Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen

    26 April 2026

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026

    Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • 1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen
    • 4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!
    • Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang
    • Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti
    • Ratusan warga Surabaya ikuti pelatihan keselamatan dasar
    • Microsoft dan Meta PHOTOKAN Ribuan Karyawan Saat Investasi AI Capai Ratusan Miliar Dolar
    • Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Keluarga Tuduh Kelalaian Medis
    • 7 Kekerasan yang Diderita Seong Hui Ju di Perfect Crown, Malang!
    • Rawon, Makanan Legendaris Jawa Timur Berusia Ribuan Tahun
    • Tiga Bintang Utama Drakor Long Vacation, Siapa Mereka?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Rawon, Makanan Legendaris Jawa Timur Berusia Ribuan Tahun

    Rawon, Makanan Legendaris Jawa Timur Berusia Ribuan Tahun

    adm_imradm_imr26 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Kekayaan Budaya Rawon

    Rawon adalah salah satu hidangan khas Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara. Dikenal dengan kuah berwarna hitam pekat, rawon tidak hanya menjadi makanan favorit masyarakat Jawa Timur, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya yang terus bertahan dari masa ke masa.

    Asal Usul dan Catatan Sejarah

    Bukti keberadaan rawon dapat ditemukan dalam prasasti kuno yang menunjukkan bahwa hidangan ini telah ada sejak tahun 901 M. Prasasti Taji, yang ditemukan di wilayah Ponorogo, menyebutkan istilah “Rarawwan” yang diduga merujuk pada rawon. Prasasti ini terdiri dari tujuh lempeng tembaga dan ditemukan pada tahun 1868 di Dukuh Taji, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur.

    Selain itu, keberadaan rawon juga tercatat dalam naskah kuno seperti Serat Wulangan Olah-Olahan Warna-Warni yang dicetak pada tahun 1926. Dalam catatan tersebut, rawon diketahui menjadi salah satu hidangan favorit keluarga kerajaan di Keraton Mangkunegaran Surakarta. Bahkan, dalam karya sastra Jawa Kuno Bomakawya atau Bhomantaka, rawon disebut sebagai bagian dari tradisi kuliner yang sudah lama dikenal masyarakat.

    Nama dan Cita Rasa

    Nama rawon berasal dari bahasa Jawa “rawa,” yang merujuk pada warna air rawa yang gelap. Hal ini selaras dengan tampilan kuah rawon yang berwarna hitam pekat. Warna khas tersebut berasal dari penggunaan kluwek sebagai bumbu utama. Di luar negeri, rawon bahkan dikenal dengan sebutan “black soup” karena tampilannya yang unik.

    Warung Legendaris di Bangkalan

    Eksistensi rawon tidak hanya terjaga dalam catatan sejarah, tetapi juga hidup di tengah masyarakat hingga kini. Salah satu contohnya adalah rawon khas Bangkalan, Madura, yang tetap mempertahankan cita rasa autentiknya sejak puluhan tahun lalu.

    Warung rawon legendaris milik Nyik Patmi di Kecamatan Socah, Bangkalan, telah dikenal sejak sekitar tahun 1960 hingga 1970. Cita rasa khasnya bahkan tetap terjaga hingga generasi ketiga. Menurut Tutik Herawati (45), warga Socah, Bangkalan, sejak ia masih kecil, warung Nyik Patmi sudah ada. Meskipun Nyik Patmi sudah wafat sekitar 10 tahun yang lalu, bumbu khas kuah rawon tetap tidak berubah.

    Kekhasan rawon tersebut terletak pada racikan bumbu yang meresap hingga ke setiap irisan daging sapi Madura yang disajikan cukup tebal, namun tetap empuk. Hal senada juga disampaikan oleh pelanggan lainnya, Abdul Latif, warga Bangkalan. Ia menilai, rawon tersebut memiliki cita rasa gurih yang khas dan tetap konsisten sejak dulu.

    Keunikan dan Daya Tarik

    Kekuatan rasa dan aroma yang terjaga membuat warung ini tidak pernah sepi pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan, rawon tersebut kerap disebut sebagai “obat” saat nafsu makan menurun karena kelezatannya yang khas.

    Peran Rawon dalam Budaya Jawa Timur

    Rawon tidak hanya menjadi hidangan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sejarah dan budaya masyarakat Jawa Timur. Tradisi rasa yang diwariskan turun-temurun menjadikan rawon tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol kekayaan budaya yang terus bertahan meski dihadapkan pada tantangan zaman.

    Di tengah gempuran makanan modern, rawon tetap eksis sebagai warisan budaya yang telah dikenal sejak abad ke-10. Melalui warung-warung legendaris di berbagai daerah, tradisi ini terus dilestarikan dan dinikmati oleh masyarakat luas.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Inovasi roti rendah kalori di tengah tren diet sehat, cek disini!

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Syukuran Panen Desa Gong Solok Malinau, Tradisi Makan Daun Pisang Bangkitkan Kearifan Lokal

    By adm_imr25 April 20260 Views

    Air panas atau air dingin, yang lebih baik untuk pencernaan?

    By adm_imr25 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    1.706 Peserta Ikut UTBK SNBT di Uncen

    26 April 2026

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026

    Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang

    26 April 2026

    Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?