Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis

    24 Mei 2026

    Kagetnya Leslie Saat Listrik Padam Saat Anaknya Di CT Scan di Riau

    24 Mei 2026

    Selain Yasin, 4 Surat Ini Dianjurkan Baca Malam Jumat dengan Keutamaan Besar

    24 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis
    • Kagetnya Leslie Saat Listrik Padam Saat Anaknya Di CT Scan di Riau
    • Selain Yasin, 4 Surat Ini Dianjurkan Baca Malam Jumat dengan Keutamaan Besar
    • 40 Soal Ujian PJOK Kelas 4 SD Terbaru 2026/2027
    • Didampingi BI, Coffee Bontugu Mojokerto Tembus Pasar Eropa dan Asia
    • Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Jelang Idul Adha 2026: Tujuan Makassar dan Pare-Pare
    • Ibu Ratu Sofya Menangis Kenang Perjuangan Awal Karier Film
    • Utusan Pakistan Kembali ke Teheran Bawa Pesan AS Usai Iran Ancam Pakai Senjata Baru
    • Mengenal Teknologi MRI Canggih Berbasis AI, 60% Lebih Akurat Tangani Penyakit Rumit
    • Volvo EX90 jadi SUV listrik premium paling canggih 2026, teknologi dan keamanannya bikin kagum
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Cara efektif merusak negara adalah merusak pendidikan

    Cara efektif merusak negara adalah merusak pendidikan

    adm_imradm_imr26 Januari 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Guru dalam Pembentukan Peradaban

    Sejarah peradaban menunjukkan satu pola yang konsisten, yaitu bahwa negara runtuh bukan pertama-tama karena serangan militer, melainkan karena rapuhnya fondasi intelektual warganya. Pendidikan adalah infrastruktur peradaban yang paling menentukan, dan guru adalah aktor sentralnya. Ketika pendidikan dilemahkan, sesungguhnya negara sedang menyiapkan kehancurannya sendiri secara perlahan, sistematis, dan sering kali tanpa disadari.

    Secara filosofis, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan usaha sadar untuk memanusiakan manusia. Dalam kerangka pemikiran klasik dari Plato hingga Ki Hadjar Dewantara, pendidikan dimaknai sebagai proses pembentukan jiwa, karakter, dan nalar kritis warga negara. Guru dalam posisi ini, bukan pekerja administratif, melainkan penjaga api peradaban. Maka, ketika negara mulai menyingkirkan peran guru ke pinggiran kebijakan publik, yang terjadi bukan sekadar ketimpangan anggaran, melainkan degradasi makna pendidikan itu sendiri.

    Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

    Secara teoritis, negara modern dibangun di atas konsep human capital. Pendidikan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk produktivitas, inovasi, dan stabilitas sosial. Namun teori ini runtuh ketika negara memandang pendidikan hanya sebagai proyek teknokratis, sekadar program, distribusi logistik, dan indikator kuantitatif tanpa memperhatikan subjek utama pembelajaran. Dalam konteks ini, ironi muncul ketika negara lebih memprioritaskan pengangkatan pegawai penunjang sistem (seperti pekerja SPPG) dengan status dan kesejahteraan yang lebih menjanjikan dibandingkan guru honorer yang selama bertahun-tahun memikul beban pendidikan di akar rumput.

    Ketimpangan ini bukan sekadar soal angka gaji, tetapi soal pesan ideologis yang disampaikan negara: bahwa kerja administratif dan operasional lebih bernilai daripada kerja intelektual dan pedagogis. Ketika seorang sopir SPPG memperoleh penghasilan lebih tinggi daripada guru honorer, maka yang sedang terjadi adalah inversi nilai. Negara, sadar atau tidak, sedang mendidik masyarakat untuk percaya bahwa mendistribusikan program lebih penting daripada mencerdaskan manusia.

    Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

    Secara empiris, berbagai studi menunjukkan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas dan kesejahteraan guru. Guru yang tidak sejahtera akan mengalami kelelahan struktural: motivasi menurun, profesionalisme tergerus, dan kreativitas pedagogis terhambat. Dalam jangka panjang, kondisi ini melahirkan generasi pembelajar yang miskin daya kritis dan mudah dimanipulasi. Pendidikan mungkin masih “berjalan” secara administratif, kelas tetap ada, kurikulum tetap disahkan, program tetap diluncurkan, namun substansinya kosong.

    Keyakinan bahwa program-program pendidikan akan terus berjalan meskipun guru diabaikan adalah ilusi teknokratis. Program, betapapun canggihnya, tidak pernah memiliki kehendak moral. Ia tidak bisa memahami konteks sosial siswa, tidak mampu menanamkan nilai, dan tidak bisa menjadi teladan etis. Pertanyaan mendasarnya sederhana namun mendalam: jika tidak ada guru, apakah pendidikan benar-benar berjalan? Atau yang berjalan hanyalah mesin birokrasi bernama “sekolah” tanpa jiwa?

    Kontradiksi Antara Retorika dan Praktik

    Ironi terbesar dari situasi ini adalah kontradiksi antara retorika dan praktik. Pendidikan selalu disebut sebagai pilar pencerdasan bangsa, namun kebijakan negara justru memperlakukan guru sebagai variabel yang dapat ditunda, dinegosiasikan, bahkan dikorbankan. Inilah bentuk paling halus dari penghancuran negara: bukan dengan menutup sekolah, tetapi dengan membiarkan guru bertahan dalam ketidakpastian.

    Akhir dari Peradaban yang Tidak Terlihat

    Pada akhirnya, menghancurkan pendidikan tidak memerlukan pelarangan belajar atau pembakaran buku. Cukup dengan mengabaikan guru, merendahkan martabat profesinya, dan menggantikan visi pendidikan dengan logika proyek. Negara yang memilih jalan ini mungkin masih berdiri secara administratif, tetapi secara intelektual dan moral, ia sedang berjalan menuju senja peradabannya sendiri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis

    By adm_imr24 Mei 20261 Views

    40 Soal Ujian Agama Islam Kelas 4 SD MI Semester 2026/2027

    By adm_imr24 Mei 20261 Views

    Dugaan Pungutan di SMPN 4 Kepanjen Dilaporkan ke Penegak Hukum, Pelapor Minta Audit Aliran Dana Komite dan SPP

    By redaksi24 Mei 20266,044 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis

    24 Mei 2026

    Kagetnya Leslie Saat Listrik Padam Saat Anaknya Di CT Scan di Riau

    24 Mei 2026

    Selain Yasin, 4 Surat Ini Dianjurkan Baca Malam Jumat dengan Keutamaan Besar

    24 Mei 2026

    40 Soal Ujian PJOK Kelas 4 SD Terbaru 2026/2027

    24 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?