Pemerintah Kota Sorong Beri Peringatan Keras terhadap Pungutan di Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong memberikan peringatan tegas kepada pihak sekolah atau oknum yang melakukan pungutan terhadap siswa. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, saat menjelaskan program sekolah gratis yang diberikan bagi para siswa di Kota Sorong.
Program sekolah gratis ini mengalokasikan dana sebesar Rp 17 miliar per tahun guna membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Papua Barat Daya. Anggaran tersebut bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terhambat biaya.
Septinus Lobat menegaskan bahwa program ini bukan hanya langkah populis, tetapi bagian dari sistem penyiapan generasi Papua yang kompetitif sejalan dengan visi 2045. “Pendidikan gratis bukan sekadar slogan. Ini langkah nyata,” ucapnya.
Semua sekolah peserta program ini dilarang keras memungut biaya apa pun. Sejumlah konsekuensi diberikan pada sekolah yang masih membebani siswa maupun orang tua. “Anggaran sudah disiapkan jika masih ada pungutan, sekolah tersebut akan dievaluasi, bahkan pengelolanya bisa diganti,” kata lulusan Magister Administrasi Publik UGM itu.
Program sekolah gratis ini memadukan APBD Kota Sorong dengan dukungan anggaran Pemprov Papua Barat Daya sebesar Rp 6 miliar per tahun. “Ke depan, anggaran bisa disesuaikan dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pendidikan yang terus meningkat,” ujarnya.
Wali Kota Sorong berharap kebijakan sekolah gratis diterapkan di seluruh wilayah Papua Barat Daya. “Tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam hal pendidikan. Lima kabupaten lainnya di Papua Barat Daya harus ikut menerapkan sekolah gratis,” katanya.
Selain pendidikan, Pemkot Sorong memprioritaskan sektor kesehatan demi mewujudkan kota yang bersih, maju, hijau, aman, dan sejahtera. “Masyarakat yang sehat dan terdidik menjadi kunci kemajuan Sorong dan Papua Barat Daya ke depan,” kata pria 55 tahun ini.
Sekolah Gratis Bantu Beban Ekonomi Orang Tua Siswa di Pulau Doom
Kepala SMA Negeri 4 Kota Sorong, Agustinus Kambuaya, mendukung program sekolah gratis. Menurutnya, kebijakan Wali Kota Sorong Septinus Lobat ini membantu masyarakat kurang mampu, khususnya di wilayah Pulau Doom yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
“Pemerintah melihat kondisi sosial ekonomi orang tua siswa, banyak tarafnya masih di bawah,” ujar Agustinus kepada Infomalangraya.com, Senin (10/11/2025).
Agustinus mengatakan, banyak orang tua siswa mengeluh biaya sekolah seperti SPP dan kebutuhan seragam sebelum program ini ada. “Biasanya waktu pendaftaran, orang tua sering mengeluh soal biaya SPP tapi sekarang mereka sangat terbantu,” katanya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi anak-anak bersekolah tanpa kekhawatiran ekonomi keluarga. “Sekarang tinggal anak-anak ini mau sekolah atau tidak karena pemerintah sudah sangat membantu,” katanya.
Pihaknya mengirim data siswa kepada Dinas Pendidikan Kota Sorong keperluan realisasi subsidi seragam sekolah gratis. “Kami sudah diminta data anak-anak, dan kemarin sudah kami kirim. Jadi mungkin dalam minggu-minggu ini sudah terrealisasi,” katanya.
Menurutnya, bantuan seragam nantinya difokuskan kepada siswa baru tahun ajaran 2025/2026 agar mereka merasakan manfaat dari program tersebut sejak awal masuk sekolah. “Jadi kita tinggal menunggu realisasinya,” ujarnya.
Jumlah siswa di SMA Negeri 4 Kota Sorong adalah 244 orang, sekitar 80an siswa baru diterima tahun ini. SMA Negeri 4 menjadi harapan besar warga Pulau Doom mendapatkan akses pendidikan menengah tanpa harus menyeberang ke daratan utama Kota Sorong.
“Warga di Pulau Doom ini rata-rata nelayan jadi adanya program sekolah gratis, mereka tidak berpikir harus bayar ini dan itu,” ujar Agustinus.







