harga Protein Hewani dan Minyak Goreng
Di kelompok protein hewani, harga cenderung melemah. Daging ayam ras berada di Rp36.800 per kilogram atau turun 1,6%. Daging sapi kualitas I tercatat Rp155.700 per kilogram, turun 0,26%, sedangkan kualitas II Rp145.950 per kilogram, turun 0,48%. Telur ayam ras justru naik tipis 0,35% menjadi Rp28.950 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga menunjukkan tren campuran. Minyak goreng curah turun 1,28% menjadi Rp23.050 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek mengalami kenaikan tipis, masing-masing 0,65% dan 0,89%.






