Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Koordinasi dan Sosialisasi UU KUHAP 2025 di Sumut

    7 Juni 2026

    Delis Julkarson Hehi Dorong Pengembangan Sawit dan Penerapan Biodiesel B50

    7 Juni 2026

    Belanja Pegawai Mojokerto Jadi Sorotan, Pemkab Aman, Pemkot Masih 43 Persen

    7 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 7 Juni 2026
    Trending
    • Koordinasi dan Sosialisasi UU KUHAP 2025 di Sumut
    • Delis Julkarson Hehi Dorong Pengembangan Sawit dan Penerapan Biodiesel B50
    • Belanja Pegawai Mojokerto Jadi Sorotan, Pemkab Aman, Pemkot Masih 43 Persen
    • Hari Terakhir, INTP Siapkan Dividen Rp46.800/Lot
    • Berkas Lengkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Siap Jalani Persidangan Kasus Ijazah Jokowi
    • Dua Ciri Haji Mabrur, Musyrif Diny: Tinggalkan Keburukan dan Perbanyak Kebaikan
    • Perbedaan Dampak Lari di Aspal dan Treadmill pada Tubuh
    • Mengapa Parfum Lokal Jadi Favorit
    • Keluhan tagihan listrik melonjak, PLN angkat bicara
    • Percepatan Transformasi Kerajaan Arab Saudi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Jejak solidaritas sosial usai gempa 2006 di Padukuhan Ngibikan Bantul

    Jejak solidaritas sosial usai gempa 2006 di Padukuhan Ngibikan Bantul

    adm_imradm_imr7 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan di Ngibikan Setelah Gempa 2006

    Pada hari Minggu (31/5/2026), ratusan pemuda berkumpul untuk menelusuri jejak arsitektur yang dibangun pasca gempa bumi 2006 silam di Ngibikan. Mereka tampak fokus mendengarkan penjelasan dari anggota Yayasan Eko Agus Prawoto mengenai bagaimana bangunan tersebut berdiri dengan kokoh dan masih bisa digunakan hingga saat ini.

    Dua dekade telah berlalu, namun bangunan-bangunan yang dibangun dengan sentuhan solidaritas sosial masyarakat itu masih bertahan. Maryono (65) menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi dua puluh tahun lalu. Saat itu, ia sedang berada di rumah ketika tiba-tiba terjadi gempa yang meluluhlantahkan seluruh bangunan setempat.

    Setelah gempa, seorang arsitek kenalannya, Eko Agus Prawoto, meneleponnya. “Pak Eko bilang kalau pagar rumahnya roboh dan meminta tolong untuk dibenahi. Terus, saya bilang ‘maaf, rumah dan tempat saya roboh semua’. Rumah yang berdiri hanya di tempat saya,” ucap dia.

    Dari situ, Eko datang mengecek kondisi rumah warga Ngibikan dan menemukan banyak bangunan yang roboh akibat gempa. Beberapa hari kemudian, ia kembali dan menyampaikan adanya bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas. Selanjutnya, jumlah unit rumah yang akan dibenahi dihitung. Total ada 65 unit rumah yang dibenahi, terdiri atas 50 unit rumah di Ngibikan dan 15 unit di Banyu Dono.

    “Waktu itu dihitung satu rumah butuh dana sekitar Rp20 juta. Tapi, pihak yang berdonasi enggak bisa karena merasa keberatan. Akhirnya dihitung lagi, jadi butuh Rp8 juta per rumah. Tapi, oleh Pak Eko digenapi Rp10 juta per rumah karena untuk kebutuhan makan dan lainya. Dan, desain rumah dibuat oleh Pak Eko,” terangnya.

    Gotong Royong dalam Pembangunan

    Dari situ, ia mengajak seluruh warga untuk bahu membahu membangun rumah. Warga “dipaksa” menjadi tukang, meski berlatar profesi beragam. Sementara itu, kaum ibu berkutat di dapur umum untuk memasak. Tiga bulan kemudian, 65 unit rumah berhasil dibangun.

