Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke SRMP 17 Tabanan, Bali

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada hari Minggu (7/6). Dalam kunjungannya, ia tiba sekitar pukul 11.43 WITA. Ia mengenakan seragam safari cokelat dan langsung disambut oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Di area sekolah, Prabowo disambut oleh para siswa yang telah berbaris rapi menanti kehadirannya. Para siswa juga menampilkan yel-yel di hadapan Presiden. Tidak hanya itu, beberapa siswa mempersembahkan tarian Kecak yang membuat Prabowo tertarik untuk menyalami mereka satu per satu.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya. Selain itu, Presiden juga menyampaikan pesan-pesan penting kepada para siswa dan guru di sekolah tersebut.
“Diejek Tidak Apa-Apa”

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun banyak orang yang mengejeknya, ia tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah besar. Ia bahkan menyebut bahwa ejekan itu masih terus diterimanya meski sudah menjadi presiden. Ia lalu mengingatkan cerita dari salah satu siswa SRMP 17 Tabanan, Gede Bagus, yang pernah diejek sebelum masuk ke Sekolah Rakyat.
“Terima kasih tadi, Gede Bagus, kamu dulu diejek gapapa ya, gapapa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang, presiden pun sering diejek, gapapa,” ujar Prabowo.
Ia memberi pesan kepada Gede Bagus agar tetap teguh menghadapi ejekan tersebut. Menurutnya, ejekan harus dibalas dengan sopan santun. “Yang penting hatimu teguh, hati kita baik. Kalau kita diejek kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan, jangan kecil hati,” tambahnya.
Prabowo juga berpesan kepada seluruh siswa untuk bisa memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan baik. Ia menekankan pentingnya disiplin, patuh kepada guru, serta cinta kepada orang tua.
Pendidikan Sebagai Kunci Kesejahteraan

Presiden Prabowo menyatakan bahwa sektor pendidikan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penguatan sektor ini memerlukan usaha dan dana yang besar. Ia menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat dibuat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menempuh pendidikan.
“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa, tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa semua bidang membutuhkan pendidikan. Karena itu, pendidikan dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Semua bidang harus kita tingkatkan pendidikan dan pelatihannya. Ini usaha besar, dan ini membutuhkan uang,” tambahnya.
Permintaan Tambahan Sekolah Rakyat di Bali

Prabowo mengaku gembira dengan perkembangan Sekolah Rakyat yang sudah berjalan saat ini. Berdasarkan data yang diterimanya, di Bali terdapat lebih dari 400 anak yang berminat mengikuti Sekolah Rakyat, tetapi hanya 270 siswa yang diterima. Ia menyarankan penambahan secepat mungkin.
“Berarti kita harus tambah secepat mungkin ya. Nanti diusahakan, bupati-bupati kalau tidak ya nanti pemerintah pusat cari lahannya, cari tanahnya,” tutur Prabowo. Ia meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia berharap di Bali dapat dibangun satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota.
Angka Keberuntungan dalam Hidupnya

Presiden Prabowo bercerita tentang dua angka keberuntungan dalam hidupnya, yaitu 8 dan 13. Menurutnya, angka tersebut memiliki makna penting. “17 itu kayanya angka baik ya. Angka proklamasi kita 17 Agustus. 1+7= 8. Saya waktu dulu di tentara diberi kode/sandi, sandinya adalah 08. Jadi, angka 8 bagi saya sangat angka yang beruntung,” ujar Prabowo.
Selain angka 8, ia juga menyebut angka 13 sebagai angka keberuntungan. Meski tidak menjelaskan detailnya, ia menyatakan bahwa kedua angka tersebut selalu muncul dalam hidupnya. Kunjungan ke SRMP 17 ini, menurut Prabowo, baru diputuskan sehari sebelumnya.
Makan Siang Bersama dan Interaksi dengan Siswa

Senyum gugup namun penuh antisipasi menghias wajah orang tua dan siswa SRMP 17 Tabanan saat makan siang bersama Presiden Prabowo. Ia duduk di tengah-tengah mereka dan bersantap siang bersama dengan menu yang sama.
Ada momen istimewa ketika Presiden Prabowo merapikan seragam Gede Fransiskus Fatubun, siswa yang memimpin acara makan siang. Ia lalu mempersilakan anak-anak untuk memulai acara makan bersama. “Silakan, lanjut. Silakan makan,” ajaknya.
Menyambut ajakan tersebut, Frans memimpin doa bersama yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Makan siang bersama Presiden Prabowo tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ia tampak bercengkerama dengan orang tua dan siswa yang duduk di sekelilingnya.
Program Makanan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo di Sekolah Rakyat memastikan gizi dan pertumbuhan anak-anak terjamin. Tiap harinya, para siswa mendapatkan tiga kali makan berat dan dua kali kudapan. Dalam 11 bulan berjalannya Sekolah Rakyat, kerap ditemukan siswa yang bertambah berat badan cukup drastis. Siswa yang tadinya kurus dan kurang terawat kini tampak bugar dan segar karena asupan gizi mereka terpenuhi. Begitu juga dengan siswa SRMP 17 Tabanan. Para orang tua nampak bahagia anak mereka kini lebih segar dan bugar.







