Update Terbaru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Sebuah kejadian tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam. Kecelakaan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh menimbulkan korban jiwa yang semakin bertambah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan informasi terkini mengenai jumlah korban yang meninggal dunia.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Selain itu, terdapat 84 korban luka yang sedang mendapatkan penanganan medis. Proses penanganan masih berlangsung secara intensif.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah diberi perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Kejadian ini menyebabkan rasa duka yang dalam bagi seluruh masyarakat.
PT KAI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta kepada korban luka yang sedang menjalani pengobatan. Sejak awal kejadian, semua upaya difokuskan pada penanganan korban dengan memprioritaskan keselamatan setiap penumpang.
Proses evakuasi dan penanganan dilakukan dengan hati-hati karena ada korban yang membutuhkan penanganan khusus. Setiap langkah yang diambil dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal. Tim medis, Basarnas, KAI, serta pihak terkait bekerja sama secara terkoordinasi di lapangan.
KAI memastikan bahwa semua korban mendapatkan penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Penanganan korban dilakukan di beberapa rumah sakit, antara lain:
- RSUD Bekasi
- RS Bella Bekasi
- RS Primaya
- RS Mitra Plumbon Cibitung
- RS Bakti Kartini
- RS Siloam Bekasi Timur
- RS Hermina
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat
Selain itu, barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan “lost and found”. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana, menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan bersama KAI, Basarnas, dan seluruh pihak terkait terus melakukan penanganan secara intensif. Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kembali menyampaikan dukacita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban. “Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” katanya.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” tambah Anne.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan.