    Rumah itu awalnya dirancang untuk bertahan hanya lima tahun, namun ternyata masih berdiri kokoh hingga saat ini. Rinawati Adhypranata, istri mendiang arsitek Eko Prawoto, merasa senang karena sampai saat ini bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan dihuni oleh masyarakat.

    Mendiang suaminya membantu membuatkan desain rumah, sedangkan pembangunannya memanfaatkan bahan yang ada. “Kayu yang masih bisa dipakai, ya dipakai untuk membangun rumah. Kami ingin meminimalkan budget bangunan, jadi bisa memaksimalkan banyaknya rumah yang bisa dibangun,” tutur dia.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa gelaran susur Padukuhan Ngibikan pada saat ini tidak hanya sebagai refleksi gempa bumi, tetapi juga didedikasikan untuk mengenang kepergian Eko. Gelaran susur Ngibikan ini berdekatan dengan waktu 1.000 hari kepergian Eko, yang tutup usia pada 2023.

    Merajut Harapan Melalui Arsitektur

    Ketua Yayasan Eko Agus Prawoto, Krisna Tjahja, mengatakan, kegiatan susur ini tidak hanya sebagai refleksi gempa bumi, tetapi ingin mengajak masyarakat untuk merajut kembali harapan melalui arsitektur yang sepenuhnya dikonstruksi dari percakapan tulus. Pihaknya sengaja menggandeng generasi muda sebagai penerus bangsa untuk menjaga dan meneruskan warisan yang sudah ada.

    Apalagi, Padukuhan Ngibikan telah menjadi perhatian dunia dikarenakan sebagai salah satu lokasi dengan penanganan pascagempa tercepat. Kendati begitu, warga terkadang tidak sadar bahwa desa mereka menjadi daya tarik dunia. Padahal, 80 persen dari total puluhan bangunan yang dibangun pasca gempa bumi tahun 2006 silam, masih dalam kondisi baik dan masih dihuni oleh masyarakat sampai saat ini.

    “Oleh Pak Eko dahulu, bangunan itu hanya dibangun sebagai selter sementara. Ternyata, selama 20 tahun ini masih kokoh, masih dipakai, dan para penghuninya enggan mengubah bentuk bangunan yang ada,” ucap Krisna.

    Pemilik Cemeti Institute Art and Society, Nindityo Adipurnomo, terlihat hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku tidak lagi melihat bangunan karya Eko dan Maryono sekadar dari analisis fisik, melainkan sebagai bentuk ekspresi keterampilan dan kearifan lokal dari para penghuninya.

    “Yang paling penting menurut saya, bahwa ini adalah induk dari kearifan lokal. Rumah-rumah yang ada ini kan juga dibuat dari bahan lokal dan tenaga lokal atau warga asli itu sendiri. Nah ini yang menurut saya perlu diapresiasi,” tandas dia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kasus ijazah Jokowi, Polda Metro klaim P21, kuasa hukum Roy Suryo: Bukan kewenangannya

    By adm_imr7 Juni 20261 Views

    Prediksi Rivai Kusumanegara pengacara Jokowi akurat, kini kasus ijazah dinyatakan lengkap

    By adm_imr7 Juni 20261 Views

    Ziarah Nasional di Yogyakarta, KH Suyuti Toha Ingatkan Persatuan Indonesia

    By adm_imr6 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Koordinasi dan Sosialisasi UU KUHAP 2025 di Sumut

    7 Juni 2026

    Delis Julkarson Hehi Dorong Pengembangan Sawit dan Penerapan Biodiesel B50

    7 Juni 2026

    Belanja Pegawai Mojokerto Jadi Sorotan, Pemkab Aman, Pemkot Masih 43 Persen

    7 Juni 2026

    Hari Terakhir, INTP Siapkan Dividen Rp46.800/Lot

    7 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?